<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938</id><updated>2012-01-27T12:30:05.471-08:00</updated><category term='Lintas Islam...'/><category term='Celoteh-koe...'/><category term='Puisi...'/><category term='Sorot...'/><category term='Lawan Syiah...'/><category term='Ibrah...'/><title type='text'>Suluh Peradaban</title><subtitle type='html'>Mencari Kebenaran, Di Gelapnya Zaman!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-426790800062070854</id><published>2011-08-06T21:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T21:14:33.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>MERAIH AMPUNAN ALLAH AL-GHAFUR DI BULAN RAMADHAN YANG MULIA</title><content type='html'>Di antara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللََّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. [HR. Muslim, no. 2749]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. [az-Zumar/39:10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah perisai dan penghalang dari dosa dan kemaksiatan serta pelindung dari neraka. Dalam hadits shahîh dijelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصَّحَابَةُ : أَمَّنْتَ يَا رَسُوْلَ اللَّه قَالَ : جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ :بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْلَهُ قُلْتُ : آمِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّانِيَةُ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ : آمِِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّالِشَةَ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ آمِيْن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim yang berusaha mendapatkan ampunan dosa, akan berbahagia dengan adanya amalan-amalan shalih agar Allah Azza wa Jalla menghapuskan dosa dan perbuatan jeleknya, karena kebaikan bisa menghapus kejelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab ampunan yang disyariatkan itu di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. TAUHID&lt;br /&gt;Inilah sebab teragung. Siapa yang tidak bertauhid, maka kehilangan ampunan dan siapa yang memilikinya maka telah memiliki sebab ampunan yang paling agung. Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. [an-Nisâ‘/4:48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang membawa dosa sepenuh bumi bersama tauhid, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan ampunan sepenuh bumi kepadanya. Namun, hal ini berhubungan erat dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Apabila Diak berkehendak, akan mengampuni. Dan bisa saja, Dia Azza wa Jalla berkehendak untuk menyiksanya. Siapa yang merealisasikan kalimatut tauhîd di hatinya, maka kalimatut tauhîd tersebut akan mengusir kecintaan dan pengagungan kepada selain Allah Azza wa Jalla dari hatinya. Ketika itulah dosa dan kesalahan dihapus secara keseluruhan, walaupun sebanyak buih di lautan. ‘Abdullâh bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menyendirikan seorang dari umatku (untuk dihadapkan) di depan semua makhluk pada hari Kiamat. Lalu Allah menghamparkan sembilan puluh sembilan lembaran (catatan amal) miliknya. Setiap lembaran seperti sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman: “Apakah kamu mengingkarinya? Apakah malaikat pencatat amalan menzhalimimu”. Maka ia pun menjawab: “Tidak wahai Rabbku”. Lalu Allah berfirman lagi: “Apakah kamu memiliki udzur?” ia menjawab: “Tidak ada wahai Rabb”. Lalu Allah berfirman: “(Yang benar) ada, sesungguhnya kamu memiliki kebaikan di sisi Kami, tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini”. Lalu dikeluarkan satu kartu berisi syahadatain. Kemudian Allah berfirman: “Masukanlah dalam timbangan!” Ia pun berkata: “Wahai Rabbku apa gunanya kartu ini dibandingkan lembaran-lembaran itu?” Maka Allah berfirman: “Sungguh kamu tidak akan dizhalimi”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Selanjutnya lembaran-lembaran tersebut diletakkan dalam satu anak timbangan dan kartu tersebut di anak timbangan yang lain. Ternyata lembaran-lembaran terangkat tinggi dan kartu tersebut lebih berat. Maka tidak ada satu pun yang lebih berat dari nama Allah”. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Qudsi menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًاَلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: Wahai anak keturunan Adam, seandainya kamu membawa dosa sepenuh bumi kemudian kamu menjumpai-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Ku (tidak berbuat syirik) tentu saja Aku akan membawakan untukmu sepenuh bumi ampunan. [HR Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah keutamaan dan kemurahan dari Allah Azza wa Jalla dengan pengampunan seluruh dosa yang ada pada lembaran-lembaran tersebut dengan kalimat tauhid. Karena kalimat tauhid adalah kalimat ikhlas yang menyelamatkan pemiliknya dari adzab. Allah Azza wa Jalla menganugerahinya surga dan menghapus dosa-dosa yang seandainya memenuhi bumi; namun hamba tersebut telah mewujudkan tauhid, maka Allah Azza wa Jalla menggantikannya dengan ampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. DOA DENGAN PENGHARAPAN&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkannya. Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. [Ghâfir/40:60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa adalah ibadah. Doa akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang-penghalang. Kadangkala, pengabulan itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijâbah dari Allah Azza wa Jalla, sungguh-sungguh dalam meminta, tidak menyatakan insya Allah (Ya Allah Azza wa Jalla, kabulkanlah permintaanku bila Engkau menghendakinya-red), tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, mengulangulang doa tiga kali dan memulainya dengan pujian kepada Allah Azza wa Jalla dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara permohonan terpenting yang dipanjatkan seorang hamba kepada Rabbnya yaitu permohonan agar dosa-dosanya diampuni atau pengaruh dari pengampunan dosa seperti diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Kepada seseorang yang berujar: “Saya tidak mengetahui doamu dengan perlahan yang juga dilakukan Mu’âdz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”حَوْلَهَا نُدَنْدِنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan kami di seputar itu. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya doa kami itu berkisar pada permohonan agar dimasukkan surga dan diselamatkan dari neraka. Abu Muslim al-Khaulâni mengatakan: “Tidaklah datang kesempatan berdoa kepadaku, kecuali saya jadikan doa itu permohonan agar dilindungi dari api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ISTIGHFÂR (MEMOHON AMPUNAN)&lt;br /&gt;Permohonan ampun ini merupakan pelindung dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari dari kegelisahan, kefakiran dan penderitaan, pengaman dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menggunung sampai menyentuh langit. Dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَادَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ فِيْكَ وَلاَأُبَالِىْ يَاابْنَ آدَمَ لَؤْ بَلَغَتْ ذُنُوْ بُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أََتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا َلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bani Adam, sesungguhnya selama engkau masih berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak akan peduli; Wahai bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli; Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan seukuran bumi kemudian engkau datang menjumpai-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik atau menyekutukanKu dengan apapun juga, maka sungguh Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan seukuran bumi juga. [HR. at-Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca istighfâr adalah penutup terbaik bagi berbagai amalan, umur, serta penutup majelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BERPUASA DI SIANG HARI DAN SHALAT MALAM KARENA IMAN, MENGHARAPKAN BALASAN PAHALA DARI ALLAHk, IKHLAS SERTA DALAM RANGKA TAAT KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA&lt;br /&gt;Dia berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan sanjungan orang, tidak untuk melestarikan adat atau supaya sehat; juga tidak berniat pamer serta tidak untuk mensukseskan urusan duaniawi. Dia juga tidak berniat untuk mendoakan keburukan yang tidak pantas buat seorang Muslim. Dia melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allah Azza wa Jalla, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla. Dalam sebuah hadits dinyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ  صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.[al-Bukhâri dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah luar biasanya seorang yang melaksanakan ibadah puasa lalu keluar dari ibadahnya dalam keadaan sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibundanya, yaitu tidak menanggung dosa dan berhati suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ عَلَيْكُمْ وَسَنَنْتُ لَكُم قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosadosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan semua ini berarti seorang Muslim telah menjaga waktu siangnya dengan puasa, memelihara waktu malamnya dengan shalat tarawih serta berusaha mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;5. MELAKSANAKAN SHALAT MALAM PADA LAILATUL QADAR KARENA IMAN DAN INGIN MENDAPATKAN PAHALA&lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah suatu malam yang Allah Azza wa Jalla muliakan, melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allah k menurunkan kitab-Nya.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan. [al-Qadr/97:1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini para malaikat turun dan menjadikannya malam keselamatan dari segala keburukan dan dosa. Allah Azza wa Jalla mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang membicarakan tentang malam ini. Orang yang terhalang dari berbagai kebaikan pada malam ini berarti dia terhalang dari semua kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencari Lailatul Qadar ini pada seluruh hari pada bulan Ramadhan, karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah beri’tikaf pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, kemudian sepuluh hari kedua dan sepuluh hari terakhir. Orang yang ingin mendapatkan keberuntungan, maka dia akan antusias untuk melaksanakan shalat malam pada malam yang lebih baik dari delapan puluh tiga tahun dan empat bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan ampunan di malam itu, tidak disyaratkan untuk menyaksikannya secara langsung. Namun syaratnya adalah orang melakukan qiyamul lail sebagaimana tertuang dalam hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BERSEDEKAH&lt;br /&gt;Bersedekah termasuk salah satu qurbah (ibadah yang mendekatkan diri) yang agung di hadapan Allah Azza wa Jalla . Dengannya, seorang hamba memperoleh kebaikan, sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan. sesungguhnya Allah mengetahuinya. [Ali Imrân/3:92].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Mu’âdz, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَبِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّهٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai. Bersedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Dan shalat seseorang di kegelapan malam …” [at-Tirmidzi no: 2541]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang sangat dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau berjumpa dengan malaikat Jibril. Saat itu beliau lebih berbaik hati daripada angin yang bertiup sepoi-sepoi. Di antara bentuk sedekah terbaik adalah memberi makan orang yang puasa (ifthârus shâim). Disebutkan dalam hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِشْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّا ئِمِ شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa memberi buka puasa bagi orang yang puasa maka ia memperoleh pahala sepertinya, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” [HR. at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh al-Albâni]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala orang yang bersedekah dilipatgandakan sampai tujuh ratus lipat dan kelipatan yang lebih banyak lagi. Di bulan Ramadhan, penggandaan pahala itu semakin besar. Di antara pemandangan yang sangat menarik, antusiasme orang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan masjid-masjid lainnya untuk memberi buka puasa bagi kaum Muslimin di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MELAKUKAN UMRAH&lt;br /&gt;Ibadah umrah termasuk faktor yang menggugurkan dosa-dosa. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibadah umrah ke ibadah umrah (berikutnya) adalah penggugur dosa antara keduanya. Dan pahala haji mabrur tiada lain adalah surga” [al-Bukhâri no: 1650]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umrah di bulan Ramadhan pahalanya lebih besar daripada di bulanbulan lainnya. Dari Ibnu Abbâs Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehabis pulang dari haji Wada’ berkata kepada seorang wanita dari Anshar bernama Ummu Sinân : “Apa yang menghalangimu untuk berhaji (denganku).” Ia menjawab: “Abu Fulan (suaminya) memiliki dua onta. Salah satu dipakainya untuk berhaji dan yang lain untuk mengairi persawahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمََضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan dapat mengganti haji bersamaku.”[HR Bukhâri no 1863; Muslim no 3028]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besar keberuntungan orang yang umrah di bulan Ramadhan. Ia bagaikan berhaji bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seperti orang yang menyertai beliau dalam ihram, sai dan thawaf dan seluruh manasik haji beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. MENYEMPURNAKAN PUASA SEBULAN PENUH&lt;br /&gt;Ada sekian banyak orang yang akan bebas dari api neraka di bulan Ramadhan, dan itu terjadi di setiap malam. Allah Azza wa Jalla menyempurnakan pahala orang-orang yang sabar tanpa perhitungan khusus. Ada Ulama yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ الشَّهْرَ وَاسْتَكْمَلَ اْلأَجْرَ وَأَدْرَكَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ فَقَدْ فَازَ بِجَائِزَةِ الرَّبَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala sempurna, dan berjumpa dengan malam lailatul qadar, sungguh ia telah menggapai hadiah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa-dosa kita sekalian dan menutupi kekurangan-kekurangan kita dan memudahkan segala urusan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari kitab Tadzkîrul Anâm Bidurûs ash-Shiyâm, karya Syaikh Sa‘d bin Sa‘îd al-Hajri, Dâr Ibnul Jauzi hlm 265-27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi, 06-07/Tahun XIII/1430/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Penulis kitab Nadhratun Na’îm (10/5014) berkata : Hadits ini dikeluarkan al-Hâkim dalam Al-Mustadrak (4/154) dan berkata: hadits ini shahîh sanadnya, namun imam al-Bukhâri dan Muslim tidak mengeluarkannya. Imam adz-Dzahabi menyetujui hal ini. (Dishahîhkan al-Albâni dalam Shahîh at-Targhîb wat-Tarhîb).&lt;br /&gt;[2]. HR at-Tirmidzi kitab Iman bâb Mâ Jâ‘a Fîman Yamûtu Wahuwa Yasyhadu An Lâ Ilâha Illallâh dan dishahîhkan al-Albâni dengan no. 2639&lt;br /&gt;[3]. Dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’ no. 3163&lt;br /&gt;[4]. Penyusun kitab Nadhratun Na’îm mengatakan : Diriwayatkan oleh Imam an-Nasî’i 4/158 dan lafazh ini adalah lafazh imam an-Nasâ’i; diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad 1/191. Syaikh Ahmad Syâkir mengatakan : “Sanad hadits ini shahîh.”&lt;br /&gt;[5]. HR Imam Muslim, Kitâb Shalâtil Musâfirîn, bab At-Targhîb Fî Qiyâmi Ramadhân Wa Huwa Shalâtut Tarâwîh, no. 1778&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-426790800062070854?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/426790800062070854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=426790800062070854&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/426790800062070854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/426790800062070854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/08/meraih-ampunan-allah-al-ghafur-di-bulan.html' title='MERAIH AMPUNAN ALLAH AL-GHAFUR DI BULAN RAMADHAN YANG MULIA'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-9142926883235326568</id><published>2011-07-31T16:59:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T17:07:54.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>Keutamaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu&lt;/em&gt;.” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi &lt;em&gt;’alaihimus salam&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” &lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html"&gt;bulan ramadhan &lt;/a&gt;terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan&lt;/em&gt;.” (QS. Al Qadr: 1-3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan&lt;/em&gt;.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;.&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi&lt;/em&gt;”.&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; An Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; An Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179. &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Tafsir Ath Thobari, 21/6.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Zaadul Masiir, 7/336-337.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Al Majmu’, 6/375.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Idem.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-9142926883235326568?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/9142926883235326568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=9142926883235326568&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/9142926883235326568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/9142926883235326568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='Keutamaan Bulan Ramadhan'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7666083044695311441</id><published>2011-07-30T17:36:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T17:44:33.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>CARA AHLUL BID’AH BERARGUMENTASI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Peringkas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syaikh Alawi bin Abdul Qadir As-Saqqaf&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendahuluan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap (kelompok) yang menyimpang dari Sunnah namun mendakwahkan dirinya menerapkan Sunnah, mesti akan takalluf (memaksakan diri) mencari-cari dalil untuk membenarkan tindakannya (penyimpangan) mereka. Karena, kalau hal itu tidak mereka lakukan, (perbuatan mereka) mengesampingkan Sunnah itu sendiri telah membantah dakwaan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap pelaku bid’ah dari kalangan umat Islam ini mengaku bahwa dirinya adalah pengikut Sunnah -berbeda dengan firqah-firqah lain yang menyelisihinya- hanya saja mereka belum sampai kepada derajat memahami tentang Sunnah secara utuh. Hal itu mungkin karena tidak dalamnya pemahaman mereka tentang perkataan bahasa arab dan kurang paham maksud-maksud yang dikandung Sunnah. Atau, mungkin juga karena tidak dalamnya pemahaman mereka dalam hal pengetahuan kaidah-kaidah ushul sebagai landasan ditetapkannya hukum-hukum syari’at, atau mungkin pula karena dua hal tersebut sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Tentang golongan kedua, yaitu tidak dalam pengetahuannya tentang kaidah-kaidah ushul , yang condong dan menyimpang dari kebenaran, kita mendapatkan dua sifat pada mereka berdasarkan ayat Al-Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sifat Pertama, yaitu sifat condong dan menyimpang, yaitu pada firman Allah Ta’ala:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Artinya : Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada  kecondongan (dari kebenaran).” [Ali Imran : 7]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Condong dalam ayat di atas maknanya adalah menyimpang dari jalan yang lurus; dan hal itu merupakan bentuk celaan terhadap mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sifat Kedua, tidak mendalamnya ilmu mereka (tentang kaidah-kaidah ushul). Menurutmu, bagaimana jadinya bila dia mengikuti (suatu dalil) hanya karena ingin mencari fitnah? Kita sering melihat orang-orang bodoh berhujjah untuk (membela) diri mereka dengan dalil-dalil yang batil; atau dalil-dalil yang shahih, (tapi hanya sepotong-sepotong); sebagian dalil dilirik dan dalil-dalil yang lain dibuang, baik dalam urusan pokok maupun cabang, baik yang mendukung pendapatnya ataupun yang bertentangan dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak di antara mereka yang mengaku memiliki ilmu, ternyata mengambil cara ini sebagai jalannya. Dia pun mungkin saja memberikan fatwa sesuai dengan yang dikehendaki dalil dan mengamalkan apa yang telah difatwakannya itu dan tujuan (tertentu). Cara seperti ini bukan merupakan kebiasaan orang-orang yang mendalam ilmunya. Cara itu tidak lain merupakan kebiasaan orang-orang yang tergesa-gesa, yang menurut dakwaannya hal itu adalah menjadi solusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari ayat yang telah disebutkan di muka kita dapatkan bahwa sifat menyimpang dari kebenaran tidak akan terjadi pada seorang yang mendalam ilmunya. Walaupun tidak semuanya begitu, akan tetapi seseorang yang mendalam ilmunya tidak akan menyimpang dari kebenaran dengan sengaja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalan Yang ditempuh Orang Yang Menyimpang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesungguhnya orang yang mendalam ilmunya memiliki jalan yang mereka tempuh dalam mengikuti kebenaran, dan orang-orang yang menyimpang mempunyai jalan lain yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita perlu mengetahui jalan-jalan yang ditempuh oleh mereka (orang-orang yang menyimpang) untuk kita jauhi. Mari kita perhatikan sebuah ayat yang menyebutkan bagaimana jalan mereka dan bagaimana jalan orang-orang yang mendalam ilmunya. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“ Artinya : Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lainnya karena itu akan mencerai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beraikan kalian dari jalan-Nya.”  [Al-An’am: 153]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat di atas menyebutkan bahwa jalan kebenaran hanyalah satu, sedangkan kebatilan memiliki jalan-jalan yang banyak; tidak hanya satu, dan tidak terbatas jumlahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian mari kita perhatikan pula sebuah hadist yang menafsirkan ayat tersebut yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'anhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“ Artinya : (Suatu Ketika) di hadapan kami Rasulullah menggambarkan satu garis,lalu berkata, ‘Ini adalah jalan Allah yang lurus.” Kemudian beliau menggambarkan garis-garis lain yang banyak di kanan dan kiri garis tadi, lalu berkata, ‘Ini adalah jalan-jalan lain (selain jalan Allah), yang pada setiap jalan tersebut ada syaitan yang mengajak kepadanya.” Kemudian beliau membacakan ayat ini.” [Hadist Shahih]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hadist di atas disebutkan adanya garis(maksudnya kelompok-kelompok sesat) yang banyak, beragam dan tidak terbatas jumlahnya. Secara naqli kita tidak boleh membatasi jumlahnya; begitu juga secara aqli ataupun istiqra’ (penelitian). Akan tetapi akan kita sebutkan beberapa patokan secara umum untuk dijadikan pedoman melihat kelompok-kelompok tersebut, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[1]. Mereka Bersandar Kepada Hadist-Hadist Lemah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadist-hadist yang lemah sandnya besar kemungkinan tidak diucapkan pleh Nabi. Jadi tidak mungkin suatu hukum didasarkan kepada hadist-hadist seperti itu. Bagaimana bila hadist-hadist yang mereka jadikan hujjah telah dikenal dusta?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[2]. Mereka Menolak Hadist-Hadist (Shahih), Yang Tidak Sejalan Dengan Tujuan Dan Madzhab Mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka mengatakan bahwa (hadist-hadist) seperti itu menyelisihi akal, tidak mengacu kepada maksud suatu dalil, maka harus ditolak. Dengan berdalih seperti itu mereka mengingkari siksa kubur, ash-shirath (jembatan), mizan (timbangan amal), dan ru’yatullah (melihat Allah) di akhirat nanti. Mereka juga menolak hadist tentang ‘lalat’ dan (perintah untuk) membunuhnya (yaitu dengan membenamkan ke dalam minuman yang dimasukinya. pent). Mereka tidak mempercayai bahwa pada salah satu sayap lalat terkandung penyakit sedangkan pada sayap satunya terkandung obat penawarnya, dimana Rasulullah lebih dahulu menyebutkan sisi sayap yang terkandung penyakit (Lihat Kitab Shahih Bukhari (Hadist no.3142) dan kitab lainnya. Pent). Dan masih banyak hadist-hadist shahih lainnya (yang mereka tolak) yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (terpercaya). Bahkan, mereka mencela para periwayat hadist-hadist tersebut, dari kalangan sahabat maupun tabi’in sekalipun; dan juga mencela orang-orang yang telah disepakati keadilan dan keimanan mereka oleh para muhadditsin (ahli hadist). Semua itu mereka lakukan untuk membantah siapa saja yang menyelisihi madzhab mereka. Mereka menolak fatwa-fatwa dari orang-orang yang menyelisihi mereka dan menjelek-jelekannya dihadapan khalayak manusia, untuk menjauhi umat Islam dari Sunnah dan orang-orang yang mengikutinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[3]. Mereka Menerka-Nerka Maksud Perkataan Yang Ada Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah Yang Berbahasa Arab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka menerka-nerka maksud perkataan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang berbahasa Arab, padahal mereka tidak memiliki ilmu bahasa Arab yang cukup untuk memahami apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya itu. Akhirnya mereka membuat kebatilan terhadap syari’at dengan pemahaman dan cara mereka, menyelisihi orang-orang yang mendalam ilmunya. Dan mereka lakukan hal itu tidak lain karena berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri dan berkeyakinan bahwa mereka termasuk golongan ahli ijtihad yang berhak menetapkan hukum, padahal realitanya mereka bukan termasuk golongan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[4]. Mereka Menyeleweng Dari Prinsip-Prinsip Agama Yang Telah Jelas Dan Mengikuti Perkara-Perkara Yang Samar (Mutasyabihat) Yang Mungkin Diperselisihkan Oleh Akal Masing-Masing Orang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para ulama telah menetapkan bahwa setiap dalil yang didalamnya mengandung kesamaran dan kesulitan, pada hakekatnya bukanlah dalil, sampai menjadi jelas maknanya dan terang apa yang dimaksud. Karena hakekat sebuah dalil adalah keadaan dzanya sendiri harus jelas dan bisa (secara jelas pula) menunjukkan kepada sesuatu yang lain. Jika tidak demikian berarti masih membutuhkan dalil lagi. Lalu jika dalil tersebut menunjukkan akan ketidak shahihannya (sebagai Sebuah Dalil) berarti tidak layak untuk dikatakan sebagai dalil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber kekeliruan mereka dalam hal ini tidak lain adalah kebodohan mereka tentang maksud-maksud syari’at dan tidak mau memadukan dalil-dalil syar’I satu dengan lainnya. Kerena menurut orang-orang yang mendalam ilmunya, dalam mengambil dalil-dalil syar’i haruslah secara utuh dan memenuhi kaidah-kaidah syar’i, misalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[a]. Suatu unsur merupakan juz’iyyat (bagian) dari suatu kulliyat (kumpulan besar);&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[b]. Sesuatu yang ‘am (umum) biasanya diikuti dengan sesuatu yang khas (khusus);&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[c]. Sesuatu yang muthlaq (mutlak) biasanya diikuti dengan muqayyid (yang membatasi);&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[d]. Sesuatu yang mujmal (global) biasanya diikuti dengan bayan (penjelas);&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[e]. Dan lain-lain yang serupa dengan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[5]. Menyimpangkan Dalil-Dalil Dari Arti Yang Sebenarnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila ada dalil yang membahas perkara tertentu, (mereka) palingkan dari perkara tersebut kepada perkara lain dengan anggapan bahwa dua perkara itu sama. Inilah di antara bentuk penyimpangan tersembunyi yang mereka lakukan terhadap dalil-dalil dari makna yang sebenarnya. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari perbuatan demikian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Besar kemungkinan, orang yang mengakui Islam dan mengetahui tercelanya tindakan menyimpangkan kata-kata dari makna sebenarnya itu, tidak akan melakukan penyimpangan semacam itu. Akan tetapi mereka mungkin melakukan hal itu tatkala ada kesamaran yang melintas pada dirinya, atau karena kebodohan yang menghalangi dirinya untuk mengetahui kebenaran, bahkan adakalanya disertai hawa nafsu yang membutakan hatinya untuk mengambil dalil dari sumbernya. Nah, bila sebab-sebab tersebut terkumpul jadilah dia seorang pelaku bid’ah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasannya sebagai berikut. Dalil syar’i yang mengandung suatu perintah global dalam urusan peribadatan, seperti: berdzikir, berdo’a, amalan-amalan sunnah yang dianjurkan, dan amalan-amalan lainnya yang pelaksanaannya tidak diatur tatacara pelaksanaannya oleh Allah Ta’ala, maka harus dilakukan oleh seorang mukallaf secara global juga. Jadi dalil tersebut harus dia pahami dari dua sisi: (yaitu) sisi maknanya dan bagaimana para Salafus salih mengamalkan dalil tersebut. Jiak seorang mukallaf mengerjakan perintah tersebut dengan tata cara tertentu, atau di waktu tertentu, dan dia konsisten melakukan itu sehingga dia menganggap bahwa tata cara, atau waktu, atau tempat tersebut adalah yang dimaksudkan oleh syari’at dengan tanpa dalil yang menunjukkan kepada hal itu, maka dalil yang global tersebut telah dia lepas dari makna seharusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memperjelas kita berikan gambaran demikian. Kita tahu, bahwa syari’at menganjurkan kita berdzikir kepada Allah Ta’ala. Lalu ada suatu kaum yang (senantiasa melakukannya) dengan cara berjama’ah secara serempak dengan satu suara, atau pada waktu tertentu, dengan dikomandoi oleg seorang seperti yang biasa terjadi di masjid-masjid, padahal kita tahu syari’at tidak menganjurkan yang seperti itu, bahkan justeru sebaliknya. Maka, perbuatan seperti itu jelas menyelisihi kaidah. Karena, pertama, dia telah meyelisihi kemutlakan suatu dalil dengan memberi batasan-batasan tertentu sekehendak akalnya; dan kedua, dia menyelisihi orang-orang yang lebih paham tentang syari’at daripada dirinya, yaitu para Salafus shalih. Padahal Rasulullah sendiri pernah meninggalkan suatu amalan –padahal beliau senang melakukannya- karena khawatir hal itu akan diikuti oleh manusia yang kemudian diwajibkan kepada mereka. Bukankah kita mengetahui, bahwa yang senantiasa Rasulullah lakukan secara jama’ah, bila bukan shalat fardhu berarti shalat sunnah muakkad, menurut para ulama, seperti dua shalat Id, yaitu Idul Fitri dan Idul adh-ha, shalat Istisqa’ (minta hujan), shalat kusuf (gerhana matahari), atau semisalnya? Beliau tidak melakukannya secara berjama’ah untuk shalat malam dan perbuatan-perbuatan sunnah lainnya, karena shalat-shalat tersebut hanya mustahab (yang dianjurkan) saja hukumnya. Rasulullah sendiri menganjurkan kita melaksanakan shalat-shalat tersebut secara sendiri-sendiri. Hal itu tidak lain karena bisa menyusahkan bila shalat-shalat tersebut pelaksanaannya ditunjukkan dan dinampakkan (dengan berjama’ah).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh kasus lain dalam hal ini adalah membiasakan berdo’a setelah sholat dengan cara bersama-sama dan mengeraskannya. Masalah ini akan dibahas secara khusus di bagian belakang Insya Allah Ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[6]. Ada Diantara Mereka Yang Menetapkan Perkara-Perkara Syar’i Berdasarkan Takwil Yang Tidak Bisa Diterima Akal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka mendakwakan (hasil penetapannya itu) bahwa itulah yang dimaksud dan yang diinginkan oleh syari’at. Sementara mereka tidak (memahami dalil-dalil syar’I) seperti yang dipahami oleh orang Arab. Mereka berkata: “Setiap apa yang terdapat dalam syari’at, baik menyangkut hal-hal yang harus dilakukan oleh manusia, masalah dikumpulkannya manusia dan membeberkannya amalan-amalan mereka (pada hari kiamat), serta perkara-perkara yang terkait dengan penyembahan (kepada Allah), maka itu adalah contoh-contoh urusan yang ghaib.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[7]. Berlebihan Dalam Mengangungkan Guru-Guru Mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka mendudukkan guru-guru mereka itu pada tempat yang tidak selayaknya. Kalau tidak karena berlebih-lebihan dalam beragama, berlebihan membela madzhab, dan berlebihan dalam mencintai pelaku bid’ah, tentu tidak akan ada pada pikiran seseorang untuk mengagungkan guru seperti itu. Akan tetapi Rasulullah telah bersabda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Artinya : Sungguh kalian akan mengikuti jalannya orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta" [HR.Bukhari no. 3456 dan Muslim no. 2669 dan yang lainnya dari hadist Abu Sa’id Al-Khudri]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, mereka itu berlebih-lebihan (terhadap guru-guru mereka) seperti halnya orang-orang Nasrani berlebih-lebihan terhadap ‘Isa bin Maryam, yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih Ibnu Maryam". Maka, Allah berfirman:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Artinya : Katakanlah (Wahai Muhammad), ”Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian dengan cara yang tidak benar. Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sejak dahulu telah sesat (sebelum kedatangan Muhammad) ; dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka pun tersesat dari jalan yang lurus" [Al-Ma’idah : 77]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah Bersabda:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Artinya : Janganlah kalian berlebih-lebihan (memuji)ku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan (memuji) ‘Isa Putera Maryam, tetapi katakanlah : (Aku ini) Hamba Allah dan Rasul-Nya". [HR. Bukhari no. 6830 dari Umar bin Al-Khathab]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangsiapa memperhatikan orang-orang (yang melakukan tindakan seperti di atas) niscaya akan menemukan banyak perbuatan bid’ah yang mereka lakukan dalam cabang-cabang syari’at. Karena, memang, yang namanya Bid’ah bila telah masuk ke dalam perkara pokok (ushul), maka akan mudah masuk kedalam cabang-cabangnya (furu’).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[8]. Berhujjah Dengan Mimpi-Mimpi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hujjah yang paling lemah adalah hujjah suatu kaum yang menyandarkan kepada mimpi-mimpi untuk melaksanakan atau meninggalkan suatu amalan. Mereka biasanya berkata, “Kami bermimpi bertemu dengan si fulan, -biasanya seseorang yang shalih-, lalu dia berkata kepada kami, ‘Tinggalkan amalan itu, dan lakukan amalan ini!” Sebagian yang lain berkata, “Aku bermimpi (berjumpa) Rasulullah di waktu tidur, lalu beliau berkata begini dan memerintahkan begitu,”kemudian mengamalkan atau meninggalkan suatu amalan berdasarkan mimpinya itu, berpaling dari batasan-batasan yang telah dibuat oleh syari’at.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jelas itu suatu kesalahan. Karena, menurut syari’at, selain mimpi para nabi sama sekali tidak bisa diambil sebagai hukum. Mimpi-mimpi tersebut harus dikembalikan kepada hukum-hukum syari’at yang ada. Kalau cocok dengan hukum syari’at, maka mimpi tersebut boleh diamalkan, namun bila tidak cocok, maka wajib ditinggalkan dan dijauhi. Mimpi bisa kita jadikan sebagai kabar gembira atau peringatan saja ; tidak bisa dijadikan ketetapan hukum. Dan tidak bisa kita berkata, “Mimpi adalah satu bagian dari kenabian yang tidak boleh diabaikan. Bisa jadi yang mengabarkan dalam mimpi itu adalah Rasulullah, karena beliau bersabda:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Artinya : Barangsiapa melihatku di waktu tidur maka dia benar-benar telah melihatku, karena syetan tidak dapat menyerupaiku.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 6993, Muslim no. 2266 dari Abu Hurairah. Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari no. 6994 dari Anas no. 6997 dan dari Abu Said Al-Khudri ; serta Muslim no. 2268 dari Jabir]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi pengabaran beliau pada saat tidur (mimpi) sama seperti pengabaran beliau pada saat terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Tidak bisa kita berkata seperti perkataan di atas), karena:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[1]. Jika mimpi adalah salah satu bagian dari kenabian, maka mimpi tersebut bukan merupakan wahyu secara keseluruhan, melainkan hanya sebagiannya saja. Sedangkan satu bagian itu tidak bisa menduduki tempat secara keseluruhan dalam segala sisi, melainkan hanya mendudukinya pada beberapa sisi saja. Mimpi bisa dipakai sebagai bentuk kabar gembira (bisyarah) dan peringatan (nidzarah) saja, tidak menjangkau aspek hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[2]. Mimpi merupakan bagian dari kenabian di antara syaratnya adalah harus merupakan mimpi yang benar dari seorang yang shalih. Padahal terpenuhinya syarat-syarat tersebut jelas membutuhkan penelitian, sehingga bisa jadi terpenuhinya dan bisa pula tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[3]. Mimpi sendiri terbagi-bagi. Ada mimpi yang merupakan mimpi biasa yang datangnya dari syetan; ada yang merupakan khayalan; dan ada juga yang merupakan rekaman peristiwa yang terjadi sebelum tidur. Kapan kita bisa menentukan mimpi yang benar sehingga bisa diambil sebagai patokan hukum dan mana mimpi yang tidak benar untuk kita tinggalkan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mimpi yang menggambarkan Rasulullah mengabarkan tentang suatu hukum pun perlu dilihat. Bila (di dalam mimpi orang tersebut) beliau mengabarkan tentang suatu hukum yang sesuai dengan syari’at, maka (pada hakekatnya) hukum yang dipegang adalah hukum yang telah ada (dalam syari’at) tersebut. Dan jika beliau mengabarkan tentang sesuatu yang menyelisihi (syari’at), maka itu mustahil. Karena setelah Rasulullah wafat, syari’at yang telah ditetapkan semasa hidupnya tidak akan manshukh (diganti dengan yang lainnya). Sebab agama Islam ini, meskipun Rasulullah telah wafat, ketetapan hukumnya tidak akan berubah dengan sebab mimpi seseorang. Karena hal itu suatu kebatilan menurut ijma’. Jadi barang siapa yang bermimpi (mendapati Rasulullah mengabarkan suatu hukum yang bertentangan dengan syari’at yang telah ada) itu, maka tidak boleh diamalkan. Dan pada saat tersebut kita katakana: Mimpi orang tersebut tidak benar. Karena kalau dia benar-benar (bermimpi) melihat Rasulullah, tentu beliau tidak akan mengabarkan sesuatu yang menyelisihi syari’at.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, mari kita bicarakan makna sabda Rasulullah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Artinya : Barangsiapa yang melihatku di waktu tidur, berarti ia telah melihatku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hal ini ada dua penafsiran, yaitu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makna hadist tersebut (adalah):&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Barangsiapa(bermimpi) melihatku sesuai bentuk di mana aku diciptakan maka ia telah melihatku; karena syetan tidak bisa menyerupaiku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena beliau tidak mengatakan, “Barang siapa yang berpendapat bahwa dia melihatku (dalam mimpi), maka dia telah melihatku”, tetapi mengatakan, “Barangsiapa melihatku (dalam mimpi) maka dia telah melihatku”. Darimana orang yang berpendapat bahwa dirinya melihat Rasulullah itu memastikan kalau yang dia lihat dalam mimpinya itu betul-betul wujud beliau? Jika dia tetap (bersikeras) telah melihat beliau, padahal dia tidak bisa memastikan kalau yang dilihatnya itu adalah betul-betul wujud beliau, maka ini adalah sesuatu yang sulit untuk dipercaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesimpulannya: Apa yang dilihat dalam mimpi seseorang bisa saja bukan Rasulullah, meskipun orang yang bermimpi meyakini bahwa itu adalah beliau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para ahli ta’bir mimpi berkata, “sesungguhnya syetan bisa mendatangi seseorang yang sedang tidur dalam bentuk tertentu, seperti dalam bentuk orang yang dikenal oleh yang bermimpi tersebut atau yang lainnya. Lalu (syetan) menunjukkannya kepada orang lain (sambil berkata): ‘Fulan ini adalah Nabi!’ Cara seperti itulah yang ditempuh syetan dalam menjalankan tipu dayanya terhadap orang yang bermimpi. Padahal, sosok Nabi mempunyai tanda-tanda tertentu. Kemudian, sosok yang ditunjukkan oleh syetan tersebut menyampaikan perintah atau larangan yang tidak sesuai dengan syari’at kepada orang (yang bermimpi). Orang yang bermimpi itu mengira kalau itu dari Rasulullah, padahal bukan, sehingga ucapan, perintah, atau larangan yang disampaikan dalam mimpi itu tidak boleh kita percaya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, jelaslah sudah permasalahan ini. Yaitu, bahwa suatu hukum tidak bisa diambil dari mimpi-mimpi sebelum dicocokkan terlebih dahulu dengan dalil, karena gambaran yang ada dalam mimpi kemungkinan tercampur dengan kebatilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya orang-orang yang lemah hatinya sajalah yang berdalil dengan mimpi dalam masalah hukum-hukum (syar’i). Memang, bisa saja orang yang dilihat (dalam mimpi) itu datang dengan membawa pemberitahuan, kabar gembira, maupun peringatan secara khusus, akan tetapi para ahli ta’bir mimpi itu tidak menjadikannya sebagai pedoman dalam menentukan hukum dan membangun suatu kaidah. Memang sikap yang benar dalam menyikapi apa yang terlihat dalam mimpi adalah dengan selalu berpatokan dengan syari’at yang ada, wallahu a’lam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangsiapa yang memperhatikan cara ahli bid’ah dalam berdalil, niscaya dia akan mengetahui bahwa mereka itu tidak memiliki alasan yang mapan. Karena alasan-alasan mereka itu terus saja mengalir berubah-ubah, tidak akan pernah berhenti pada satu alas an tertentu. Dan berdasarkan alasan-alasan itulah, orang-orang yang menyimpang dan orang-orang kafir mendasarkan penyimpanmgan dan kekufurannya, serta menisbatkan ajarannya itu kepada syari’at.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangsiapa yang tidak ingin terperosok ke dalam tindakan semacam itu, hendaknya mencari kejelasan jalan mana yang lurus baginya. Karena siapa yang berani meremehkan (hal ini), niscaya tangan-tangan hawa nafsu akan melemparkan kedalam berbagai kebinasaan yang tiada seorang pun dapat membebaskannya, kecuali bila Allah menghendaki lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[Disalin dari “Kutaib Muhtashar Al-I’tisham, Peringkas Syaikh Alawi bin Abdul Qadir As-Saqqaf, Penulis Abu Ishaq Ibrahim bin Musa ASy-Syathibi, Edisi Indonesia Ringkasan Al-I'tishom Imam Asy-Syathibi, Penerjemah Arif Syarifuddin, Penerbit Media Hidayah]&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7666083044695311441?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7666083044695311441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7666083044695311441&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7666083044695311441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7666083044695311441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/cara-ahlul-bidah-berargumentasi.html' title='CARA AHLUL BID’AH BERARGUMENTASI'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-616418938031678674</id><published>2011-07-24T00:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T00:06:26.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Riwayat-Riwayat Yang Menceritakan Kejelekan Sahabat</title><content type='html'>Oleh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Adanya riwayat-riwayat serta atsar-atsar yang menceritakan kejelekan para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, merupakan peluang besar bagi musuh-musuh Islam, baik dari dalam maupun dari luar, untuk berebut menghancurkan pilar-pilar Islam. Para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum adalah sanad pertama bagi sampainya Islam kepada seluruh kaum Muslimin di dunia. Jika sanad ini runtuh, maka runtuhlah kepastian kebenaran Islam. Pada gilirannya, kaum Muslimin pun tidak akan memiliki persepsi yang satu tentang Islam. Mereka akan berselisih pemahaman, dan akhirnya akan terpecah belah. Maka terpuruklah mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Perbedaan persepsi, perselisihan paham dan perbedaan madzhab akan mengakibatkan perpecahan fisik”. [1] Apalagi jika masalahnya menyangkut masalah prinsip ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab secara garis besar tentang riwayat-riwayat ini, perlu diingatkan kembali, bahwa kewajiban setiap orang beriman ialah memuji, mendoakan, memohonkan ampun, menyanjung, serta tidak mencela sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Itulah sikap Ahlu Sunnah wal-Jama’ah terhadap para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dalil-dalil tentang itu sangat banyak dan sudah banyak ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Ahlu Sunnah wal-Jama’ah selalu selamat lidah dan hati mereka dari cercaan, celaan, kebencian dan kedengkian tehadap para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Allah memberikan sifat kepada Ahlu Sunnah sebagai orang-orang yang selamat hati dan lidah mereka terhadap para sahabat ini dengan firman-Nya:[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (sesudah Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudarasaudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang.” [ al-Hasyr/59:10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan ayat ini, Imam Syaukâni rahimahullah menjelaskan:&lt;br /&gt;Barang siapa yang tidak memohonkan ampun kepada Allah untuk para sahabat secara keseluruhan, serta tidak memohonkan ridha Allah untuk mereka, berarti ia telah menyalahi perintah Allah dalam ayat ini. Jika seseorang mendapati suatu kebencian dalam hatinya terhadap sahabat, berarti ia telah tertimpa godaan setan dan telah dikuasai kemaksiatan yang besar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ia telah melakukan permusuhan kepada wali-wali Allah, generasi terbaik umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan telah terbuka baginya pintu kehinaan yang akan mengantarkannya masuk ke dalam neraka Jahanam, jika ia tidak segera memperbaiki dirinya dengan berlindung dan meminta pertolongan kepada Allah, supaya Allah mencabut kedengkian yang mewarnai hatinya kepada generasi terbaik dan paling utama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian, kedengkian yang ada dalam hatinya itu meluap hingga melahirkan cacian pada mulut terhadap salah seorang di antara mereka, berarti ia telah takluk pada kendali setan dan telah terjerumus ke dalam kemurkaan Allah. Penyakit akut ini hanya menimpa orang-orang yang termakan oleh ajaran Râfidhah (Syi’ah) atau terperangkap menjadi kawan bagi musuh-musuh Sahabat. Dia dipermainkan dan ditipu oleh setan dengan kedustaan-kedustaan, cerita-cerita bohong, serta kisah-kisah khurafat (tentang Sahabat). Setan telah memalingkan mereka dari Kitab Allah, kitab yang tidak bisa disentuh oleh kebatilan, baik dari arah depan maupun dari arah belakang.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ialah penjelasan mengenai riwayatriwayat yang menceritakan kejelekan dan kesalahan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dan dalam menghadapi riwayat riwayat yang menceritakan kejelekan dan kesalahan para sahabat, maka ada banyak hal yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Banyak di antara riwayat itu yang dusta dan palsu, seperti pemalsuan-pemalsuan riwayat yang dilakukan oleh kaum Râfidhah. Riwayat-riwayat dusta dan palsu, tentu tidak perlu lagi diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riwayat-riwayat itu sudah banyak ditambah, dikurangi atau dirubah dari yang semestinya. Sementara itu, keutamaan para sahabat serta keadilan mereka merupakan perkara yang pasti dan meyakinkan, sehingga perkara pasti dan meyakinkan ini, tidak bisa ditinggalkan hanya karena mengikuti riwayat yang kebenarannya sudah tercampur aduk dengan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Riwayat-riwayat yang shahîh tentang kesalahan para sahabat, maka dalam hal ini, mereka ma’dzûr (termaafkan). Sebab mereka melakukannya karena ijtihad -dan mereka adalah para mujtahid yang lebih berhak untuk berijtihad dibanding para mujtahid sesudahnya. Sedangkan ijtihad dari ahli ijtihad, apabila benar, maka mendapat dua pahala. Dan apabila salah, maka mendapat satu pahala, sedangkan kesalahannya dalam berijtihad dimaafkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahîh Bukhâri dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَ حَكَمَ الْحَا كِمُ فَا جْتَهَدَ ثُمَّ أصَابَ فَلَهُ أ جْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَا جْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أ جْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang hakim memutuskan hukum, ia berijtihad (dalam hukum itu) lalu benar ijtihadnya, maka ia mendapat dua pahala. Dan apabila ia memutuskan hukum, ia berijtihad (dalam hukum itu), kemudian ijtihadnya salah, maka ia mendapat satu pahala. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Para sahabat ialah manusia biasa, yang secara individual kadang melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang lain pada umumnya. Secara individual, mereka tidak ma’shum dari dosa kecil maupun besar. Tetapi jika seseorang di antara mereka melakukan dosa atau kesalahan, maka ia memiliki berbagai macam penghapus dosa. Di antaranya berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mereka memiliki hasanât (amal-amal kebaikan yang banyak) yang sudah terlebih dahulu dilakukan sebelum terpeleset dalam kesalahan. Juga memiliki keutamaan-keutamaan yang sangat banyak. Dimana hasanât dan keutamaan-keutamaan ini akan menghapuskan dosa-dosa yang mungkin dilakukannya. Misalnya kisah Hâthib bin Abi Balta’ah. Imam Bukhâri dan Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahîh masing-masing, bahwa Hâthib bin Abi Balta’ah hendak memberitahukan kepada orang-orang musyrik Quraisy tentang rencana penyerangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Mekah pasca perdamaian Hudaibiyah, dengan maksud supaya orang-orang musyrikin melindungi keluarganya yang masih tinggal di Mekkah. Tetapi hal itu diketahui oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas dasar wahyu, dan wanita musyrik yang menjadi suruhan Hâthib berhasil ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ‘Umar bin Khaththâb Radhiyallahu ‘anhu menawarkan diri untuk menghabisi Hâthib, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ قَدْ شَهِدَ بَدرًا وَمَا يُدْ رِيكَ لَعَلَّ اللَّه اطَّلعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْ تُ لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Hâthib telah turut serta dalam perang Badar. Tahukah engkau bahwa Allah telah menganugerahkan kedudukan kepada Ahli Badar? Sehingga Allah berfirman kepada mereka (artinya): “Lakukan apa saja yang kalian kehendaki, sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa-dosa kalian”? [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menunjukkan, betapapun besar kesalahan Hâthib Radhiyallahu ‘anhu, namun ia memiliki hasanât yang dapat menghapuskan kesalahan itu. Di antaranya ialah hasanât mengikut perang Badar. Membocorkan rahasia perang merupakan suatu kejahatan besar. Namun Hâthib tetap diampuni dosa-dosanya oleh Allah, karena beliau merupakan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki keutamaan besar dan memiliki penghapus-penghapus dosa. Maka, tidak ada seorang pun sesudah beliau yang berhak mencercanya. Radhiyallâhu ‘anhu wa ‘an Jamî’I ash-Shahâbah. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam surat Hûd/11 ayat 114:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hasanât yang dilakukan oleh selain sahabat saja dapat menghapuskan dosa-dosa yang ia lakukan, apalagi jika hasanât itu dilakukan oleh para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sesungguhnya pelipatgandaan nilai hasanât yang mereka miliki akan lebih banyak daripada orang lain sesudah mereka, sebab mereka adalah generasi terbaik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُو نَهُمْ ثُمَّ الَّذيْنَ يَلُونَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang yang sesudahnya, kemudian orangorang yang sesudahnya lagi.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Banyak sekali penghapus dosa yang dimiliki sahabat, merupakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh generasi sesudahnya. Misalnya: taubat, amal amal kebaikan yang banyak, syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau musibah duniawi yang dapat menghapus dosa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا يُصِِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يَهُمُّهُ إِلاَّ كُفَّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَا تِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah menimpa kepada seorang mukmin, baik sakit berkepanjangan, kepayahan hidup, tidak sehat, kesedihan, bahkan kegundahan yang mengganggunya, kecuali dengan sebab itu, kesalahan-kesalahannya akan dihapuskan.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selain Sahabat dapat terhapuskan dosanya disebabkan musibah yang menimpanya, maka terlebih lagi para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apabila dosa serta kesalahan sahabat yang jelas jelas saja diampuni dosanya, maka apalagi kesalahan-kesalahan yang masih dugaan yang diakibatkan karena ijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, kesalahan yang dialami sahabat, disamping begitu sedikitnya kesalahan itu, hanya terjadi dalam dua kemungkinan. Pertama, karena ijtihad yang salah. Dalam hal ini, mereka tetap mendapat pahala, sedangkan kesalahannya mendapat ampunan. Kedua, kesalahan yang bukan karena ijtihad. Dan ini lenyap dengan banyaknya hasanât serta keutamaan luar biasa yang dimiliki Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan besar Sahabat, secara garis besar sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Iman kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ini merupakan amal paling utama.&lt;br /&gt;• Jihad fi sabilillah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi kalimat Allah, dan ini merupakan dzirwah sanami al-Islam (puncak Islam tertinggi).&lt;br /&gt;• Hijrah fi Sabilillah. Ini termasuk amal yang paling utama.&lt;br /&gt;• Membela Dinullah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. [al-Hasyr/59:8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Ilmu nafi’ (bermanfaat) yang dimiliki oleh para Sahabat dan amal shalih mereka.&lt;br /&gt;• Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah umat terbaik sesudah para nabi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mereka adalah generasi umat Islam terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga makalah ini dapat menjadi sumbangsih bagi upaya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Islam, upaya menjaga keutuhan ajaran Islam, dan upaya memahamkan kepada umat tentang kedudukan tinggi para sahabat, sehingga umat tidak mudah dipengaruhi oleh kedustaan para musuh sahabat yang dihembuskan secara lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nas’alullâha at-Taufiq wa as-Sadad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marâji’:&lt;br /&gt;1. Al-I’tishâm, Imam asy-Syâthibi. Tahqîq: Syaikh Salim bin ‘Id al-Hilâli, Dâr Ibnu al-Qayyim dan Dâr Ibnu ‘Affan, Cetakan II, 1427 H/2006 M.&lt;br /&gt;2. Fathu al-Bâri Syarh Shahih al-Bukhâri, Ibnu Hajar al-‘Asqalâni.&lt;br /&gt;3. Muslim Syarh Nawawi. Tahqîq: Khalil Ma’mun Syiha, Dâr al-Ma’rifah, Cetakan III, 1417 H/1996M.&lt;br /&gt;4. Syarh al-‘Aqîdah al-Wâsithhiyyah, Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah, karya Syaikh Shâlih bin Fauzân al-Fauzân, Maktabah&lt;br /&gt;al-Ma’ârif, Riyadh, Cetakan VI, 1413 H/1993 M.&lt;br /&gt;5. Tafsir Fathu al-Qadîr, Imam asy-Syaukâni (wafat 1250 H), Dâr al-Ma’rifah, Beirut, tauzî’ Maktabah al-Ma’ârif, Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Lihat al-I’tishâm.&lt;br /&gt;[2]. Sebagaimana dikemukakan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah. Lihat Syarh al-Aqîdah al-Wâsithhiyah, karya Syaikh Shâlih bin&lt;br /&gt;Fauzân al-Fauzân, hlm. 184.&lt;br /&gt;[3]. Lihat Tafsir Fathu al-Qadîr, karya Imam asy-Syaukâni (wafat 1250 H), Dâr al-Ma’rifah, Beirut, tauzî’ Maktabah al-Ma’ârif, Riyâdh, tanpa tahun V/202, tentang Qs. al-Hasyr/59 ayat 10.&lt;br /&gt;[4]. HR Bukhâri, Kitab al-I’tishâm bi al-Kitâb wa as-Sunnah, no. 7352 dan Muslim, Kitâb al-Aqdhiyah, Bab: Bayân Ajri al-Hâkim idza Ijtahada, no. 4462. II/239-240 – Syarh Nawâwi, Tahqîq: Khalîl Ma’mun Syiha.&lt;br /&gt;[5]. Lihat Fathu al-Bâri Syarh Shahîh al-Bukhâri, VII/519, hadits no. 4274, Kitab al-Maghâzî dan Muslim Syarh Nawawi, XVI/272-273, hadits no. 6351, Tahqîq: Khalil Ma’mun Syiha.&lt;br /&gt;[6]. HR Bukhâri dan Muslim, dari hadits Ibnu Mas’ûd. Lihat Fathu al-Bâriy, Ibnu Hajar al-‘Asqalâni, V/259, hadits no. 2652, dan Shahîh Muslim Syarh Nawawi, XVI/302-303, hadits no. 6419, Tahqîq: Khalîl Ma’mûn Syiha.&lt;br /&gt;[7]. HR Bukhâri, Kitab al-Mardhâ, no.5641 dan 5642. Muslim, Kitab al-Adab: al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, no. 6513, XVI/326 – Syarh Nawawi, Tahqîq: Khalil Ma’mun Syiha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-616418938031678674?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/616418938031678674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=616418938031678674&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/616418938031678674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/616418938031678674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/riwayat-riwayat-yang-menceritakan.html' title='Riwayat-Riwayat Yang Menceritakan Kejelekan Sahabat'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5884682636484957263</id><published>2011-07-04T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T01:31:00.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>ANTARA IJTIHAD DAN TAKLID</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Azhar Robani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kita maklumi, dalam beragama, kita wajib mengikuti apa yang telah diturunkan Allah kepada RasulNya. Yang semuanya, secara sempurna telah disampaikan dan dijelaskan Rasulullah kepada kita. Tidak ada sedikitpun yang tertinggal. Sehingga wajib bagi kita untuk mentaati Allah dan RasulNya, serta mengembalikan sesuatu yang diperselisihkan kepada keduanya. Dan kita harus berpaling dari apa yang menyelisihi Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, meskipun hal itu datang dari seorang imam mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkara agama, terdapat masalah masalah agama yang ditetapkan hukumnya dengan nash yang qath’i, baik tsubut dan dalalahnya, ada yang ditetapkan dengan ijma’ ulama; dan ada yang ditetapkan dengan nash yang tidak qath’i dalam tsubut atau dalalahnya, atau tidak ada nash dalam masalah tersebut, serta para ulama berbeda-beda pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kelompok masalah pertama dan kelompok masalah kedua, persoalannya mudah. Semua orang wajib menerima dan mengikutinya, serta tidak boleh menyelisihinya, baik dia seorang ulama atau seorang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila tidak ada nash dalam suatu masalah dan para ulama berbeda pendapat? Apa yang harus dilakukan seseorang? Apakah dia harus berijtihad untuk mengetahui hukum masalah tersebut, ataukah bertaklid kepada ijtihad orang lain? Untuk bisa memahami persoalan ini, berikut ini kami angkat penjelasan mengenai ijtihad dan taklid, sehingga seorang muslim bisa menempatkan dirinya berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapinya. Apakah seseorang harus berijtihad ataukah bertaklid kepada suatu pendapat tertentu? Makalah ini ditulis berdasarkan kitab Syarhul Ushul Min Ilmil Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, dan Ad Durrat Al Bahiyyah Fi At Taqlid Al Madzabiyyah, Muhammad Syakir Asy Syarif. Semoga bermafaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IJTIHAD&lt;br /&gt;Pengertian Ijtihad, menurut makna leksikal berarti mencurahkan semua kemampuan untuk menghasilkan perkara yang besar. Adapun menurut istilah, ijtihad ialah, mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahui hukum syar’i. Adapun seorang yang mencurahkan semua kemampuannya untuk mengetahui hukum syar’i, disebut mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, seorang yang mengambil sebuah kitab, melihat kandungannya, dan menghukumi dengan hukum yang sesuai dengan kitab tersebut, maka dia tidak bisa dikatakan sebagai mujtahid, karena dia hanya mengikuti penulis kitab. Adapun orang yang meruju‘ kepada kitab-kitab dan mengkajinya bersama ulama untuk merumuskan hukum dalam suatu masalah sehingga berhasil menyimpulkan suatu hukum tertentu, maka orang ini dinamakan mujtahid, karena telah mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-Syarat Berijtihad&lt;br /&gt;1. Mengetahui Dalil-Dalil Syar’i Yang Diperlukan Dalam Berijtihad.&lt;br /&gt;Apabila seorang berijtihad dalam masalah ahkam (hukum-hukum), maka dia harus mengetahui ayat-ayat dan hadits-hadits hukum. Sedangkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah aqidah, tidak harus diketahui karena hal itu tidak berkait dengan ijtihadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengetahui Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Keshahihan Hadits Dan Kelemahannya.&lt;br /&gt;Bila seseorang tidak mengetahui hal-hal yang berkait dengan keshahihan hadits dan kelemahannya, maka ia bukan seorang mujtahid. Sebab, bisa jadi, dia menetapkan hukum berdasarkan hadits dha’if dengan menolak hadits yang shahih. Oleh karena itu, seorang mujtahid harus memiliki ilmu hadits dan rijalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengetahui Nasikh Dan Mansukh Dan Perkara - Perkara Yang Sudah Disepakati Ulama.&lt;br /&gt;Seorang mujtahid harus mengetahui nasikh dan mansukh. Karena, jika tidak mengetahuinya, maka terkadang dia menghukumi berdasarkan ayat atau hadits yang telah dimansukh. Padahal sudah dimaklumi, hadits yang telah dimansukh tidak boleh digunakan dalam penetapan hukum, karena kandungan hukumnya telah dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga masalah-masalah yang sudah menjadi ijma’ di kalangan ulama, seorang mujtahid, harus mengetahuinya agar tidak menghukumi dengan sesuatu yang menyalahi ijma’. Oleh karena itu, sebagian ulama muhaqqiq, apabila mereka menyatakan suatu pendapat dan belum mengetahui keberadaan pendapat yang menyelisihinya, mereka menggantungkan penetapan hukumnya dengan “bila tidak ada ijma”. Seperti halnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yang masuk kategori ulama yang paling luas penguasaannya tentang khilaf, kadang-kadang dia mengatakan “pendapat ini benar, jika ada ulama yang mengatakannya”. Artinya, jika tidak ada orang yang mengatakannya, maka perkataan tersebut tertolak karena menyelisihi ijma’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengetahui Substansi Dalil-Dalil, Yang Menyebabkan Terjadinya Perbedaan Hukum.&lt;br /&gt;Seorang mujtahid harus mengetahui substansi yang tersimpan dalam dalil-dalil, yang mengakibatkan munculnya hukum yang berbedabeda, misalnya seperti takhshish (pengkhususan), taqyid (pembatasan), dan lain-lain. Sebab, kalau ia buta tentang itu, maka mungkin menghukumi dengan keumuman kandungan dalil, padahal ada dalil lain yang mengkhususkannya atau terpaku pada kemutlakan dalil, sementara terdapat dalil lain yang mentaqyidkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, seseorang membaca hadits “Di dalam panenan yang diairi dengan air hujan zakatnya sepersepuluh”.[Shahih diriwayatkan oleh Bukhari no. 1412]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini terdapat dua keumuman. Yaitu keumuman dalam ukurannya, dan keumuman dalam jenisnya. Ukurannya, mencakup ukuran sedikit dan banyak. Dan jenisnya, mencakup setiap jenis yang diairi oleh air hujan. Lalu dia memegangi hadits ini dan berkata “Zakat wajib dikeluarkan dari hasil panenan yang keluar dari bumi dari jenis apa saja, dan dengan ukuran berapa saja”. Ini adalah keliru, karena dia harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hukum yang berupa takhshish yang terdapat dalam dalil lain. Yang benar, dua keumuman tersebut ditakhshish oleh sabda Nabi “Tidak ada (kewajiban) shadaqah (zakat) dalam panenan yang kurang dari lima wasaq”. (Shahih diriwayatkan oleh Bukhari no. 1541 dan Muslim no. 1541) Dengan demikian, maka tidak wajib zakat kecuali jika hasil panenan bisa diukur dengan wasaq (nama takaran) dari jenis makanan, dan ukurannya sudah mencapai lima wasaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengetahui Dalalah Lafazh-Lafazh (Karakter Petunjuk Kata) Dalam Bahasa Arab Dan Ushul Fiqih.&lt;br /&gt;Seorang mujtahid harus mengetahui dalalah lafazh-lafazh, seperti ‘amm, khas, mutlaq, muqayyad, mujmal, mubayyan dan lain-lainnya. Dengan demikian, dia bisa menghukumi sesuai dengan dalalah-dalalah tersebut. Seseorang, apabila tidak mengetahui apa yang dinamakan ‘amm – misalnya- maka ia tidak tahu bahwa lafazh ini berarti umum atau khusus, sehingga tidak mungkin bisa beristimbat hukum secara benar. Karena bisa jadi, lafazh yang tidak umum dianggap umum, dan dia tidak mengetahuinya. Seperti itu juga pada dalalah lafazhlafazh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memiliki Kemampuan Untuk Beristimbat Hukum Melalui Dalil-Dalilnya.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, syarat ini adalah sebagai output (buah) dari syarat-syarat sebelumnya. Terkadang seseorang memiliki syarat-syarat di atas, tetapi tidak bisa beristimbat dan justru bertaklid kepada orang lain. Dia berpendapat dengan pendapat yang dikatakan oleh orang lain. Maka seorang mujtahid, harus memiliki kemampuan untuk beristimbat (menarik kesimpulan) hukum dari dalil-dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOLEHKAH BERIJTIHAD DALAM SATU BAB ATAU SATU MASALAH SAJA?&lt;br /&gt;Ijtihad itu terklasifikasi. Maksudnya, seseorang dapat melakukan ijtihad dalam sub pembahasan tertentu dalam suatu bab atau dalam masalah tertentu dari masalahmasalah ilmu, tetapi dia tidak dikatakan mujtahid pada selain bab atau masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, seseorang ingin meneliti masalah mengusap dua sepatu, lalu dia merujuk perkataan-perkataan ulama dan dalil-dalil, sehingga sampai bisa menguatkan pendapat yang rajih dan membantah pendapat yang lemah. Maka orang itu bisa dikatakan mujtahid, tapi dalam bab ini saja, bukan dalam bab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG HARUS DILAKUKAN MUJTAHID?&lt;br /&gt;Seorang muqallid tidak perlu bersusah payah. Cukup baginya bertanya kepada seseorang atau mengambil sebuah kitab, lalu dia menghukumi dengan hukum yang ada di dalamnya. Tetapi seorang mujtahid harus mencurahkan semua kemampuannya untuk mengetahui kebenaran. Apabila dia telah mencurahkan semua kemampuannya dan merujuk dalil-dalil dan perkataanperkatan ulama, lalu kebenaran nampak jelas baginya, maka wajib baginya untuk menghukumi dengan hukum maka dia mendapatkan satu pahala. [Shahih diriwayatkan oleh Bukhari no. 6919 dan Muslim no. 1716]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini secara tegas menjelaskan, jika seorang mujtahid salah dalam ijtihadnya, maka dia mendapatkan satu pahala, karena telah optimal dan bersungguhsungguh untuk mengetahui kebenaran, akan tetapi belum mandapatkan taufik sampai kepada kebenaran, maka dia mendapatkan pahala bersusah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pahala dalam menepati kebenaran, maka dia tidak mendapatkannya, lantaran hasil ijtihadnya belum bersesuaian dengan kebenaran. Adapun apabila dia berijtihad dan hasil ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua pahala. Pahala yang pertama, karena bersusah payah dalam ijtihad dan mencari dalil. Sedangkan pahala kedua, karena mencocoki kebenaran, yang berarti menampakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang mujtahid telah berijtihad dan mengkaji dalil-dalil dan perkataan-perkataan ulama, tetapi kebenaran tidak nampak jelas baginya, maka dia wajib tawaquf (tidak mengambil sikap) dan jangan menghukumi dengan ijtihadnya. Dalam keadaan seperti ini, dia diperbolehkan bertaklid karena terpaksa (darurat). Allah berfirman, artinya : Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. [Al Anbiya‘ : 7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKLID&lt;br /&gt;Pengertian Para ulama hampir sepakat dalam mendefisikan taklid. Yaitu, menerima perkataan orang lain tanpa hujah. Berdasarkan pengertian ini, orang yang mengambil perkataan orang tanpa dasar hujjah, maka dia muqallid. Sedangkan orang yang mengambil perkataan orang lain dengan dasar hujjah, maka bukan muqallid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hujjah itu berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Bagi seorang mujtahid atau orang yang belum sampai tingkatan ijtihad, tetapi dia bisa memahami dalil dan mentarjih dengan cara yang benar, maka hujjah baginya adalah dalil khusus; dan dia tidak boleh menerima perkataan orang, kecuali dengan dalil khusus yang membenarkannya. Adapun bagi orang yang awam tidak bisa memahami makna-makna nash (dalil), maka hujjah baginya adalah dalil umum, yaitu kembali kepada ahlul ilmi yang menguasai Al Kitab dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, ada sebagian ulama yang mendefinisikan taklid dengan pengertian lain. Yaitu, menerima perkataan orang dan kamu tidak mengetahui dari mana orang itu mengatakannya (mengambilnya). Jadi, orang yang mengambil perkataan orang lain tanpa mengetahui dalil khusus yang membenarkannya, disebut muqallid, meskipun dia mengambilnya berdasarkan hujjah dalil umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksudkan oleh pengertian yang kedua itu adalah taklid yang tercela, maka pengertian ini tidak benar, sebab tanpa mengetahui dalil khusus yang menunjukkan perkataan tersebut tidaklah tercela. Tetapi jika yang dimaksudkan taklid itu ada dua macam, yaitu tersebut. Jika dia benar dalam ijtihadnya, maka dia mendapatkan dua pahala. Dan jika dia salah dalam ijtihadnya, maka dia mendapatkan satu pahala, dan kesalahannya diampuni. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, artinya : Apabila seorang hakim menghukumi lalu berijtihad dan benar, maka dia mendapatkan dua pahala, dan apabila dia menghukumi lalu berijtihad dan salah, taklid yang tercela sebagaimana pada pengertian yang pertama, dan tidak tercela sebagaimana pada pengertian yang kedua, maka pengertian tersebut dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, sebagian ulama yang mendefinisikan taklid dengan pengertian pertama, menamakan taklid pada macam yang kedua. Padahal sebaiknya, jenis taklid ini diberi nama tersendiri yang membedakannya dengan taklid yang tercela, sehingga tidak terjadi campur-aduk dalam penggunaan istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga ulama yang tetap mencela taklid secara umum, dan memberikan nama pada jenis yang kedua dengan nama yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdullah bin Khuwaiz Mandad Al Bashri Al Maliki dalam menjelaskan hal itu mengatakan : “Setiap yang kamu ikuti perkataanya tanpa wajib bagimu untuk mengikutinya, karena adanya suatu dalil, maka berarti kamu bertaklid kepadanya. Taklid dalam agama Allah tidak benar. Dan setiap orang yang dalil mewajibkanmu untuk menerima perkataanya, maka berarti kamu berittiba’ kepadanya. Ittiba` di dalam agama itu benar, dan taklid dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Asy Syaukani mengatakan: “…Persoalannya tidak seperti yang mereka sebutkan, karena di sana masih ada perantara lain di antara ijtihad dan taklid, yaitu bertanyanya orang yang jahil kepada orang ‘alim (berilmu) tentang masalah agama yang dihadapinya, bukan dari semata-mata pendapatnya dan ijtihadnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Hazm menamakan bertanyanya orang jahil kepada orang ‘alim dengan nama ijtihad. Dia mengatakan: “Dan ijtihadnya orang awam, (yaitu) apabila dia bertanya kepada orang ‘alim tentang urusanurusan agamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPAN SESEORANG BERTAKLID?&lt;br /&gt;Taklid bisa dilakukan oleh seseorang karena adanya salah satu di antara dua keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Orang awam yang tidak bisa mengetahui hukum dengan dirinya sendiri. Maka dia wajib bertaklid dengan bertanya kepada ulama. Karena Allah berfirman, artinya: Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. [Al Anbiya‘:7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam seperti ini dianjurkan untuk memilih orang yang lebih utama keilmuannya dan kewara’annya. Kalau menurutnya ada dua orang yang sama dalam keilmuan dan kewara’annya, maka dia boleh memilih di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada seorang awam mendengarkan seorang alim mengatakan “perhiasan itu wajib dizakati”. Kemudian ia juga mendengar ada seorang alim lainnya mengatakan “perhiasan itu tidak ada zakatnya”. Di sini, dia dihadapkan kepada dua pendapat. Maka dia boleh memilih salah satunya, tetapi hendaknya bertaklid kepada yang lebih dekat kepada kebenaran karena keilmuan dan kewara`annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Seorang mujtahid yang menghadapi persoalan yang harus segera dijawab, tetapi ia tidak memiliki kelonggaran waktu untuk berijtihad. Ia juga tidak mungkin merujuk kitab-kitab, dalil-dalil ataupun menelaah perkataan-perkataan ulama, maka dia boleh bertaklid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin mencontohkan, apabila beliau tidak mampu mengetahui hukum suatu masalah dan hal itu melelahkannya. Maka biasanya beliau bertaklid kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Menurut Syaikh Utsaimin, perkataan Syaikhul Islam lebih dekat kepada kebenaran dari pada ulama lain. Tetapi dalam hal ini, bukan berarti tidak boleh bertaklid kepada yang lain, karena pendapat yang rajih ialah, apabila ada dua orang ‘alim, salah satunya lebih utama dari pada yang lain, maka tidak mesti wajib bertaklid kepada yang lebih utama, tapi boleh juga bertaklid kepada yang tingkatannya di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM TAKLID&lt;br /&gt;1. Taklid Umum.&lt;br /&gt;Yaitu berpegang kepada madzhab tertentu, mengambil rukhshah-rukhshah dan azimahazimahnya dalam semua perkara-perkara agamanya. Sebagai contoh, seseorang bermadzhab Hambali. Dia berpegang kepada madzhab ini dan mengambil rukhshah-rukhshah dan azimah-azimahnya. Azimah ialah, masalah-masalah yang wajib atau haram. Dan rukhshah ialah, masalah selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dia mengatakan “Saya seorang Hambali (pengikut madzhab Hambali), dan saya akan mengikuti madzhab Hambali di dalam semua hal”. Seperti itu juga yang dilakukan oleh orang bermadzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, atau lainnya. Itulah yang dinamakan dengan taklid umum. Yaitu seseorang bertaklid kepada madzhab, mengambil rukhshah-rukhshah dan azimah-azimahnya, serta tidak melihat kepada madzhab-madzhab lain atau kepada perkataan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang taklid ini, para ulama berbeda pendapat. Di antara para ulama ada yang mewajibkannya, karena pintu ijtihad telah ditutup untuk mutaakhirin. Ini adalah pendapat yang sangat batil, karena mengharuskan makna-makna Kitab dan Sunnah telah terkunci rapat. Padahal Al Qur‘an dan Sunnah merupakan petunjuk dan penjelasan bagi manusia sejak terutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai datangnya hari Kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya: Sungguh aku tinggalkan kepada kalian sesuatu, yang jika kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan sesat sesudahku, yaitu Kitab Allah [Shahih diriwayatkan oleh Muslim no. 1218]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada yang mengharamkannya, karena berpegang teguh secara mutlak dalam mengikuti (ittiba) kepada selain Rasulullah. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya pada pendapat yang mengatakan wajib, terdapat ketaatan kepada selain Nabi dalam setiap perintah dan larangan. Hal itu menyelisihi ‘ijma. Dan diperbolehkannya terdapat hal yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Taklid Khusus.&lt;br /&gt;Yaitu mengambil perkataan tertentu dalam persoalan tertentu. Syaikh Utsaimin menjelaskan perihal taklid khusus ini dengan mencontohkan tentang dirinya. Beliau bertaklid kepada Imam Ahmad dalam masalah yang dalilnya tidak jelas baginya. Umpamanya ada suatu permasalahan dan waktunya sempit, sehingga beliau tidak mungkin meneliti masalah tersebut dengan dalil-dalilnya, kemudian beliau memutuskan untuk bertaklid kepada Imam Ahmad dalam masalah ini secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklid khusus ini diperbolehkan, apabila seseorang tidak mampu mengetahui kebenaran dengan berijtihad, baik karena benar-benar tidak mampu, atau mampu tetapi sangat berat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Dari pemaparan uraian ini, kita bisa mengetahui, bahwa itjihad merupakan perkara yang memiliki konsekwensi. Tidak sembarang orang bisa melakukan ijtihad, karena untuk bisa berijtihad, seseorang harus memiliki dan menguasi seperangkat ilmu pendukungnya. Begitu pula bagi seorang alim yang memiliki kemampuan, namun manakala telah berijtihad dan mengkaji dalil-dalil dan perkataan ulama, tetapi kebenaran tidak nampak jelas baginya, maka ia wajib tawaquf (tidak mengambil sikap) dan jangan menghukumi dengan ijtihadnya. Dalam keadaan seperti ini, dia diperbolehkan bertaklid karena terpaksa (darurat). Terlebih lagi dengan diri kita sebagai orang awam, atau orang yang baru mempelajari masalah din, tentu tidak memiliki kapasitas untuk berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah taklid, terbagi menjadi dua macam, yang terpuji dan tercela. Taklid yang terpuji ialah, mengambil perkataan orang lain dengan hujjah. Taklid terpuji juga mempunyai nama lain, yaitu: ittiba’, su‘alul ‘alim (bertanya kepada ulama), dan ijtihad orang awam. Adapun taklid yang tercela ialah, mengambil perkataan orang lain tanpa hujjah. Tentu di dalam berijtihad ataupun bertaklid, seseorang harus menimbangnya berdasarkan Kitabullah, Sunnah Nabi n dan Ijma’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji‘ :&lt;br /&gt;- Syarhul Ushul Min Ilmil Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Penerbit Al Mktabah At Taufiqiyah, Al Qahirah – Mesir.&lt;br /&gt;- Ad Durrat Al Bahiyyah Fi At Taqlid Al Madzhabiyyah , Muhammad Syakir Asy Syarif, cet. I th 1408 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5884682636484957263?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5884682636484957263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5884682636484957263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5884682636484957263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5884682636484957263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/antara-ijtihad-dan-taklid.html' title='ANTARA IJTIHAD DAN TAKLID'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-3893040312236556710</id><published>2011-07-04T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T01:31:37.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>SEPAK TERJANG SYI'AH DI INDONESIA</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kaum Syi'ah di negeri ini semakin jelas khususnya dimulai ketika terjadi revolusi Iran yang mengantarkan ajaran atau (tepatnya disebut) dîn (agama) Syi'ah untuk menguasai Iran sebagai agama penguasa setelah pemerintahan Reza Fahlevi runtuh.Setelah terjadi revolusi di Iran di penghujung tahun 1979, mereka mulai menyebarkan ajaran mereka ke seluruh negeri Islam dengan mengatasnamakan dakwah Islam. Terutama ke negeri Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah kaum Muslimin. Ada tiga faktor yang menyebabkan Syi'ah mudah masuk ke Indonesia. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Kaum Muslimin terbelakang dalam pemahaman terhadap aqidah Islam yang shahîhah (benar) yang berdasarkan al-Qur’ân dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Mayoritas kaum Muslimin pada saat itu sangat jauh dari manhaj Salafus Shâlih. Mereka hanya sekedar mengenal nama yang agung ini, namun dari sisi pemahaman pengamalan dan dakwah jauh sekali dari pemahaman dan praktek Salaful ummah (generasi terbaik umat Islam). Memang ada sebagian kaum Muslimin yang menyeru kepada al-Qur’ân dan Sunnah, tetapi menurut pemahaman masing-masing tanpa ada satu metode yang akan mengarahkan dan membawa mereka kepada pemahaman yang shahîh (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Kebanyakan kaum Muslimin termasuk tokoh-tokoh mereka di negeri ini kurang paham atau tidak paham sama sekali tentang ajaran Syi'ah yang sangat berbahaya terhadap Islam dan kaum Muslimin, bahkan bagi seluruh umat manusia. Pemahaman mereka terhadap ajaran Syi'ah sebatas Syi'ah sebagai madzhab fiqh, sebagaimana madzhab-madzhab yang ada dalam Islam yang merupakan hasil ijtihad para ulama seperti Imam Syafi’i, Abu Hanîfah, Mâlik, dan Ahmad dan lain-lain. Mereka mengira perbedaan antara Syi’ah dengan madzhab yang lain hanya pada masalah khilâfiyah furû’iyyah (perbedaan kecil). Oleh karena itu, sering kita dengar, para tokoh Islam di negeri kita ini mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara kita dengan Syi'ah kecuali sekedar perbedaan furu’iyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tiga sebab ini, Syi’ah bisa masuk ke negeri ini dan mempengaruhi sebagian kaum muslimin. Mereka menamakan perjuangan mereka perjuangan islam untuk menegakan daulah islamiyah.1 Padahal pada hakekatnya untuk menegakan daulah râfidhah. Mereka hendak meyebarkan dan mendakwahkan ajaran mereka. Karena dalam pandangan mereka, tidak ada hukum Islam kecuali yang diambil dari ajaran ini dan ditegakan oleh mereka. Khomaini, pemimpin mereka telah menulis beberapa kitab. Tiga diantara kitab-kitab ini menjelaskan dengan gamblang kepada kita tentang jati diri penulis dan para pengikutnya. Tiga kitab itu adalah ; pertama, kitab Hukumâtul Islamiyah; kedua, kitab Tahrîrul Wasîlah; ketiga, kitab Jihâdun Nafs atau dengan judul Jihâdul Akbar. Dalam tiga kitab ini, khususnya dalam kitab Hukumâtul Islamiyah, Khomaini secara tegas tanpa taqiyyah menyatakan beberapa hal penting sebagai dasar pada agama mereka. Diantaranya dua point yang sangat mendasar yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak ada hukum kecuali hukum Syi'ah. Jadi yang dimaksudkan dengan Hukumatul Islamiyah adalah hukum Rafidhah&lt;br /&gt;- Tidak ada negeri Islam kecuali yang di tegakan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu mereka menyeru agar kaum Muslimin mengikuti mereka. Berbagai upaya dilakukan, misalnya mengirimkan dai-dai ke seluruh negeri-negeri Islam atau dengan istilah pertukaran pelajar, atau cendikiawan, mempertemukan tokoh-tokoh mereka dengan tokoh-tokoh kaum Muslimin untuk mempersatukan Islam. Sebuah tanda tanya besar ! Padahal yang diinginkan adalah agar kaum Musliminmengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Hukumâtul Islamiyah juga, Khomaini dengan tegas mengatakan bahwa derajat imam-imam mereka lebih tinggi dari derajat para nabi dan rasul bahkan para malaikat. Dalam kitab itu juga, Khomaini tidak mengenal Daulah Islamiyah kecuali yang ditegakkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, adapun tiga khalifah sebelum Ali Radhiyallahu 'anhu yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman tidak dianggap sebagai kaum muslimin. Bahkan dalam kitab Jihâdul Akbar, Khomaini dengan tegas melaknat sahabat agung, penulis wahyu, ipar Rasulullah dan pamannya kaum Muslimin yaitu Mu’âwiyah bin Abi Sufyân. Khomaini mengatakan bahwa Mu’âwiyah terlaknat di dunia dan di akhirat dengan mendapat adzab di akhirat. Seolaholah dengan perkataannya ini, dia mengetahui perkara yang ghaib. Apakah Allah Azza wa Jalla telah mengikat perjanjian dengan dia ? Apakah Allah telah memberikan berita ghaib kepadanya ? sehingga dengan tegas dia berani mengucapkan perkataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukan betapa kuat kebencian dan dendamnya yang membara kepada para pembesar kaum Muslimin yaitu para sahabat Radhiyallahu 'anhum. Oleh karena itu, ketika mengetahui perkataan-perkataan Khomaini dalam ketiga kitabnya tersebut, sebagian tokoh kaum muslimin berbalik dan menyadari bahwa apa yang disuarakan “Persatuan dan Kesatuan Umat Islam”, “Tidak ada perbedaan antara mereka kecuali masalah furu’ saja”, semuanya adalah kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AJARAN SYI’AH MASUK INDONESIA&lt;br /&gt;Diawal tahun 1980, ajaran Syi’ah mulai masuk ke Indonesia, walaupun (sebatas yang saya ketahui) ketika itu, pemerintah awalnya menolak kedatangan tokoh tokoh Syi'ah ke indonesia untuk memperkenalkan ajaran mereka. Tetapi ada beberapa tokoh di Indonesia ini yang sangat berjasa bagi kelompok Rafidhah ini, diantaranya dua orang tokoh yang sangat berjasa. Keduanya berhasil meyakinkan pemerintah bahwa yang datang ini bukanlah murid-murid Khomaini tetapi lawan-lawannya serta mereka tidak membawa ajaran Khomaini. Pemerintah yang memang tidak paham ajaran Syi'ah [2], akhirnya memberikan ijin. Sejak itu, masuklah ajaran Syi’ah ke negeri kita ini. Secara pribadi, ketika itu, saya (penulis) telah mengingatkan kepada sebagian ustadz dan kaum Muslimin bahwa kalau kita tidak menjalaskan masalah Syi’ah ini kepada ummat, maka ajaran akan berkembang dan masuk ke berbagai lapisan masyarakat. Namun, sangat disesalkan, mereka tidak mengindahkannya dan tetap menganggap perbedaan antara kita dengan Syi'ah hanya dalam masalah furu’iyyah. Padahal perbedaan kita dengan Syi'ah Raafidhah adalah perbedaan ushûl (pokok-pokok agama) dan furu’ yang keduanya tidak mungkin disatukan kecuali kalau salah satunya meniggalkan ajaran agamanya. Di antara perbedaan ushûl (pokok) yang sangat mendasar sekali yang kalau diyakini oleh seseorang maka akan menyebabkan seorang itu murtad yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Keyakinan mereka bahwa al-Quran yang ada ditangan kaum muslimin saat ini, yang dibaca, yang dihafal dan diyakini sebagai kitabullah yang diwahyukan kepada hambaNya dan RasulNya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam melalui perantara Malaikat jibril Alaihissallam, telah tidak asli lagi. Menurut Syi’ah, al-Qur’ân telah dirubah, atau dikurangi oleh para sahabat yang dipimpin oleh tiga sahabat mulia yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsmân dan para sahabat lainnya. Keyakinan ini bisa menghancurkan seluruh isi al-Qur’ân, karena Allah Azza wa Jalla telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran,dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya [al Hijr/15:9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ajaran Râfidhah yang terus-menerus mereka katakan sampai saat ini, baik dengan lisan maupun tulisan bahwa al-Qur’ân yang asli adalah al-Qur’ân yang tiga kali lebih besar dibandingkan al-Qur’ân kita dan sangat berbeda dengan dengan al-Qur’ân. Al-Qur’an yang asli ini nanti akan dibawa oleh imam Mahdi menurut versi mereka dan dinamakan Mushaf Fathimah. Ini keyakinan mereka, walaupun sebagian mereka mengingkarinya tetapi pengingkaran itu hanya omong kosong karena ini merupakan taqiyah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau keyakinan ini diyakini oleh kaum muslimin maka tidak diragukan lagi bahwa dia telah murtad, keluar dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Pengkafiran mutlak terhadap seluruh sahabat, seperti Abu Bakar as-shiddîq, Umar al-Fârûq, Utsmân Dzunnûrain dan seluruh sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali beberapa sahabat yang jumlahnya sangat sedikit sedangkan selain yang sedikit ini semuanya kufur. Meyakini ini berarti membantah isi al-Qur’ân yang menyatakan keimanan dan kebesaran para sahabat serta keridhaan Allah Azza wa Jalla terhadap mereka. Kalau seorang muslim dan muslimah meyakini keyakinan ini berarti mereka telah murtad, keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua keyakinan Râfidhah ini tidak mungkin disatukan dengan keyakinan yang ada dalam Islam. Artinya, tidak mungkin seorang muslim dan seorang Râfidhi (Penganut agama Syi’ah) bersatu karena keyakinannya sangat berbeda. Ini berdasarkan dalil naqliyah dan aqliyah yang shahih yang memiliki ketegasan. Oleh karena itu para ulama zaman dahulu menyatakan bahwa orang yang paling bodoh terhadap dalil dalil naqliyah dan aqliyah serta paling sesat jalannya diantara orangorang mengaku Islam adalah Syi’ah atau Rafidhah ini. Karena dengan tegas, mereka membenarkan apa yang di dustakan dengan dalil-dalil naqliyah sam’iyah (dalil-dalil dari al-Qur’an dan sunnah) juga yang didustakan oleh akal. Sebaliknya, mereka mendustakan apa yang jelas dan terang telah datang dari dalil-dalil naqliyah sam’iyah dan berdasarkan akal yang shahih. (Minhâjus Sunnah, 1/8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Perbedaan ushûl lainnya adalah penyembahan terhadap manusia. Diantara orang orang yang menisbatkan diri kepada Islam, yang pertama kali membangun kubur-kubur dan kubah kubah adalah kaum Râfidhah. Mereka mengadakan peribadatan kepada selain Allah Azza wa Jalla. Padahal ini sangat diharamkan dalam Islam dan merupakan syirik besar. Mewakili pengikutnya, Khomaini dalam bukunyanya Hukûmâtul Islâmiyah, halaman 52 mengatakan: “Sesungguhnya sesuatu yang pasti dari madzhab kami bahwa imam-imam kami memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh seorangpun, baik seorang rasul yang diutus maupun oleh malaikat yang dekat.” Ini pernyataan tegas Khomaini. Ini menunjukkan sikap ghuluw mereka terhadap para imam mereka, yang mereka klaim memiliki derajat yang lebih tinggi dari para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab yang sama, Khomaini manyatakan bahwa imam mereka tidak pernah lupa dan lalai. Ini adalah sifat Allah Azza wa Jalla karena hanya Allah lah yang tidak pernah lupa dan lalai. Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rabbmu tidaklah lupa. [Maryam/19:64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan salah satu bentuk penyembahan terhadap makhluk. Sikap ini tidak mungkin bisa disatukan dengan seorang muslim yang beraqidah shahih, yang bermanhaj dengan manhaj salaful ummah, yang hanya ruku’ dan sujud kepada Allah, yang meminta pertolongan hanya kepadaAllah. Oleh karena itu mereka membangun kuburan dan merekalah yang pertama kali memasukan penyembahan terhadap kubur kedalam islam, membangunnya serta mendirikan kubah-kubah. I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulah beberapa ushûl diantaranya banyak ushûl lainnya yang membedakan Râfidhah dengan Islam sehingga tidak mungkin disatukan kecuali salah satunya meninggalkan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini sering tidak diketahui oleh tokoh-tokoh kaum muslimin khususnya di negeri kita ini. Karena Syi'ah selalu menyembunyikan keyakinan-keyakinan mereka kepada orang-orang yang belum menjadi pengikut setia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN SYI’AH DI INDONESIA&lt;br /&gt;Kurang lebih 30 tahun sudah berlalu sejak mulai menancapkan kukunya di Indonesia, kini kaum Râfidhah terutama di negeri kita ini telah berani memperlihatkan sebagian ajaran mereka secara terang-terangan. Ini mereka lakukan secara bertahap. Cara-cara mereka dalam memberikan pengajaran sangat halus dan awalnya tidak diketahui. Saya sebutkan diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mereka mengatasnamakan diri ahlul bait (keluarga) Nabi. Padahal pada hakekatnya, mereka telah berbohong atas nama ahlul bait [3]. Kita tahu bahwa kaum muslimin, terutama di indonesia sangat mencintai ahlul bait tetapi kecintaan yang tidak berdasarkan ilmu tentang siapa ahlul bait ? Apa manhaj mereka ? Kecintaan seperti ini bisa menyeret seseorang kepada kultus dan al-ghuluw. Inilah yang diinginkan Syi'ah. Oleh karena itu, orang yang menyerang Syi'ah selalu dituduh benci kepada ahlul bait. Dan para pendahulupendahulu mereka seperti kaum Qarâmithah, Isma’iliyah, Bathiniyah telah membuat beberapa ajaran yang disusupkan ke tengah-tengah kaum muslimin untuk mendukung madzhab mereka. Diantaranya adalah perayaaan maulid nabi. Merekalah yang membuat acara ini pertama kali, bukan sulthan Shalahuddin al-Ayyubi. Menisbatkan perayaan mauled kepada Shalahuddin adalah penyimpangan, penipuan dalam sejarah.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ahlul bait adalah merupakan keyakinan Islam. Kita mencintai keluarga Nabi sesuai dengan syariat Allah dan Rasulnya, tidak ditambah dan tidak di kurangi, tidak mengadakan penyembahan terhadap ahlul bait. Kita meyakini bahwa tidak ada yang ma’shûm (bebas dari dosa dan kesalahan) kecuali Nabi yang mulia. Jadi kecintaan kita tetap dalam batasan-batasan Islam bukan sebagaimana yang dikatakan oleh Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Dalam memberikan pengajaran, mereka menggunakan ayat-ayat al-Qur’ân, tafsir-tafsir al-Qur’ân tidak melalui hadits atau sunnah. Karena mereka jauh sekali dari sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahkan mereka menolak hadits. Bagaimana mungkin mereka bisa menerima hadits Bukhâri, Muslim dan lain-lain sementara para sahabat yang meriwayatkan haditshadits ini dianggap kafir ?! Mereka juga menvonis kufur kepada ahlus sunnah termasuk Bukhâri, Muslim dan ulama ahli hadits lainnya. Oleh karena itu, mereka selalu memulainya dengan tafsir dengan meruju’ ke kitab-kitab tafsir Syi'ah [5]. Melalui kajian tafsir-tafsir al-Qur’ân yang awalnya biasa tapi lama-kelamaan menjadi aneh, karena seluruh ayat al-Qur’ân mereka tafsirkan dengan penafsiran mereka. Mereka selalu membuka kajian tafsir al-Qur’ân, tidak ada yang membuka kajian shahih Bukhâri kecuali untuk di hina, di kritik dan selanjutnya di tolak. Mereka mulai mentafsirkan, ini untuk Ali Radhiyallahu 'anhu dan siksaan ini untuk Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu dan lain sebagainya. Walaupun pada awalnya, mereka belum menyebut nama Abu Bakar,Umar dan Utsman Radhiyallahu 'anhuma karena ketiga shahabat ini memiliki kedudukan tinggi di hati kaum muslimin termasuk Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu. Syi’ah menempu cara-cara kaum zindiq yaitu meninggikan sebagian dan merendahkan sebagian dalam waktu yang bersamaan agar mereka dapat menghancurkan secara keseluruhan. Mereka meninggikan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu setinggi-tinggi sampai disamakan dengan Rabbul a’lamin sementara mereka merendahkan Abu Bakar, Umar, Utsman Radhiyallahu 'anhum dan hampir seluruh para sahabat Rasulullah dengan serendah-rendahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Mengkritik sebagian sahabat. Mereka mulai dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu kemudian yang lainnya sampai hampir seluruh para sahabat. Untuk mencapai tujuan ini di negeri kita, mereka memerlukan waktu bertahun-tahun. Sehingga saat ini, Abu Bakar As-Shiddiq, Umar al-Fârûq, Utsmân Dzunûrain, mereka hinakan dan kafirkan terangterangan. Bahkan tersebar selebaran yang mengkafirkan sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha dan para sahabat lainnya. Mereka memasukan berbagai macam syubhat kepada kaum muslimin lalu mulai mengklasifikasikan para sahabat menjadi yang betulbetul sahabat Nabi dan yang munafiq. Selanjutnya dibawakan sebagian ayat-ayat al-Qur’ân sehingga sebagian kaum muslimin yang mengikuti majlis mereka terpengaruh dan tidak memperdulikan serta tidak lagi memakai ijmâ’ para ulama mengenai para shahabat. Yaitu semua para sahabat adalah adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Mengkritik hadits-hadits. Awalnya, mereka mengkritik satu atau dua buah hadits dalam Shahîh Bukhâri yang dinyatakan tidak sah, mustahil atau dusta. Semua justifikasi ini berdasarkan akal dan ra’yu mereka yang jahil. Dan itulah salah satu sifat mereka,mengkritik, membantah, dan menolak tanpa hujjah. Oleh karena itu ahlus sunnah menyatakan bahwa bantahan dan penolakan semata bukanlah ilmu. Ilmu adalah memberikan jawaban ilmiyah, membantah ilmiyah dengan menegakkan hujjah yang selanjutnya menyeselasaikan permasalahan. Ini yang disebut ilmu. Adapun semata-mata menolak, mungkin anak-anak yang telah tamyiz mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inipun mereka lakukan secara bertahap serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Mereka mengkritik dan menolak hadits-hadits di Bukhâri dan Muslim. Tapi anehnya, apabila ada hadits yang menguatkan madzhab mereka, mereka memakainya padahal mereka telah mengkafirkan Imam Bukhâri dan Muslim !?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Memberikan kesan bahwa bahwa Syi’ah merupakan madzhab yang kelima dalam Islam dan perbedaan mereka adalah perbedaan furu’iyah, ijtihadiyah, ilmiyah secara global tanpa ta’shîl (penegakan terhadap hujjah) dan tafshîl (terperinci) sehingga ini juga mempengaruhi kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam : Mendakwahkan ajaran yang sangat menarik bagi orang-orang memiliki penyakit hati yaitu nikah mut’ah. Nikah mut’ah (kontrak) tanpa wali tanpa saksi kecuali dengan mahar pemberian dan ada ikatan perjanjian antara kedua pihak laki dan wanita. Biasanya dilakukan selepas majlis mereka. Mereka mengikat perjanjian kontrak satu hari, dua hari dan sterusnya dan boleh untuk satu kali berhubungan saja. Kalau begitu apa bedanya dengan zina. Bahkan Khomaini di sebagian fatwanya membolehkan bermut’ah dengan pelacur !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh : Berusaha menjauhkan kaum Muslimin dan memberikan kesan buruk terhadap sebuah ajaran yang mereka benci yaitu Wahabi. Kalimat ini sering diulang-ulang, tanpa ada penjelasan terperinci, siapa dan apa ajaran Wahabi itu. Sehingga setiap ajaran dakwah atau yang berlawanan dengan Syi'ah dijauhi oleh kaum Muslimin. Padahal sebenarnya, lafadz ini disematkan oleh musuh-musuh Islam kepada ajaran dakwah al-Imam Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahab. Lalu mereka memanfaatkannya untuk menjauhkan kaum Muslimin dari dakwah yang haq ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA SIAPA MEREKA MASUK ?&lt;br /&gt;Sepanjang penelitian saya selama kurang lebih tiga puluh tahun tentang mereka secara berjahuan maupun berdekatan, saya melihat bahwa mereka memasuki semua lapisan masyarakat dengan cara-cara yang berbeda. Berikut perinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Pertama : Mereka mempegaruhi masyarakat awam dengan cara-cara yang dapat diterima oleh orang-orang awam. Dikalangan orangorang awam ini, mereka tidak akan mampu mengkafirkan seluruh para sahabat karena orangorang awam walaupun mereka beragama dengan cara taqlid buta, mereka sangat mencintai para sahabat. Kalau mereka langsung mengkafirkan atau mengkritik Abu Bakar, Umar,Utsmân dan para sahabat yang lainnya ditengah masyarakat awam, tentu mereka akan ditinggalkan. Untuk mendekati masyarakat awam dengan cara kultus terhadap manusia atas nama ahlul bait. Bahkan mereka membuat berbagai bait-bait syair yang mengantarkan kepada pengkultusan terhadap Nabi. Mereka meninggikan Nabi lebih tinggi dari yang telah tetapkan oleh Allah Azza wa Jalla, dengan cara tawassul ataupun istighatsah, yang berujung pada syirik besar. Dimulai dengan pendekatan dengan mengatasnamakan ahlul bait kemudian pemujaan terhadap manusia dengan membangun kubur-kubur serta meminta kepada penghuni kubur-kubur serta penyebaran berbagai macam bid’ah lainnya yang berasal dari Syi'ah ini lapisan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Kedua ; Mendakwahi para pelajar khususnya mahasiswa. Untuk lapisan ini, mereka masuk lewat penyebaran nikah mut’ah karena para pemuda ini memang sangat aktif mencari hal-hal baru untuk kemudian dicoba. Setelah memberikan kenikmatan syaithaniyah, mereka mulai mendekati para pemuda ini dengan memberikan image (gambaran) bahwa ajaran Syi’ah itu benar dan lain sebagainya. Oleh karena itu tokoh-tokoh mereka mengajar diberbagai perguruan tinggi untuk menjerat para mahasiswa yang mayoritasnya kosong dari ajaran Islam, aqidah shahihah serta tidak gemar duduk di majlis-majlis ahli ilmu. Para mahasiswa ini terus didekati sampai akhirnya menjadi Rafidhah tulen dan diharapkan menjadi kaum intlektual yang memegang pemerintahan di negeri ini. Ini harapan mereka, Semoga Allah Azza wa Jalla menghancurkan rencana buruk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Ketiga : Memasuki media masa, yang cetak maupun elektronik. Melalui media-media ini, mereka menampilkan tentang Rafidhah sedikit demi sedikit, dengan dalih sebagai khazanah islamiyah. Stasiun televisi tidak luput dari mereka. Namun tentunya, mereka tidak terang-terangan membawakan ajaran mereka. Kecuali salah satu dari tokoh mereka yang pernah saya dengar langsung dengan telinga saya dan saya lihat dengan kedua mata saya bahwa dia mengatakan bahwa Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma adalah seorang penakut (Allahu Akbar ). Orang yang hina ini telah merendahkan seorang sahabat mulia, alim lagi ‘âbid yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik orang adalah Abdullah Bin Umar kalau sekiranya dia shalat malam. [HR Bukhari, no. 3738, 3739, 3740 dan 3741]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Keempat : Mereka memberikan pengajaran kepada kaum intelektual khususnya kepada pendukung mereka yang saya istilahkan alumni dari oreintalis. Mereka ini dididik, di jadikan anak angkat dan di susui oleh orang-orang Yahudi di negeri-negeri Barat yang notebenenya sangat membenci Islam. Mereka mendapat dukungan kuat sehingga paling tidak kaum intelektual ini bersikap netral atau toleran tidak mempermasalahkan antara Sunni dengan Syi'ah. Ini langkah pertama, langkah kedua dan selanjutnya, mereka mulai membuat program-program yang bisa menjebak tokoh-tokoh ini kedalam Râfidhah tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Kelima : Mendekati para pejabat negeri yang memegang tampuk pemerintahan untuk diberikan pelajaran-pelajaran tentang Syi’ah. Paling tidak, mereka merasa untung dan menang kalau pejabat ini mengetahui ajaran Râfidhah, apalagi mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Keenam : Masuk ke partai politik dengan menjadi tim-tim sukses partai-partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Ketujuh : Membuat pengajianpengajian untuk ibu-ibu karena peran wanita sangat penting sekali dan sangat besar sekali. Oleh karena itu mereka membutuhkan ibu-ibu untuk mendukung ajaran mereka. Berdasarkan kenyataan ini, saya sering mengingatkan bapak-bapak agar hati-hati dan memperhatikan pengajian istrinya, jangan sampai istri-istri mereka terjebak dalam ajaran Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali ini yang bisa kita bahas sekilas tentang perkembangan dan gerakan Syi’ah di Indonesia. Mereka membuat tipu daya, semoga Allah menghancurkan tipu daya mereka. Dan, Alhamdulillah saat ini perkembangan dakwah sunnah sangat mengkhawatirkan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XIII/1431H/2010M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Ini merupakan taqiyah mereka karena taqiyah adalah bagian dari agama mereka. Mereka mengatakan bahwa “Taqiyah (bohong) adalah agama kami.” Para pembaca dapat meruju’ ke muqodimah yang sangat berharga oleh al-imam as-salafi Muhibbudien al-Khatib dalam muqodimahnya terhadap kitab Adz Dzahabi yang meringkas kitab gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah “Minhâjus Sunnah” dengan judul al-Muntaqa’&lt;br /&gt;[2]. Jangankan pemerintah bahkan sebagian besar tokoh agama pun tidak paham&lt;br /&gt;[3]. Untuk lebih mengetahui masalah ini, para pembaca bisa meruju’ ke kitab Prof. Ihsan Ilahi Dzhahir yang berjudul “Syiah dan Ahlul Bait”. Sebuah kitab yang sangat menarik karya seorang alim yang mengetahui tentang ajaran Syi’ah&lt;br /&gt;[4]. Para pembaca yang terhormat dapat merujuk kepada buku ustadz Ibnu Saini yang telah menulis dan menyingkap masalah sebenarnya dalam bab ini&lt;br /&gt;[5]. Dan faktanya, kaum Muslimin memang sangat awam sekali terhadap kitab-kitab tafsir. Oleh karena, seyogyalah kaum Muslimin, para tokohnya, asatidzah, dan pelajar meninggikan kitab-kitab tafsir ahlu sunnah yang berjalan diatas manhaj salafus shalih seperti tafsir al-Imam ath-Thabari, tafsir al-Haafidz Ibnu Katsir atau kitab tafsir sebelumnya yaitu tafsir Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-3893040312236556710?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/3893040312236556710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=3893040312236556710&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3893040312236556710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3893040312236556710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/sepak-terjang-syiah-di-indonesia.html' title='SEPAK TERJANG SYI&apos;AH DI INDONESIA'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-221590596584304293</id><published>2011-07-03T23:38:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T00:01:17.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>NU dan Pandangannya Terhadap Aliran Sy’iah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;                             &lt;p&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Kholili Hasib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TABLIGH Akbar menolak Syi’ah di Masjid al-Furqan-DDII pada 10 Juni 2011 lalu yang dihadiri oleh ormas-ormas Islam layak kita bicarakan kembali. Dari NU, hadir kubu muda, Gus Idrus Romli mewakili PWNU Jawa Timur. Gus Idrus, dikenal sebagai Kyai muda NU asal Jember yang rajin keliling kantong-kantong NU menjelaskan kemurnian akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak didirikan pertama kali pada 31 Januari 1926, NU melalui pendirinya Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan rambu-rambu peringatan terhadap paham Syi’ah ini. Peringatan tersebut dikeluarkan agar warga NU ke depan hati-hati menyikapi fenomena perpecahan akidah.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Meski pada masa itu aliran Syi’ah belum sepopuler sekarang, akan tetapi Hasyim Asya’ari memberi peringatan kesesatan Syi’ah melalui berbagai karyanya. Antara lain;  &lt;em&gt;"Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama&lt;/em&gt;’, &lt;em&gt;"Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah,al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin&lt;/em&gt;” dan &lt;em&gt;“al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya &lt;em&gt;“Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama&lt;/em&gt;’” memberi peringatan kepada warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham Syi’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” (&lt;em&gt;Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama&lt;/em&gt;’, halaman 9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syeikh Hasyim Asy’ari mengemukakan alasan mengapa Syi’ah Imamiyyah dan Zaidiyyah termasuk ahli bid’ah yang tidak sah untuk diikuti. Dalam kitab &lt;em&gt;Muqaddimah Qanun Asasi &lt;/em&gt;halaman 7 mengecam golongan Syi’ah yang mencaci bahkan mengkafirkan sahabat Nabi SAW.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengutip hadis yang ditulis Ibnu Hajar dalam &lt;em&gt;Al-Shawa’iq al-Muhriqah&lt;/em&gt;, Syeikh Hasyim Asy’ari menghimbau agar para ulama’ yang memiliki ilmu untuk meluruskan penyimpangan golongan yang mencaci sahabat Nabi SAW itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadis Nabi SAW yang dikuti itu adalah: “Apabila telah Nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan untuk membentengi akidah umat itu diulangi lagi oleh Syeikh Hasyim dalam pidatonya dalam muktamar pertama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, bahwa madzhab yang sah adalah empat madzhab tersebut, warga NU agar berhati-hati menghadapi perkembangan aliran-aliran di luar madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Qanun Asasi &lt;/em&gt;itu, Syeikh Hasyim Asy’ari menilai fenomena Syi’ah merupakan fitnah agama yang tidak saja patut diwaspadai, tapi harus diluruskan. Pelurusan akidah itu menurut beliau adalah tugas orang berilmu, jika ulama’ diam tidak meluruskan akidah, maka mereka dilaknat Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kitab “&lt;em&gt;Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama&lt;/em&gt;’” sendiri merupakan kitab yang ditulis oleh Syeikh Hasyim Asy’ari, berisi pedoman-pedoman utama dalam menjalankan amanah keorganisasian Nahdlatul Ulama. Peraturan dan tata tertib Jam’iyyah mesti semuanya mengacu kepada kitab tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Syeikh Hasyim Asy’ari mengangkat isu-isu kesesatan Syi’ah dalam &lt;em&gt;“Muqaddimah Qanun Asasi&lt;/em&gt;”, itu berarti persoalan kontroversi Syi’ah dinilai Syeikh Hasyim sebagai persoalan sangat penting untuk diketahui umat Islam Indonesia. Artinya, persoalan Syi’ah menjadi agenda setiap generasi Nahdliyyin untuk diselesaikan sesuai dengan pedoman dalam kitab tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap tegas juga ditunjukkan Syeikh Hasyim dalam karyanya yang lain. Antara lain dalam “&lt;em&gt;Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan&lt;/em&gt;”, di mana cacian Syi’ah dijawab dengan tuntas oleh Syeikh Hasyim dengan mengutip hadis-hadis Nabi SAW tentang laknat bagi orang yang mencaci sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hampir setiap halaman dalam kitab “al-Tibyan” tersebut berisi kutipan-kutipan pendapat parra ulama salaf salih tentang keutamaan sahabat dan laknat bagi orang yang mencelanya. Diantara ulama’ yang banyak dikutip adalah Ibnu Hajar al-Asqalani, dan al-Qadli Iyyadl.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadis-hadis Nabi SAW yang dikutip dalam dua kitab tersebut antara lain berbunyi:”Janganlah kau menyakiti aku dengan cara menyakiti ‘Aisyah”. “Janganlah kamu caci maki sahabatku. Siapa yang mencaci sahabat mereka, maka dia akan mendapat laknat Allah SAW, para malaikat dan sekalian manusia. Allah tidak akan menerima semua amalnya, baik yang wajib maupun yang sunnah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan yang sama pernah dilontarkan oleh KH. As’ad Syamsul ‘Arifin (alm), kyai kharismatik dari PP. Salafiyyah Syafi’iyyah Situbondo Jawa Timur pada tahun 1985. Saat itu Kyai As’ad diwawancarai Koran &lt;em&gt;Surabaya Pos &lt;/em&gt;tentang faham Syi’ah di Jawa Timur. Kyai yang disegani oleh warga nadliyyin itu menampakkan sikap tegas, menurutnya kelompok Syi’ah ekstrem harus dihentikan di Indonesia. Agar tidak meluas gerakannya, Kyai As’ad mengimbau umat Islam Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaannya (dikutip dari &lt;em&gt;Majalah AULA no I/Tahun XVII/Januari 1996 halaman  23&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, sebenarnya sejak awal pendiri NU berpandangan bahwa paham Syi’ah telah melakukan penodaan agama. Bahkan jika mengamati butir-butir fatwa Syeikh Hasyim tersebut, penodaan Syi’ah itu telah melampau batas dan menukik jauh ke dalam keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga, sejak awalnya paham Syi’ah tidak diterima di kalangan NU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wacana-wacan NU untuk kembali ke khittah 1926 selayaknya tidak sekedar dimaknai bercerai dengan partai politik manapun, akan tetapi yang lebih terpenting lagi adalah khittah yang telah dibangun pendiri NU dilaksanakan saat ini oleh semua elemen warga NU. Yaitu khittah kembali kepada kitab &lt;em&gt;Qanun Asasi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Operasionalisasi khittah ini adalah membendung aliran sesat, seperti Syi’ah dan Ahmadiyyah. Khittah ini dapat dimaknai sebagai khittah untuk menjaga kemurnian akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, bersih dari berbagai aliran-aliran sempalan yang menodai agama Islam. Karena berdirinya jam’iyyah NU adalah untuk menyebarkan paham yang benar tentang Ahlussunnah wal Jama’ah. Memang sudah semestinya, NU bersikap tegas terhadap aliran Syi’ah. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam (ISID) Gontor Ponorogo Jurusan Ilmu Akidah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;                                                         &lt;/span&gt;                                                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-221590596584304293?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/221590596584304293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=221590596584304293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/221590596584304293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/221590596584304293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/07/nu-dan-pandangannya-terhadap-aliran.html' title='NU dan Pandangannya Terhadap Aliran Sy’iah'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5868508897335326626</id><published>2011-04-29T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T21:16:34.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>5 Fakta Mengagumkan Tentang Adzan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tt8yj_ONIbA/TbuK2nt_-lI/AAAAAAAAARE/ABbM9d-4gBQ/s1600/waMQ4da560389cf66.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tt8yj_ONIbA/TbuK2nt_-lI/AAAAAAAAARE/ABbM9d-4gBQ/s320/waMQ4da560389cf66.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601223232544832082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Asal Mula Yang Menakjubkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”&lt;br /&gt;yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .&lt;br /&gt;Peristiwa besar yang dimaksud adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu fajar fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, di sekitar 5:30 waktu setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan Muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada yang Maha Kuasa, dan risalah Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADI ADZAN AKAN MENGUMANDANG SETIAP DETIKNYA!!!&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5868508897335326626?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5868508897335326626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5868508897335326626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5868508897335326626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5868508897335326626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/04/5-fakta-mengagumkan-tentang-adzan.html' title='5 Fakta Mengagumkan Tentang Adzan'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tt8yj_ONIbA/TbuK2nt_-lI/AAAAAAAAARE/ABbM9d-4gBQ/s72-c/waMQ4da560389cf66.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7205679579671364377</id><published>2011-04-26T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T22:14:27.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Apakah Wahabi itu?</title><content type='html'>Dikutip dari rubrik Konsultasi (Dibalik Konspirasi) Era Muslim&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;assalamualaikum&lt;div id="detail" class="body-content"&gt; &lt;p&gt;to the point saja...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apakah wahabiah itu dan apakah eramuslim termasuk wahabiah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;syukron, jazakallah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wassalamualaikum&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Aisyah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Wa'alaykumsalam wr.wb. Jazakillah atas pertanyaannya saudari Aisyah. Semoga Allah senantiasa merahmati saudari dan keberkahan selalu meliputi diri kemanapun kaki melangkah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama yang perlu diingat Syekh Muhammad bin Abdul Wahab (1115 – 1206 H / 1703 – 1791 M) tidak pernah mendeklarasikan namanya menjadi sebuah nama gerakan wahabi atau wahabiah. Istilah wahabi atau wahabiah dinisbatkan pada nama beliau sebagai sebuah ejekan kepada muwahid yang mengesakan Allahuta’ala dan tidak mau mencampuri tauhidnya dengan kesyirikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa umat muslim yang mengikuti pemikiran Syekh Muhammad bin Abdul Wahab pun menolak disebut Wahabi, karena pada dasarnya ajaran Ibnu Wahhab juga adalah ajaran Nabi Muhammad SAW, bukan ajaran tersendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus ini hampir sama kejadiannya dengan istilah Quthbi yang dinisbatkan kepada Sayyid Quthb. Para umat muslim yang menyetujui pemikiran Islam Asy Syahid akan dipanggil Quthbi hanya karena Sayyid Quthb sangat teliti menjaga kadar tauhidnya untuk tidak bercampur kepada kesyirikan dengan menjadikan hukum buatan manusia sebagai petunjuk. Seakan-akan pemikiran Sayyid Quthb adalah “agama” tersendiri yang jauh menyimpang dari Al Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ialah Ulama yang concern menyeru umat muslim kepada tauhid dan berdo'a memohon hanya kepada Allah semata. Syekh Muhammad bin Abdul Wahab menjadikan hal ini sebagai prinsip sebab memang Allah-lah Yang Mahakuasa dan Yang Maha Menciptakan yang patut kita sembah, sedangkan selain Allah hanyalah adalah tuhan-tuhan palsu yang tidak akan bisa membawa manusia ke jalan keselamatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun mahabbah (cinta kepada orang-orang shalih), bagi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah dengan mengikuti amal shalihnya, tidak dengan menjadikannya sebagai perantara antara manusia dengan Allah, dan juga tidak menjadikannya sebagai tempat bermohon selain daripada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketegasan beliau pada tauhid tidak lain dilakukan karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab banyak mendapati kemusyrikan, kebathilan, serta bid’ah menyesatkan yang dilakukan Umat Islam di sekelilingnya pada zaman itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Madinah, misalnya, beliau mendengar permohonan tolong (istighaatsah) kepada Rasulullah SAW, serta berdo'a (memohon) kepada selain Allah, hal yang sungguh bertentangan dengan Al-Qur'an dan sabda Rasulullah SAW . Al-Qur'an menegaskan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Artinya : Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak (pula) memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." [Yunus : 106]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Hejaz pun ia melihat hal serupa, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan mata kepala sendiri menyaksikan banyaknya pengkultusan kuburan para sahabat dan keluarga Nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab juga adalah seorang ulama yang sangat lantang menyeru kepada penguasa. Ia seorang ulama yang karismatik dan disegani sehingga mampu menda’wahi para penguasa untuk kemudian bekerja sama menghancurkan berbagai kemusyrikan yang ada di masyarakat, seperti dengan penguasa Uyainah yang bernama Utsman bin Muammar atau dengan Pangeran Muhammad bin Su’ud sebagai pengusa Dir’iyah yang kemudian diteruskan oleh putranya yang bernama Pangeran Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud hingga Syeikh meninggal dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau telah menghabiskan waktunya selama 48 tahun lebih di Dar’iyah. Keseluruhan hidupnya diisi dengan kegiatan menulis, mengajar, berdakwah dan berjihad sebagai bagian untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Syaikh Muhammad bin Abdul berdakwah sampai usia kepala sembilan, beliau akhirnya wafat pada tanggal 29 Syawal 1206 H, bersamaan dengan tahun 1793 M, dalam usia 92 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait apakah Eramuslim adalah wahabi? Masyarakat yang bisa menilai sendiri. Selama ini Eramuslim adalah media yang berdiri atas manhaj Ahlussunah Wal jama’ah. Eramuslim pun tidak fanatik untuk berdiri di salah satu jamaah tertentu. Ini terlihat bagaimana Eramuslim turut mengabarkan segala kegiatan terhadap berbagai jama’ah, lintas harokah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai media Islam rujukan, kami pun terus berupaya memberikan informasi kepada umat tentang pekembangan dunia Islam. Menyebarkan berita yang membela kepentingan agama dalam menegakkan risalah mulia di muka bumi. Mohon doanya, semoga kami tetap istiqomah di Jalan Allah. Allahuma’amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allahu’alam.&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7205679579671364377?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7205679579671364377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7205679579671364377&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7205679579671364377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7205679579671364377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/04/apakah-wahabi-itu.html' title='Apakah Wahabi itu?'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-2665358186546823987</id><published>2011-04-26T21:48:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T22:03:13.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Apakah Iran Adalah Anak Buah Yahudi? Dan Dimanakah Letak Khurasan?</title><content type='html'>Dikutip dari rubrik Konsultasi (Dibalik Konspirasi) Era Muslim&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat bahwa negara iran seolah-olah menjadi pembela islam, tetapi banyak umat islam yang di bunuh oleh kaum syiah, padahal  syiah merupakan buah pemikiran seorang yahudi, bahkan di negara iran terdapat kabbah versi mereka, begitu pula dengan qunut ala syiah yang mengejek dan melaknat para sahabat, lalu apakah khurasan yang dimaksud dalam hadits bahwa dajjal akan muncul dari negeri khurasan ? apakah negeri khurasan yang dimaksud itu adalah salah satu provinsi di iran, dan apakah imam mahdi orang syiah itu adalah dajjal, seberapa dekatkah zionis yahudi dan iran, mohon diungkap. wassalam&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;abu hasan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Wa'alaykumsalam, wr.wb saudaraku Abu Hasan. Jazakallah atas pertanyaannya, semoga kita selalu diberi keberkahan oleh Allah di fase-fase akhir zaman seperti sekarang ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat ada dua ciri karakteristik kelompok/orang yang masuk ke lingkaran Syiah. Pertama mereka yang sebenarnya masih awam tentang Syiah. Golongan ini pada dasarnya tidak begitu mengenali bagaimana seluk beluk Syiah selama ini. Dari mulai pelecehan Syiah terhadap para sahabat, kecuali Ali. Sikap Syiah terhadap Ahlus Sunnah. Doktrin Imamah Syiah (yang berimplikasi pada Ushul Fiqh), sampai praktek taqiyah milik Syiah untuk menutupi ajaran mereka selama ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua. Pengikut Syiah yang benar-benar ideologis. Mereka mengikuti hakikat ajaran Syiah sepenuhnya. Seperti konsep Imamah, Taqiyah, Roj’ah, bad’a, dan lain sebagainya. KH. Nabhan Husein, dalam presentasinya di Mesjid Istiqlal tahun 1997, lewat artikel berjudul “&lt;em&gt;Tinjauan Ahlussunah Terhadap Faham Syiah Tentang Al Qur’an dan Hadits&lt;/em&gt;” pun merinci setidaknya ada 219 ayat yang di Al Qur’an yang tidak diakui kelompok Syiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kasus pertama biasanya mereka yang masuk ke komunitas Syiah dikarenakan salh satunya oleh kekaguman meereka kepada Ahmadinejad. Mereka juga tidak bisa membedakan kasus Revolusi Iran dengan faham aqidah Syiah. Lalu bukan tidak mungkin mereka termakan oleh praktik taqiyah Syiah yang sengaja dimainkan untuk menutup-nutupi hakikat sesungguhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KH Dawam Anwar, dalam prentasinya &lt;em&gt;"Inilah Haqiqat Syiah"&lt;/em&gt; saat Seminar Nasional tentang Syiah tahun 1997 di Mesjid Istiqlal, menjelaskan bahwa salah satu sulitnya ajaran Syiah terendus masyarakat awam dikarenakan kitab-kitab yang memuat hakikat Syiah dan Syariat Syiah langka sekali, bahkan bisa dibilang tidak ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kitab-kitab semacam &lt;em&gt;A&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l Kaafi, Tahdzibuk Ahkam, Al Istibshar, Bihar Al Anwar, Al Waafi&lt;/em&gt; dan lain-lain tidak ditemui toko-toko buku pada umumnya. Karena sejak dahulu ulama-ulama Syiah sengaja merahasiakan kitab-kitab semacam itu agar jangan sampai jatuh ke tangan Ahlus Sunah karena akan menjadi senjata makan tuan. Walau pada akhirnya, atas izin Allah, kitab-kitab itupun sampai juga ke tangan ulama Ahlussunah wal Jama’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hemat saya, elemen pertama inilah yang bisa menjadi lahan dakwah bagi kita untuk mengingatkan kepada mereka tentang kekeliruan faham Syiah. Kita bisa sama-sama menyadarkan untuk tidak terpukau semata-mata karena faktor Ahmadinejad gencar melakukan kritik terhadap Amerika. Karena, hal itu pun juga masih bisa diperdebatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalaulah memang Ahmadinejad serius melawan Amerika, sekiranya ia bisa berbuat lebih riil dalam melaksanakannya. Tidak jauh dari Iran, berbatasan langsung dengan teritori kekuasaan Ahmadinejad, yakni Afghanistan dimana puluhan ribu mujahidin bahu mebahu mengursir Amerika dan cengkaman Zionis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang terjadi justru sebaliknya. Satu contoh saja, kita ketahui bersama hubungan Ahmadinejad dengan Nouri Al Maliki dekat sekali. Padahal Nouri adalah kaki tangan Amerika dan Israel di Irak. Jadi amat wajar jika spekulasi kemudian berkembang: apakah karena Nouri Al Maliki juga oang Syiah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan 18 april lalu, lima belas orang tewas di Ahwaz, Iran oleh pasukan keamanan Iran didukung oleh milisi pakaian sipil. Mereka melakukan serangan terhadap aksi demonstrasi dengan kekerasan yang menuntut hak bagi mayoritas etnis Arab di provinsi Khuzestan Iran yang berpenduduk mayoritas Sunni.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img style="width: 364px; height: 309px;" alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/us-military-bases-surround-iran.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalaulah Iran masih menganggap Sunni adalah saudaranya kenapa harus dengan membunuh, bukankah lebih baik senjata itu diarahkan kepada musuh sebenarnya yakni Gedung Putih yang kini bercokol di Irak, Afghan, dan Palestina?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ini semakin menimbulkan kecurigaan kenapa Iran—yang tak lebih besar daripada Iraq yang sudah digempur habis-habisan oleh AS dan sekutu, masih baik-baik saja. Dalam artian, AS tidak pernah melakukan suatu tindakan yang nyata terhadap Iran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Khurasan dan Iran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu pertanyaan saudara selanjutnya apakah yang dimaksud Khurasan disini adalah salah satu provinsi di Iran? Kita ketahui bersama bahwa nama Khurasan minimal berada pada dua negara; pertama di Iran itu sendiri, kedua terletak pada salah satu sudut daerah di India Selatan, tepatnya masuk teritori Desa Babua. Dari sinilah beberapa kalangan sempat menilai bahwa Sai Baba itu adalah Dajjal karena berasal dari India Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam melihat Khurasan, DR Uman Sulaiman al Asyqar dalam kitabnya &lt;em&gt;al Yaum al Akhir: al Qiyamah ashShughra wa’ Alamat al Qiyamah al kubra,&lt;/em&gt; mengacu pada hadis Rasulullah SAW dari An Nuwwas Ibn Sa’man, yang berbunyi “&lt;em&gt;Sesungguhnya ia (Dajjal) muncul di suatu daerah antara Syam dan Iraq. Ia merusak ke kanan dan ke kiri. Hai Para Hamba Allah bersiteguhlah.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konteks hadis ini, Syekh Al Bani berkata bahwa menurut Hakim sanad hadis ini shahih, dan disetujui oleh Adz Zahabi. Oleh karena itu DR Umar Sulaiman menilai bahwa Khruasan yang dimaksud adalah Persia. Yang berarti masuk teritori Iran modern.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="width: 426px; height: 439px;" alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/cia-map-natanz3.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;Hal ini bisa diperkuat dari  hadis lainnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lainnya yang  berbunyi. &lt;em&gt;"Pengkuti Dajjal dari Yahudi Isfahan ada tujuh puluh ribu orang. Mereka memakai pakaian gamis” &lt;/em&gt;(Musnah Ahmad IV h. 216-217).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isfahan (Esfahan) sendiri adalah sebuah kota bersejarah di Iran dan terbesar ketiga di Iran. Secara geografis kota ini terletak pada 32°38′ LU 51°29′ BT, di dataran Zayandeh-Rud yang subur, di kaki pegunungan Zagros.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa lampau Isfahan juga ditulis sebagai Ispahan. Atau dalam bahasa Persia Kuna disebut Aspadana. Dan dalam dialek bahasa Persia Pertengahan disebut Spahān,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Naim dalam kitabnya L&lt;em&gt;awami’ al Anwar Bahiyyah,&lt;/em&gt; seperti dikutip DR. Sulaiman menuturkan bahwa salah satu desa yang masuk dalam daerah Isfahan ada yang bernama al Yahuddiyah karena penduduknya khusus Yahudi sampai zaman Ayyub Ibn Ziyad penguasa Mesir pada zaman Khalifah al Mahdi ibn al Manshur al Abbasi. Pada zaman ini kaum muslim mulai masuk ke desa itu sehingga orang-orang Yahudi terdesak. &lt;em&gt;allahu'alam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-2665358186546823987?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/2665358186546823987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=2665358186546823987&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/2665358186546823987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/2665358186546823987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/04/apakah-iran-adalah-anak-buah-yahudi-dan.html' title='Apakah Iran Adalah Anak Buah Yahudi? Dan Dimanakah Letak Khurasan?'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7438754525319782673</id><published>2011-03-15T23:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T22:05:28.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>Kartini...</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada zaman sekarang orang-orang salah kaprah memperingati Hari  Kartini. Saya tidak ingin membeberkan rinciannya. Tapi, saya perlu  mengungkapkan bahwa sejarah istilah 'Habis Gelap Terbitlah Terang' itu  berasal dari Al-Quran (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Inilah bukti  surat-surat Kartini kepada sahabatnya dari Belanda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img rel="lightbox" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/Sd_PtYAw0BI/AAAAAAAAAZA/fn9QmtLm4nA/s400/kartini.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama  Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi  pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat  mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya?  Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun.  Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar  membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir,  pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna  yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku  bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah  kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang  sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah  begitu Stella? [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu  apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran,  belajar menghafal perumpamaan- perumpamaan dengan bahasa asing yang  tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak  mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan  mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci  sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada  E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk ukuran seorang perempuan dan ukuran zaman itu (bahkan ukuran  zaman sekarang sekalipun) pendapat Kartini ini benar-benar sangat kritis  dan sangat berani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu pengajian di rumah  Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga adalah pamannya.  Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh  bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang tafsir Al-Fatihah.  Kartini tertarik sekali dengan materi yang disampaikan (ini dapat  dipahami mengingat selama ini Kartini hanya membaca dan menghafal Quran  tanpa tahu maknanya). Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk  menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut ini dialog-nya (ditulis  oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.&lt;br /&gt;Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?. Kyai Sholeh Darat balik  bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan  Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan  arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah  menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada  Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama  kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa  Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan  sejahtera bagi manusia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat tergugah hatinya.  Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke dalam bahasa Jawa.  Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya  terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama  yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan  surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang  sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat  meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan  seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah  yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya  (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan  kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada  cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari  kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how  amazing).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang  kalimat Dari Gelap Kepada Cahaya ini. (Sayangnya, istilah Dari Gelap  Kepada Cahaya yang dalam Bahasa Belanda adalah Door Duisternis Tot Licht  menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane  dengan istilah Habis Gelap Terbitlah Terang).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nampaknya masa-masa ini terjadi transformasi spiritual bagi Kartini.  Pandangan Kartini tentang Barat-pun mulai berubah, setelah sekian lama  sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju  dan serangkaian pertanyaan-pertanya an besarnya terhadap tradisi dan  agamanya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini tercermin dalam salah satu suratnya;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu  benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami,  tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?  Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat  ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai  peradaban?â€� [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi  orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan ( surat  Kartini kepada Ny. Abandanon, 10 Juni 1902)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kartini juga menentang semua praktek kristenisasi di Hindia Belanda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik  kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam  rangka kristenisasi? . Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri  untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek  kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang.  Mungkinkah itu dilakukan? [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31  Januari 1903]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam  yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa  halus Kartini menyatakan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain  memandang agama Islam patut disukai. [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol,  21 Juli 1902]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di surat-surat lain:&lt;br /&gt;Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 5 Maret 1902)&lt;br /&gt;Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah  (Abdulloh). (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Kutipan tulisan Muh. Tamim dan dirilis kembali di milis NFBS]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penutup:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seharusnya di hari Kartini para wanita banyak-banyak menela'ah  Al-Quran seperti yang dilakukan Kartini sehingga ia dapat mengutip  istilah ' Minazh-Zhulumaati ilan Nuur'. Semestinya kaum ibu dan wanita  mengenang sosok Kartini sebagai sosok wanita yang kritis dalam mencari  kebenaran, kemudian dipegangnya sebagai pedoman hidup. Instannya, di  hari Kartini kaum ibu maupun bapak seharusnya merayakannya dengan banyak  mengaji, bukan cuma mengajarkan kepada anaknya dalam menghiasi dirinya  dengan budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Kita perkenalkan kepada  anak kita istilah emansipasi, tapi tidak kita perkenalkan kepada istilah  dan ajaran Qurani. Kita buta dengan sejarah, serta tidak mengetahui  esensi sejarah, termasuk Hari Kartini.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7438754525319782673?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7438754525319782673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7438754525319782673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7438754525319782673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7438754525319782673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/03/pada-zaman-sekarang-orang-orang-salah.html' title='Kartini...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/Sd_PtYAw0BI/AAAAAAAAAZA/fn9QmtLm4nA/s72-c/kartini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6646684378284508710</id><published>2011-03-04T00:44:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T00:50:09.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Akhirnya, Iran Bersekutu Dengan Amerika Soal Afghanistan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pMJwJL48SB0/TXCnqc0B_EI/AAAAAAAAAQ8/y8cZD0SXBNI/s1600/0afghanrefugee.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pMJwJL48SB0/TXCnqc0B_EI/AAAAAAAAAQ8/y8cZD0SXBNI/s320/0afghanrefugee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580144286042815554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, Iran dengan terang-terangan bersekutu juga dengan AS, NATO, Uni Eropa dan PBB untuk membicarakan Afghanistan. &lt;p&gt;Negeri yang dipimpin oleh Mahmoud Ahmadinejad—dikenal sangat vokal  dalam menyumpahi Amerika—itu bergabung dalam pertemuan tingkat tinggi di  Roma, Italia pada Senin (18/10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanggapan Amerika? Sama sekali tidak masalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami ditanya apakah kami punya masalah dengan keterlibatan Iran, dan  kami katakan 'Tidak,'" kata Holbrooke, wakil khusus AS untuk  Afghanistan dan Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;"Kami menyadari bahwa Iran memiliki peran dalam penyelesaian situasi  damai di Afghanistan. Jadi Amerika Serikat tidak ada masalah dengan  keterlibatan mereka. "&lt;/p&gt; Iran juga mengirim utusan khusus untuk Afghanistan dan Pakistan,  Mohammed Ali Ghanazadeh. Selain dari Iran, 10 negara anggota Organisasi  Konferensi Islam (OKI) juga diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NASIB PENGUNGSI AFGHAN DI IRAN!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kasihan benar nasib para pengungsi Afghanistan. Di negeri sendirinya  mereka didholimi penguasa lokal dan asing, eh ketika melakukan "hijrah"  ke sesama negara Arab alias Iran, mereka pun diperlakukan dengan sangat  kejam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut jurubicara kementerian luar negeri Afghanistan, Faqiri Zaher,  saat ini diperkirakan ada 4000 atau 5000 orang Afghanistan yang berada  di penjara-penjara Iran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlakuan Iran terhadap pengungsi Afghanistan memang telah  menimbulkan keprihatinan banyak orang di negara asal mereka. Saat ini  diperkiraan ada 1000 orang pengungsi berasal dari Afghanistan di Iran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa ribu orang telah ditangkap oleh otoritas Iran dan ratusan lainnya bahkan dilaporkan dihukum mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iran memang telah kedatangan jutaan pengungsi selama pendudukan Uni  Soviet di Afganistan, dan kemudian perang sipil. Dalam beberapa tahun  terakhir, negara itu malah mendeportasi sebagian warga Afghanistan  kembali ke negaranya padahal Iran tahu dengan jelas bahwa Afghanistan  sekarang tengah bergolak panas. .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan rahasia lagi jika Teheran memang telah menentang rezim Taliban yang menguasai Afghanistan. (sa/bbc)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6646684378284508710?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6646684378284508710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6646684378284508710&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6646684378284508710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6646684378284508710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/03/akhirnya-iran-bersekutu-dengan-amerika.html' title='Akhirnya, Iran Bersekutu Dengan Amerika Soal Afghanistan'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pMJwJL48SB0/TXCnqc0B_EI/AAAAAAAAAQ8/y8cZD0SXBNI/s72-c/0afghanrefugee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5991245701907973159</id><published>2011-01-18T18:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:41:59.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Demo di Afghanistan Kecam Iran Teriakkan "Kematian untuk Ahmadinejad!"</title><content type='html'>Untuk  hari kedua berturut-turut, ratusan orang turun ke jalan-jalan di  provinsi Herat barat setelah sebelumnya pada hari Minggu mereka juga  melakukan aksi mengecam penolakan Iran yang tidak membiarkan 1.700 truk  tanker bahan bakar menyeberang ke Afghanistan.&lt;div id="detail" class="body-content"&gt; &lt;p&gt;Para demonstran menyerukan untuk memboikot perdagangan dengan Iran,  setelah enam minggu blokade yang dilakukan Iran, harga bahan bakar  melonjak drastis di Afghanistan selain menimbulkan kerugian jutaan  dollar bagi para pedagang Afghanistan.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Para demonstran meminta Iran untuk tidak membahayakan warga biasa  Afghanistan dalam mengejar tujuan-tujuan politik mereka di negara yang  telah robek oleh perang tersebut, sambil meneriakkan kecaman "Kematian  untuk Ahmadinejad" dan "Kematian untuk Khomeini".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami ingin memberitahu Iran bahwa kami sangat dirugikan oleh blokade  bahan bakar yang mereka lakukan," kata Muhammad Abbas, seorang peserta  demo. Demonstran lainnya, Wahid Umari, mengatakan: "Pemerintah kami  harus mengambil sikap keras terhadap Iran."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum blokade, seliter harga bahan bakae diesel adalah 38 afghani,  namun harga saat ini meningkat tinggi menjadi 62 afghani, sehingga  memicu protes dengan kemarahan rakyat. Empat demonstrasi sejauh ini  telah diadakan untuk menentang Iran di depan kedutaan mereka di  Kabul.(fq/sunninews)&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5991245701907973159?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5991245701907973159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5991245701907973159&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5991245701907973159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5991245701907973159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/01/demo-di-afghanistan-kecam-iran.html' title='Demo di Afghanistan Kecam Iran Teriakkan &quot;Kematian untuk Ahmadinejad!&quot;'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-44776239884091293</id><published>2011-01-18T18:13:00.002-08:00</published><updated>2011-01-18T18:28:16.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>IMAM JA'FAR ASH SHADIQ RAHIMAHULLAH, IMAM AHLI SUNNAH, BUKAN MILIK SYI'AH</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Muhammad 'Ashim bin Musthafa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang masih keturunan Ahli Bait ini, termasuk yang dicatut oleh ahli bid'ah (baca: Syi'ah) sebagai tokohnya. Padahal jauh panggang dari api. Aqidahnya sangat berbeda jauh dengan aqidah yang selama ini diyakini orang-orang Syi'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASAB DAN KEPRIBADIANNYA&lt;br /&gt;Ia adalah Ja'far bin Muhammad bin 'Ali Zainal 'Abidin bin al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, keponakan Rasulullah dan istri putri beliau Fathimah Radhiyallahu 'anha. Terlahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan wafat di kota yang sama pada tahun 148 H dalam usia 68 tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ash Shadiq merupakan gelar yang selalu menetap tersemat padanya. Kata ash Shadiq itu, tidaklah disebutkan, kecuali mengarah kepadanya. Karena ia terkenal dengan kejujuran dalam hadits, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakannya. Kedustaan tidak dikenal padanya. Gelar ini pun masyhur di kalangan kaum Muslimin. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah acapkali menyematkan gelar ini padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laqab lainnya, ia mendapat gelar al Imam dan al Faqih. Gelar ini pun pantas ia sandang. Meski demikian, ia bukan manusia yang ma'shum seperti yang diyakini sebagian ahli bid'ah. Ini dibuktikan, ia sendiri telah menepisnya, bahwa al 'Ishmah (ma'shum) hanyalah milik Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far ash Shadiq dikarunia beberapa anak. Mereka adalah: Isma'il (putra tertua, meninggal pada tahun 138 H, saat ayahnya masih hidup), 'Abdullah (dengan namanya, kun-yah ayahnya dikenal), Musa yang bergelar al Kazhim [1], Ishaq, Muhammad, 'Ali dan Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dikenal memiliki sifat kedermawanan dan kemurahan hatinya yang begitu besar. Seakan merupakan cerminan dari tradisi keluarganya, sebagai kebiasaan yang berasal dari keturunan orang-orang dermawan. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling murah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kedermawanan ini, ia seakan meneruskan kebiasaan kakeknya, Zainal 'Abidin, yaitu bersedekah dengan sembunyi-sembunyi. Pada malam hari yang gelap, ia memanggul sekarung gandum, daging dan membawa uang dirham di atas pundaknya, dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya dari kalangan orang-orang fakir di Madinah, tanpa diketahui jati dirinya. Ketika beliau telah wafat, mereka merasa kehilangan orang yang selama ini telah memberikan kepada mereka bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sifat kedermawanannya pula, ia melarang terjadinya permusuhan. Dia rela menanggung kerugian yang harus dibayarkan kepada pihak yang dirugikan, untuk mewujudkan perdamaian antara kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJALANAN KEILMUANNYA&lt;br /&gt;Imam Ja'far ash Shadiq, menempuh perjalanan ilmiyahnya bersama dengan ulama-ulama besar. Ia sempat menjumpai sahabat-sahabat Nabi yang berumur panjang, misalnya Sahl bin Sa'id as Sa'idi dan Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhum. Dia juga berguru kepada Sayyidu Tabi'in 'Atha` bin Abi Rabah, Muhammad bin Syihab az Zuhri, 'Urwah bin az Zubair, Muhammad bin al Munkadir dan 'Abdullah bin Abi Rafi' serta 'Ikrimah maula Ibnu 'Abbas. Dia pun meriwayatkan dari kakeknya, al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ulama yang ia ambil ilmunya berasal dari Madinah. Mereka t adalah ulama-ulama kesohor, tsiqah, memiliki ketinggian dalam amanah dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan murid-muridnya yang paling terkenal, yaitu Yahya bin Sa'id al Anshari, Aban bin Taghlib, Ayyub as Sakhtayani, Ibnu Juraij dan Abu 'Amr bin al 'Ala`. Juga Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas al Ashbahi, Sufyan ats Tsauri, Syu'bah bin al Hajjaj, Sufyan bin 'Uyainah, Muhammad bin Tsabit al Bunani, Abu Hanifah dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para imam hadits -kecuali al Bukhari- meriwayatkan hadits-haditsnya pada kitab-kitab mereka. Sementara Imam al Bukhari meriwayatkan haditsnya di kitab lainnya, bukan di ash Shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat keilmuan dan kefaqihannya, sanjungan para ulama pun mengarah kepada Imam Ja'far ash Shadiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah berkata,"Tidak ada orang yang lebih faqih dari Ja'far bin Muhammad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hatim ar Razi di dalam al Jarh wa at Ta'dil (2/487) berkata,"(Dia) tsiqah, tidak perlu dipertanyakan orang sekaliber dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hibban berkomentar: "Dia termasuk tokoh dari kalangan Ahli Bait, ahli ibadah dari kalangan atba' Tabi'in dan ulama Madinah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memujinya dengan ungkapan : "Sesungguhnya Ja'far bin Muhammad termasuk imam, berdasarkan kesepakatan Ahli Sunnah". (Lihat Minhaju as Sunnah, 2/245).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebagian kutipan pujian dari para ulama kepada Imam Ja'far ash Shadiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JA'FAR ASH SHADIQ TIDAK MUNGKIN MENCELA ABU BAKAR DAN 'UMAR&lt;br /&gt;Adapun Syi'ah, berbuat secara berlebihan kepada Imam Ja'far ash Shadiq. Golongan Syi'ah ini mendaulatnya sebagai imam keenam. Pengakuan mereka, sebenarnya hanya kamuflase. Pernyataan-pernyataan dan aqidah beliau berbeda 180 derajat dengan apa yang diyakini oleh kaum Syi'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja, sikap Imam Ja'far ash Shadiq terhadap Abu Bakr dan 'Umar bin al Kaththab. Kecintaannya terhadap mereka berdua tidak perlu dipertanyakan. Bagaimana tidak, mereka berdua adalah teman dekat kakek (yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam), dan sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdul Jabbar bin al 'Abbas al Hamdani berkata,"Sesungguhnya Ja'far bin Muhammad menghampiri saat mereka akan meninggalkan Madinah. Ia berkata,'Sesungguhnya kalian, Insya Allah termasuk orang-orang shalih dari Madinah. Maka, tolong sampaikan (kepada orang-orang) dariku, barangsiapa yang menganggap diriku imam ma'shum yang wajib ditaati, maka aku berlepas diri darinya. Barangsiapa menduga aku berlepas diri dari Abu Bakr dan 'Umar, maka aku pun berlepas diri darinya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad Daruquthni meriwayatkan dari Hanan bin Sudair, ia berkata: "Aku mendengar Ja'far bin Muhammad, saat ditanya tentang Abu Bakr dan 'Umar, ia berkata,'Engkau bertanya tentang orang yang telah menikmati buah dari surga'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan beliau ini jelas sangat bertolak belakang dengan keyakinan orang-orang Syi'ah yang menjadikan celaan dan makian kepada Abu Bakr, 'Umar, dan para sahabat pada umumnya sebagai sarana untuk mendapatkan pahala dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far ash Shadiq, sangat tidak mungkin mencela mereka berdua. Pasalnya, ibunya, Ummu Farwa adalah putri al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr ash Shiddiq. Sementara neneknya dari arah ibunya adalah, Asma` bintu Abdir Rahman bin Abi Bakr. Apabila mereka adalah paman-pamannya, dan Abu Bakr termasuk kakeknya dari dua sisi, maka sulit digambarkan, jika Ja'far bin Muhammad -yang jelas berilmu, berpegah teguh dengan agamanya, dan ketinggian martabatnya, serta memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi- melontarkan cacian dan celaan terhadap kakeknya, Abu Bakr ash Shiddiq. Ja'far sendiri berkata : "Abu Bakar melahirkan diriku dua kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, bila menengok kapasitas keilmuan dan keteguhan agama dan ketinggian martabatnya, sudah tentu akan menghalanginya untuk mencaci-maki orang yang tidak pantas menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLAIM BOHONG SYIAH ATAS JA'FAR ASH SHADIQ&lt;br /&gt;Pada masanya, bid'ah al Ja'd bin Dirham dan pengaruh al Jahm bin Shafwan telah menyebar. Sebagian kaum Muslimin sudah terpengaruh dengan aqidah al Qur`an sebagai makhluk. Akan tetapi, Ja'far bin Muhammad menyatakan: "Bukan Khaliq (Pencipta), juga bukan makhluk, tetapi Kalamullah"[2]. Aqidah dan pemahaman seperti ini bertentangan dengan golongan Syi'ah yang mengamini Mu'tazilah, dengan pemahaman aqidahnya, al Qur`an adalah makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, prinsip aqidah yang dipegangi oleh Imam Ja'far ash Shadiq merupakan prinsip-prinsip yang diyakini para imam Ahli Sunnah wal Jama'ah, dalam penetapan sifat-sifat Allah. Yaitu menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, serta menafikan sifat-sifat yang dinafikan Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah berkata,"Syi'ah Imamiyah, mereka berselisih dengan Ahli Bait dalam kebanyakan pemahaman aqidah mereka. Dari kalangan imam Ahli Bait, seperti 'Ali bin al Husain Zainal 'Abidin, Abu Ja'far al Baqir, dan putranya, Ja'far bin Muhammad ash Shadiq, tidak ada yang mengingkari ru`yah (melihat Allah di akhirat), dan tidak ada yang mengatakan al Qur`an adalah makhluk, atau mengingkari takdir, atau menyatakan 'Ali merupakan khalifah resmi (sepeninggal Nabi n), tidak ada yang mengakui para imam dua belas ma'shum, atau mencela Abu Bakr dan 'Umar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh Syi'ah tempo dulu mengakui, bahwa aqidah tauhid dan takdir (yang mereka yakini) tidak mereka dapatkan, baik melalui Kitabullah, Sunnah atau para imam Ahli Bait. Sebenarnya, mereka mendapatkannya dari Mu'tazilah. Mereka (kaum Mu'tazilah) itulah guru-guru mereka dalam tauhid dan al 'adl".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim kaum Syi'ah yang menyatakan pemahaman aqidah mereka berasal dari Ja'far ash Shadiq atau imam Ahli Bait lainnya, hanyalah merupakan kedustaan, dan mengada-ada belaka. Sehingga tidak salah jika dianggapnya sebagai dongeng-dongeng fiktif, dan bualan kosong yang mereka nisbatkan kepada orang-orang yang mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kedustaan yang dilekatkan kepada beliau, yaitu ucapan "taqiyah adalah agamaku dan agama nenek-moyangku". Orang Syiah menjadikannya sebagai prinsip aqidah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedustaan lainnya, keyakinan mereka bahwa Ja'far ash Shadiq akan kekal abadi, dan tidak meninggal. Ini juga merupakan kesalahan yang parah. Kematian adalah milik setiap orang, dan pasti terjadi. Tidak ada orang, baik dari kalangan Ahli Bait atau lainnya yang mendapatkan hak istimewa hidup abadi di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kedustaan mereka merambah buku dan tulisan-tulisan yang diklaim telah ditulis oleh Ja'far ash Shadiq. Para ulama telah menetapkan kedustaan itu. Ditambah lagi, eranya (80-148 H) termasuk masa yang kering dengan karya tulis. Yang ada, perkataan-perkataan yang diriwayatkan dari mereka saja, tidak sampai dibukukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah yang mesti kita pegangi dalam masalah ini, tidak menerima satu perkataan pun dari ash Shadiq dan imam-imam lain, juga dari orang lain, kecuali dengan sanad yang bersambung, berisikan orang-orang yang tsiqah dan dikenal dari kalangan para perawi, atau bersesuaian dengan al Haq dan didukung oleh dalil, maka baru bisa diterima. Selain dari yang itu, tidak perlu dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kitab yang dinisbatkan kepadanya dengan kedustaan, yaitu kitab Rasailu Ikhawni ash Shafa, al Jafr (kitab yang memberitakan berbagai peristiwa yang akan terjadi), 'Ilmu al Bithaqah, Ikhtilaju al A'dha` (menjelaskan pergerakan-pergerakan yang ada di bawah tanah), Qira`atu al Qur`an Fi al Manam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Syi'ah memperkuat kedustaan mereka tentang keotentikan kitab-kitab tersebut, dengan mengambil keterangan dari Abu Musa Jabir bin Hayyan ash Shufi ath Tharthusi. Dia ini adalah pakar kimia yang terkenal, meninggal tahun 200 H. Mereka berdalih, bahwa Abu Musa Jabir bin Hayyan telah menyertai Ja'far ash Shadiq dan menulis berbagai risalah yang berjumlah 500 buah dalam seribu lembar kertas. Namun, pernyataan ini masih sangat diragukan. Sebab, Jabir ini termasuk muttaham (tertuduh, dipertanyakan) dalam agama dan amanahnya, dan juga kesertaannya bersama Ja'far ash Shadiq yang meninggal tahun 148 H. Menurut keterangan yang masyhur, Jabir bukan menyertai Ja'far ash Shadiq, tetapi ia menyertai Ja'far bin Yahya al Barmaki. Dan lagi yang pantas untuk meragukan pernyataan tersebut, karena Imam Ja'far ash Shadiq berada di Madinah, sementara itu Jabir bermukim di Baghdad. Kedustaan tersebut semakin jelas jika melihat kesibukan Jabir dengan ilmu-ilmu alamnya, yang tentu sangat berbeda dengan yang ditekuni Imam Ja'far ash Shadiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tulisan-tulisan di atas, tidak bisa dibenarkan penisbatannya kepada Ja'far ash Shadiq. Ringkasnya, Syi'ah berdiri di atas kedustaan dan kebohongan. Andaikan benar miliknya, sudah tentu akan diketahui anak-anaknya dan para muridnya, dan kemudian akan menyebar ke berbagai pelosok dunia. Wallahul Musta'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini semakin membuktikan bahwa Syiah berdiri di atas gulungan kedustaan dan kebohongan. Ibnu Taimiyah rahimahullah menyimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun syariat mereka, tumpuannya berasal dari riwayat dari sebagian Ahli Bait seperti Abu Ja'far al Baqir, Ja'far bin Muhammad ash Shadiq dan lainnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa mereka adalah orang-orang pilihan milik kaum muslimin dan imam mereka. Ucapan-ucapan mereka mempunyai kemuliaan dan nilai yang pantas didapatkan orang-orang semacam mereka. Tetapi, banyak nukilan dusta ditempelkan pada mereka. Kaum Syiah tidak memiliki kemampuan penguasaan dalam aspek isnad dan penyeleksian antara perawi yang tsiqah dan yang tidak. Dalam masalah ini, mereka laksana Ahli Kitab. Semua yang mereka jumpai dalam kitab-kitab, berupa riwayat dari pendahu-pendahulu mereka, langsung diterima. Berbeda dengan Ahli Sunnah, mereka mempunyai kemampuan penguasaan isnad, sebagai piranti untuk membedakan antara kejujuran dengan kedustaan. (Minhaju as Sunnah, 5/162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diadaptasi dari muqaddimah tahqiq Kitab al Munazharah (Munazharah Ja'far bin Muhammad ash Shadiq Ma'a ar Rafidhi fi at Tafdhili Baina Abi Bakr wa 'Ali), karya Imam al Hujjah Ja'far bin Muhammad ash Shadiq, tahqiq 'Ali bin 'Abdul 'Aziz al 'Ali Alu Syibl, Dar al Wathan Riyadh, Cet. I, Th. 1417 H].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun X/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Oleh Syi'ah Imamiyah, ia diangkat sebagai imam berikutnya. Dalam masalah ini, Syi'ah Imamiyah berseteru pendapat dengan Isma'iliyah tentang imam setelah Ja'far ash Shadiq, antara Musa yang bergelar al Kazhim dengan Isma'il yang sudah meninggal terlebih dahulu. Perbedaan memang menjadi ciri khas ahli bid'ah, bahkan pada masalah yang prinsip menurut mereka.&lt;br /&gt;[2]. Ibnu Taimiyyah mengungkapkan, bahwa pernyataan itu termasuk sering diriwayatkan dari Ja'far ash Shadiq. (al Minhaj, 2/245).&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-44776239884091293?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/44776239884091293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=44776239884091293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/44776239884091293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/44776239884091293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2011/01/imam-jafar-ash-shadiq-rahimahullah-imam_7351.html' title='IMAM JA&apos;FAR ASH SHADIQ RAHIMAHULLAH, IMAM AHLI SUNNAH, BUKAN MILIK SYI&apos;AH'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-667118299155240864</id><published>2010-11-13T23:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T23:43:05.513-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Narapidana Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum di Eksekusi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-SsLYP3AI/AAAAAAAAAQk/uM7Outh12o8/s1600/hang4a.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 193px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-SsLYP3AI/AAAAAAAAAQk/uM7Outh12o8/s320/hang4a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539307354355391490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para anggota milisi Basij Iran yang ditakuti, melakukan perkosaan  terhadap para tahanan wanita yang masih perawan sebelum para tahanan  wanita itu dihukum mati. Mereka yang diperkosa adalah para tahanan  wanita yang divonis hukuman mati dan masih perawan. Perkosaan ini adalah  "ritual" wajib , kata salah satu anggota milisi Basij tersebut. &lt;p&gt;salah seorang anggota milisi yang tidak mau disebutkan namanya  mengatakan bahwa ini adalah bagian perintah dari pemimpin tinggi Iran  Ali Khameini. Kepada The Jerusalem Post anggota milisi ini mengatakan  bahwa pada saat berumur 18 tahun ia pernah diberi "kehormatan" oleh  Khameini untuk sementara waktu "menikahi" tahanan wanita muda sebelum  mereka dieksekusi.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Di Republik Syiah Iran, adalah ilegal mengeksekusi mati wanita jika ia masih perawan, kata salah satu mantan anggota milisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, pemerintah mengatur pesta "pernikahan" semalam sebelum si  tahanan wanita dieksekusi, dan si wanita dipaksa untuk melayani nafsu  seksual si laki-laki , lapor situs Fox News.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah digauli suami "barunya", maka si tahanan wanita sudah "halal" untuk dieksekusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Aku sangat menyesal, walaupun pernikahan itu sah dan legal disini", kata mantan milisi tersebut kepada Jerusalem Post.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa tahanan wanita diberi obat tidur untuk membuat mereka tidak  sadar, karena biasanya mereka melawan saat akan diperkosa, mereka lebih  takut pada malam pertama mereka daripada saat menghadapi hari eksekusi  mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Aku dengar mereka manangis keras dan berteriak-teriak setelah proses  perkosaan itu selesai", kata mantan milisi tersebut. "Aku tidak akan  bisa lupa bagaimana salah satu gadis tersebut mencakari wajah dan  lehernya sendiri dengan kuku-kukunya setelah ia digauli. Ia mengalami  luka parah akibat cakaran kukunya sendiri", tutup mantan militi  tersebut.(voa-islam)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-667118299155240864?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/667118299155240864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=667118299155240864&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/667118299155240864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/667118299155240864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/11/narapidana-wanita-di-iran-diperkosa.html' title='Narapidana Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum di Eksekusi'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-SsLYP3AI/AAAAAAAAAQk/uM7Outh12o8/s72-c/hang4a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7574224401072544695</id><published>2010-11-13T23:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T23:23:26.122-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Biadab!! Pemerintah Syiah Iran Larang Umat Islam Shalat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-NrG_UbFI/AAAAAAAAAQc/lekdNvel6Uw/s1600/timthumb.php.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 144px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-NrG_UbFI/AAAAAAAAAQc/lekdNvel6Uw/s320/timthumb.php.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539301838439083090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TEHERAN (voa-islam.com): Pihak berwenang Iran telah melarang kaum Sunni di Teheran untuk mengadakan sholat Idul Fitri di rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Abdul Hamid Imam dan khatib Jumat kaum Sunni mencatat bahwa melarang kaum Sunni di Teheran untuk melaksanakan sholat di rumah-rumah merupakan pelanggaran hak-hak hidup mereka yang paling dasar dan tidak pernah terjadi di dunia, beliau bertanya-tanya: Apakah anda pernah melihat satu tempatpun di dunia yang melarang orang sholat di rumah?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menegaskan tidak akan tinggal diam melihat penghapusan hak-hak agama dan pelanggaran garis merah yaitu mencampuri urusan mazhab ahli sunah, beliau menambahkan: Kami tidak akan tinggal diam melihat pelanggaran urusan-urusan mazhab dan agama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan: "Kami merasa sangat kecewa bahwa keinginan dan harapan kami dari revolusi tidak terwujud, seiring dengan berlalunya lebih dari tiga puluh tahun dari revolusi namun diskriminasi sektarian masih ada, dan para pejabat tidak dapat mewujudkan persatuan hakiki dan persaudaraan nasional, dan keseimbangan yang relatif dalam pemberian hak, dan masih ada lagi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengisyaratkan adanya peningkatan tekanan dalam urusan mazhab dalam beberapa tahun terakhir, beliau mengatakan: kami telah bersabar dalam menghadapi semua masalah ini, tapi kami tidak pernah berharap ditimpakan kepada kami tekanan sektarian sampai batas ini yaitu campur tangan sistem dalam masalah agama dan mazhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan: "Sebelumnya kami berharap pihak berwenang akan mengizinkan kaum Sunni di Teheran untuk membangun sebuah masjid, mengingat bahwa di semua ibu kota di dunia terdapat satu masjid atau masjid-masjid untuk Syiah dan Sunni, dan kami sangat kecewa bahwa Teheran adalah satu-satunya ibu kota yang tidak ada satupun masjid untuk kaum Sunni, para pejabat tidak ada alasan untuk tidak mengizinkan kaum Sunni membangun masjid atau untuk melarang mereka melaksanakan sholat di rumah mereka atau tempat yang mereka sewa untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7574224401072544695?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7574224401072544695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7574224401072544695&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7574224401072544695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7574224401072544695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/11/biadab-pemerintah-syiah-iran-larang.html' title='Biadab!! Pemerintah Syiah Iran Larang Umat Islam Shalat Idul Fitri'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-NrG_UbFI/AAAAAAAAAQc/lekdNvel6Uw/s72-c/timthumb.php.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-105106271333634384</id><published>2010-11-13T22:51:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T23:06:28.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Enam Saluran Televisi Keagamaan Iran Berasal dari Dalam Israel!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-IXBuAJFI/AAAAAAAAAQU/slOa0KYXzaQ/s1600/anwar.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 215px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-IXBuAJFI/AAAAAAAAAQU/slOa0KYXzaQ/s320/anwar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539295995868750930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh situs &lt;em&gt;Sat Age&lt;/em&gt; - yang  mengkhususkan diri dalam pemantauan terhadap pergerakan satelit di  seluruh dunia dan saluran televisi - menyatakan bahwa kehadiran enam  saluran televisi keagamaan Iran yang disiarkan ke negara-negara Arab  berasal dari Israel dan menambahkan bahwa enam saluran televisi satelit  tersebut berada di belakang salah satu perusahaan telekomunikasi  terbesar Yahudi. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Surat kabar &lt;em&gt;Al Ahram&lt;/em&gt; Mesir menyebut ke enam saluran itu,  yaitu: Alul-Bayt, Al-Anwar, Fadak, Hussain, Al-Alamiyah, Al-Ghadie,  berada di bawah program AMOS Israel, melalui perusahaan &lt;em&gt;RR Sat&lt;/em&gt;  Israel, dan memakai kedok bukan saluran keagamaan Syi'ah serta  berpura-pura bukan untuk mempropagandakan visi Iran agar bisa meyakinkan  publik Arab dan diterima dikalangan masyarakat Sunni Arab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;RR Sat &lt;/em&gt;adalah sebuah perusahaan telekomunikasi khusus Israel  yang dimiliki oleh pengusaha Yahudi David Rive, dan didirikan pada  tahun 1981 di bawah lisensi dari kementerian komunikasi Israel dan sejak  Januari 2002 telah memberikan layanan perdagangan melalui satelit untuk  radio dan televisi serta serat optik dan internet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan yang mengepalai manajemen perusahaan sejak April 2001 adalah  Ramot Gilead, salah seorang petinggi militer di Pasukan Pertahanan Udara  pendudukan Israel.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut surat kabar Al-Ahram, saluran keagamaan Syi'ah ini berusaha  memberikan 'penyadaran' bahwa keberadaan Al-Quran yang asli dan benar  ada di Persia sedangkan Al-Quran yang beredar saat ini diseluruh dunia  yang telah berusia 1400 tahun dan yang ada di tangan kaum muslimin Sunni  adalah Al-Quran yang salah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saluran ini juga bekerja untuk menciptakan pikiran agar masyarakat  Arab menerima doktrin Syiah dalam rangka seperti apa yang Khomeini  serukan pada awal revolusi Iran sekitar tiga puluh tahun lalu sebelum  akhirnya revolusi Syi'ah itu dieskpor Khomeini ke seluruh bagian dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Al-Ahram juga menunjukkan bahwa apa yang terjadi ini dapat menghubungkan adanya kaitan antara Iran dan Israel dalam ruang media.(Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-105106271333634384?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/105106271333634384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=105106271333634384&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/105106271333634384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/105106271333634384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/11/enam-saluran-televisi-keagamaan-iran.html' title='Enam Saluran Televisi Keagamaan Iran Berasal dari Dalam Israel!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TN-IXBuAJFI/AAAAAAAAAQU/slOa0KYXzaQ/s72-c/anwar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6983321989382032116</id><published>2010-10-16T02:32:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T02:41:58.134-07:00</updated><title type='text'>Ahmadinejad, menghina sahabar Rasulullah. Syaikh Al-Azhar: Yang Menghina sahabat Nabi Kafir!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TLlzR_na2xI/AAAAAAAAAQM/XZK0T__F3fg/s1600/ttwx.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TLlzR_na2xI/AAAAAAAAAQM/XZK0T__F3fg/s320/ttwx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528576770545736466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hinaan Ahmadinejad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja  digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang  terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad saw. &lt;p&gt;Kecaman dan hinaan Ahmadinejad itu—lebih gila lagi—disampaikan dalam  sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi  Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah ini—salah satu  aliran Islam yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama mempersempit  ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan  Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum  pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan  Zubair adalah dua orang pengkhianat. “Talhah dan Zubair adalah dua  orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali  kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul  itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal  lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana  Muawiyah menjadi rajanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat  sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat  ini di Iran—berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad  sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran.  Bahkan, pendahulu Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh  alias menyepelekan 90% Muslim seluruh dunia.&lt;/p&gt; Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan  pengingkar sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini.  Mereka adalah  orang yang tidak menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau  memahami rejim 12 Imam ini yang merupakan musuh terbuka terhadap para  sahabat Rasul. (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dr. Muhammad Sayid Tantawi: Penghina sahabat Nabi, diluar Islam!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Dr. Muhammad Sayid Tantawi, Syaikhul  Azhar menyatakan  bahwa dirinya meyakini bahwa menghina dan mencela  salah seorang sahabat  Nabi Muhammad SAW secara sengaja adalah diluar  Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Menurut surat kabar Mesir "Al-Yaumu  Sabt" mengutip pernyataan  pimpinan lembaga tertingi otoritas keagamaan  Sunni tersebut menyatakan  bahwa dirinya telah mengkonfirmasikan, dia  akan meminta kepada para  ulama-ulama Al-Azhar serta lembaga penelitian  Islam Al-Azhar untuk  mendukung rekomendasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Syaikh Tantawi berkata dalam  pembukaan konferensi tahunan yang ke  empat belas dari Majma Buhuts  Al-Islami - lembaga riset Islam Al-Azhar:  "Tidak bisa diterima ada  orang yang menghina dan mencela salah satu  sahabat Nabi. Dan konferensi  ini diadakan untuk membahas kedudukan  sahabat Nabi Radiallahu Ajmain  dalam kaca mata Islam berdasarkan  Al-Quran dan Sunnah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:small;"&gt;Tujuan dari konferensi yang bertajuk  "Ashahabatur Rasul SAW" (Para  Sahabat Nabi Muhammad SAW) untuk mengkaji  kedudukan sahabat Nabi dalam  Islam serta menolak kecaman serta  serangan Syi'ah terhadap para sahabat,  yang dipaparkan oleh berbagai  ulama dari dalam Mesir sendiri maupun  dari luar negeri. (Voice of Al-Islam)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6983321989382032116?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6983321989382032116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6983321989382032116&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6983321989382032116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6983321989382032116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/10/ahmadinejad-menghina-sahabar-rasulullah.html' title='Ahmadinejad, menghina sahabar Rasulullah. Syaikh Al-Azhar: Yang Menghina sahabat Nabi Kafir!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TLlzR_na2xI/AAAAAAAAAQM/XZK0T__F3fg/s72-c/ttwx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5415631202679726927</id><published>2010-10-03T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T21:14:48.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Yasir Habib Sang Penista Sahabat Nabi dan Ummul Mukminin Aisyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlUjNA9GHI/AAAAAAAAAQE/RCZ8xF5tYy8/s1600/yasir1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 186px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlUjNA9GHI/AAAAAAAAAQE/RCZ8xF5tYy8/s320/yasir1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524039381712443506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam beberapa waktu terakhir ini, umat Islam harus mengalami  berbagai tragedi dan goncangan hebat akibat serangkaian aksi berupa  sikap atau pernyataan yang melecehkan Islam dan umat Islam. Setidaknya  dalam bulan September lalu, goncangan itu datang dari dua orang yaitu  pastor Terry Jones yang menyerukan hari pembakaran Al-Quran pada  peringatan kesembilan peristiwa 9/11 dan dari Yasir Habib seorang da'i  dan ulama Syi'ah kondang yang sekarang bermukim di London. &lt;p&gt;Kita tidak akan mencoba membongkar siapa itu Terry Jones, karena  sosoknya telah terkenal di mana-mana setelah aksi dan ide gilanya yang  menyerang Islam secara terang-terangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengenal sosok Yasir Habib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria kelahiran Kuwait tahun 1979 ini, menjadi semakin terkenal  setelah ceramah-ceramahnya di London secara terang-terangan menghina  Ummul mukminin Aisyah. Sosok Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah, RA ia tuduh  dengan tuduhan yang "tidak-tidak". Dalam tuduhannya itu, Habib bahkan  telah melanggar batas-batas etika.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Yasir Habib adalah seorang da'i dan ulama muda Syi'ah yang berasal  dari Kuwait. Pada bulan Desember tahun 2004, dirinya bermigrasi ke  London Inggris. Sebelumnya pada bulan November tahun 2003, ia pernah  ditangkap dan dipenjara selama satu tahun oleh pemerintah Kuwait atas  tuduhan 'mengutuk' sahabat terkemuka dan istri Rasulullah, Abu Bakar,  Umar dan Aisyah Radiallahuanhum, sehubungan dengan rekaman ceramah  tertutup pribadinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada bulan Februari 2004 dia dibebaskan di bawah pengampunan tahunan  yang diumumkan oleh Amir Kuwait pada kesempatan Hari Nasional negara,  tetapi kemudian ditangkap kembali beberapa hari kemudian. Yasir al-Habib  kemudian 'melarikan diri' dari Kuwait sebelum ia dijatuhi hukuman in  absentia untuk hukuman 25 tahun penjara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang akhir September, pemerintah Kuwait mencabut hak  kewarganegaraan Yasir Habib selain alasan penghinaan terhadap para  sahabat dan istri Rasulullah, ia juga memiliki kewarganegaraan ganda  Kuwait-Inggris yang menurut aturan pemerintah Kuwait hal tersebut  terlarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih menjelang akhir September, pemerintah Kuwait telah meminta  pihak interpol untuk menangkap Yasir Habib dan menyerahkannya ke Kuwait  untuk diadili. "Kami terpaksa meminta interpol bertindak berdasarkan  permintaan dari jaksa penuntut umum Kuwait untuk membawa Habib ke  pengadilan di Kuwait," kata menteri dalam negeri Kuwait Syaikh Jabir  Al-Khalid pada waktu itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun ada yang menarik dari kasus Yasir Habib ini, para ibu di Maroko  banyak memberikan nama anak perempuan mereka yang baru lahir dan akan  lahir dengan nama Aisyah, merujuk kepada nama istri Rasulullah yang  telah dinistakan oleh Yasir Habib. Para ibu tersebut menyatakan bahwa  tindakan mereka ini sebagai jawaban sederhana atas penghinaan Habib  terhadap ummul mukminin Aisyah, Ra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan situs &lt;em&gt;Mafkarah Islam&lt;/em&gt;, memuat sebuah tulisan yang  berjudul &lt;em&gt;Yasir Habib: Salman Rushdi Baru&lt;/em&gt;. Penulis artikel  tersebut terang-terangan menyamakan Yasir Habib dengan Salman Rushdi  sang penghina Islam tersebut. Menurut penulis, tujuan utama dari  penyerangan Habib terhadap citra dan sosok Sayyidah Aisyah, Ra itu  sendiri salah satunya adalah untuk menjungkirkan kredibilitas Alqur'an  yang diimani umat Muslim sebagai kitab suci dan petunjuk mereka. Tentu  saja, perlakuan semacam ini hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang  tidak mengimani dengan apa yang telah Allah turunkan dalam kitab suci  tersebut, juga oleh orang-orang non-Muslim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ada fenomena yang menarik dari tragedi penghinaan Yasir Habib  terhadap ummul mukminin Aisyah, Ra. Jika pada kasus pastor Terry Jones  yang berencana hendak membakar kitab suci umat Islam Al-Quran mendapat  banyak kecaman dari seluruh kalangan umat di dunia bahkan dari Vatikan  dan dewan gereja Amerika, namun kasus penyerangan terhadap sosok  Sayyidah Aisyah yang dilakukan oleh Habib justru tidak mendapat reaksi  apa-apa dari para petinggi Syi'ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut menunjukkan jika para petinggi Syiah sebenarnya merasa  rido dan setuju atas apa yang dikatakan oleh Habib. Jika tidak, maka  dengan apa lantas kita bisa menafsirkan sikap diam mereka? Dan dengan  demikian pula, lalu apa bedanya antara Yasir Habib dengan Salman Rushdi?  Mereka berdua sama-sama telah melecehkan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak fakta yang menyebutkan bahwa kalangan Syi'ah sangat membenci  sahabat-sahabat utama Rasulullah seperti Abu Bakar, Umar dan yang  lainnya berikut penghinaan mereka terhadap ummul mukminin Aisyah, Ra.  Namun herannya masih banyak orang di kalangan umat ini yang masih  'berbaik sangka' dengan Syi'ah setelah apa yang telah mereka lakukan  terhadap tokoh-tokoh yang terhormat di mata umat Islam ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan mereka bisa sangat tersinggung dan murka bila 'tokoh-tokoh'  Syi'ah dilecehkan namun di sisi lain mereka tenang-tenang saja mendengar  dan membaca serta mengetahui jika kalangan Syi'ah dengan tanpa perasaan  menyebut ummul mukminin Aisyah sebagai pelacur, atau menyebut Abu Bakar  dan Umar sebagai penjahat dan sebagainya.&lt;/p&gt; Untuk hal ini ada beberapa kemungkinan yang bisa kita simpulkan,  kemungkinan pertama karena jahil (bodoh) tentang ajaran agama Islam,  kemungkinan kedua mereka bukan Islam dan kemungkinan terakhir adalah  mereka adalah pengikut Syi'ah itu sendiri! &lt;em&gt;Wallahu a'lam. (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5415631202679726927?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5415631202679726927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5415631202679726927&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5415631202679726927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5415631202679726927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/10/yasir-habib-sang-penista-sahabat-nabi.html' title='Yasir Habib Sang Penista Sahabat Nabi dan Ummul Mukminin Aisyah'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlUjNA9GHI/AAAAAAAAAQE/RCZ8xF5tYy8/s72-c/yasir1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-1754950440475058464</id><published>2010-10-03T20:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T21:04:06.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Al-Azhar Tolak Serial TV tentang Nabi Yusuf Buatan Iran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlSF9WLZHI/AAAAAAAAAP8/hI3sNczxX8A/s1600/yusuf.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlSF9WLZHI/AAAAAAAAAP8/hI3sNczxX8A/s320/yusuf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524036680267031666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Azhar Mesir menyerukan pelarangan serial televisi Iran yang mengangkat cerita tentang Nabi Yusuf dengan alasan bahwa hal itu melanggar larangan untuk meniru nabi dalam Islam.&lt;br /&gt;Pusat Riset Islam (CIR), yang berafiliasi dengan al-Azhar, institusi terkemuka di dunia Islam Sunni, menyuarakan keberatan mereka terhadap serial televisi Iran Yusuf al-Siddiq (Yusuf, yang Jujur) yang ditayangkan di Melody Drama pada saluran tv satelit Mesir Nile Sat .&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;CIR menyatakan keberatannya tersebut dalam pertemuan bulanan Kamis lalu dengan menyatakan keprihatinan mereka tentang adanya visualisasi peniruan para nabi dan menyatakan keberatan mereka pada serial tv baru Iran tersebut kata Sekretaris Jenderal CIR Syaikh Ali Abdul Baqi.&lt;br /&gt;"Kami menolak penayangan serial tv ini pada setiap saluran TV Mesir sesuai dengan keputusan sebelumnya yang diambil oleh CIR yang melarang peniruan atau visualisasi nabi dalam drama TV," katanya kepada Al Arabiya.&lt;br /&gt;Meskipun adanya seruan untuk melarang acara itu, Abdul Baqi menjelaskan bahwa keputusan yang dibuat oleh anggota CIR tidak wajib.&lt;br /&gt;"Peran CIR adalah untuk mengeluarkan rekomendasi dan memberikan penjelasan, namun kita tidak bisa memaksakan pelarangan serial tersebut."&lt;br /&gt;Peniruan berupa visualisasi dari semua nabi adalah dilarang dalam Islam, kata anggota CIR Dr Muhammad Rafaat Utsman.&lt;br /&gt;"CIR telah membuat pernyataan ini 30 tahun yang lalu ketika sutradara Mustafa al-Akkad mengajukan naskah film al-Risalah (The Message) yang beberapa adegan ingin menampilkan sahabat utama nabi," katanya kepada Al Arabiya.&lt;br /&gt;"Sejak itu, sikap kami tidak berubah."&lt;br /&gt;Utsman menunjukkan bahwa serial tv Iran tersebut melanggar aturan ini dengan memvisualisasikan nabi Yusuf dan Yakub ayahnya serta malaikat Jibril.&lt;br /&gt;"Faktanya bahwa serial Iran ini tidak membuat tindakan apapun yang dilarang negara. Tugas kita adalah melobi untuk menerapkan aturan ini terlepas dari negara. "&lt;br /&gt;Utsman menjelaskan bahwa melarang peniruan terhadap nabi adalah fatwa yang tetap sejak aktor yang memainkan peran mereka (para nabi) tidak akan pernah bisa menggambarkan karakter sebenarnya.&lt;br /&gt;CIR telah tegas menolak setiap peniruan terhadap Nabi Muhammad, keluarganya, atau sahabatnya. Misalnya, CIR telah menolak permintaan perusahaan Amerika untuk membuat film dokumenter tentang informasi genetik nabi dan menolak untuk menyetujui sebuah serial TV Mesir tentang al-Hassan dan al-Hussein, cucu nabi yang merupakan anak Ali bin Abi Thalib.(Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-1754950440475058464?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/1754950440475058464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=1754950440475058464&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/1754950440475058464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/1754950440475058464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/10/al-azhar-tolak-serial-tv-tentang-nabi.html' title='Al-Azhar Tolak Serial TV tentang Nabi Yusuf Buatan Iran'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/TKlSF9WLZHI/AAAAAAAAAP8/hI3sNczxX8A/s72-c/yusuf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-3404403417221096233</id><published>2010-09-05T19:26:00.000-07:00</published><updated>2010-09-05T19:31:32.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Kaum Loyalis Kepada Syetan</title><content type='html'>&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_pTXzmIeHUPc/SzYIW4EXrRI/AAAAAAAAAMA/z4pIa5LhnZY/s200/syetan.jpg" alt="" /&gt;Tahukah Anda bahwa di antara umat manusia terdapat orang-orang yang menjadikan syetan sebagai pemimpinnya? Mereka menyerahkan loyalitas kepada syetan sedemikian rupa sehingga lambat laun syetan berhasil berkuasa atas orang-orang itu. Akhirnya orang-orang yang menyerahkan loyalitasnya kepada para syetan menjadi bagian dari &lt;i&gt;hizbusy-syaithan&lt;/i&gt; (pasukan syetan atau partai syetan). &lt;i&gt;Na’udzubillahi min dzaalika..!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;&lt;p&gt;Di antara ciri-ciri mereka yang berpemimpin syetan ialah orang-orang yang ketika membaca Kitabullah Al-Qur’anul Karim tidak mengawali dengan memohon perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk (membaca &lt;i&gt;ta’aawudz&lt;/i&gt;). Itulah yang membedakan mereka dengan orang-orang beriman. Orang-orang beriman senantiasa mengawali bacaan Al-Qur’an dengan memohon perlindungan Allah untuk dirinya dari godaan syetan yang tekutuk.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;”Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari &lt;/i&gt;&lt;i&gt;syetan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; yang terkutuk. Sesungguhnya &lt;/i&gt;&lt;i&gt;syetan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (&lt;/i&gt;&lt;i&gt;syetan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS An-Nahl ayat 98-100)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=3633&amp;amp;width=370" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa mereka merasa tidak perlu memohon perlindungan Alah dari syetan terkutuk ketika mengawali bacaan Al-Qur’an? Di antara sebabnya karena mereka sendiri tidak percaya bahwa Al-Qur’an sungguh-sungguh merupakan Kitabullah, Kitab Suci yang datang dan bersumber dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mereka perlakukan Al-Qur’an sebagai sebuah buku biasa karya manusia biasa, bahkan seperti yang diutarakan oleh salah seorang pegiat Jaringan Islam Liberal, Al-Qur’an merupakan sebuah buku sejarah kebudayaan bangsa Arab karya manusia Arab untuk kepentingan kultural budaya Arab semata. &lt;i&gt;Al-Qur’an sebagai sebuah teks, menurut Nasr Hamid Abu Zayd, pada dasarnya adalah produk budaya. &lt;/i&gt;(Tekstualitas Al-Qur’an, 2000).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karenanya para aktifis JIL menganggap sah-sah saja bila Al-Qur’an ditafsirkan dengan metode &lt;i&gt;Hermeneutika, &lt;/i&gt;yaitu sebuah metode interpretasi liberal terhadap Al-Qur’an sebagaimana diterapkan oleh kaum Nasrani dalam menginterpretasi Kitabullah Injil alias Bibel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, kaum loyalis kepada syetan ialah mereka yang mempersekutukan Allah. Sebab mereka sangat berbeda dengan kaum beriman yang benar-benar beriman kepada Rabbnya yaitu Allah &lt;i&gt;Subhaanahu wa Ta’aala&lt;/i&gt; dan bertawakkal kepadaNya. Pengertian bertawakkal kepada Allah ialah kaum beriman sangat mengandalkan apa-apa yang merupakan petunjuk dan arahan dari Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedemikian rupa ke-&lt;i&gt;tawakkal-&lt;/i&gt;an kaum beriman kepada Allah sehingga mereka tidak rela bila harus menjalani hidup, baik secara personal maupun sosial, di dalam naungan aturan dan hukum selain hukum Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara kaum loyalis kepada syetan sangat rela bahkan yakin bahwa kehidupan pribadi maupun bermasyarakat dan bernegara berdasarkan aturan dan hukum bikinan manusia alias &lt;i&gt;bukan&lt;/i&gt; hukum Allah, merupakan jalan hidup yang sah-sah saja. Berarti mereka tidak benar-benar mau ber-&lt;i&gt;tawakkal&lt;/i&gt; kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka enggan untuk mengandalkan arahan dan petunjuk ilahi dalam menempuh kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara. Mereka lebih yakin dan mengandalkan diri mereka sendiri dalam menata kehidupan pribadi dan sosialnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; mengajarkan doa agar kita tidak mengandalkan diri sendiri dalam hidup, namun harus mengandalkan Allah semata. Bertawakkal kepada Allah. Sebab bertawakkal kepada selain Allah merupakan salah satu bentuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu selain Dia. Sikap itu merupakan sikap seorang &lt;i&gt;musyrik&lt;/i&gt;..!&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;ياَ حَيُّ ، يَا قَيُّومُ ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلِّهِ ،&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Wahai Allah Yang Maha Hidup, wahai Allah Yang Senantiasa Mengurusi, tidak ada tuhan selain Engkau, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan, perbaikilah keadaan diriku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan nasibku kepada diriku sendiri (walau) sekejap mata, tidak pula kepada seorang manusiapun.” (HR Thabrani 445)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;Dewasa ini kita hidup dalam sebuah zaman dimana kebanyakan orang menganggap bahwa bertawakkal kepada Allah hanya dalam urusan ketika sudah menghadapi masalah dalam hidup. Itupun ke-&lt;em&gt;tawakkal-&lt;/em&gt;an dalam bentuk memohon kepada Allah pertolongan saat diri telah tenggelam dalam kesulitan hidup seperti jatuh miskin atau sakit berat atau kehilangan sesuatu stau seseorang yang sangat dicintainya. Sedangkan sewaktu dia berjaya dia tidak pernah peduli untuk hidup dengan mengikuti petunjuk ilahi dan mematuhi aturan serta hukum Allah. &lt;p&gt;Ia bangga dan sangat percaya diri hidup berdasarkan hawa nafsu pribadinya dan mematuhi aturan dan hukum selain yang datang dari Allah &lt;i&gt;Subhaanahu wa Ta’aala. &lt;/i&gt;Mereka enggan untuk menjadikan ajaran Allah, Al-Islam, sebagai jalan hidup. Mereka lebih bangga dan percaya diri untuk menata kehidupan berdasarkan berbagai ideologi buatan manusia seperi demokrasi, nasionalisme, humanisme, liberalisme, materialisme dan sekularisme. Padahal sikap demikian menunjukkan absennya ke-&lt;em&gt;tawakkal-&lt;/em&gt;an kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan barangsiapa yang tidak tawakkal kepada Allah berarti sama saja dengan mempersekutukan Allah dengan sesuatu selainNya alias memproklamirkan diri sebagai bagian dari kaum &lt;i&gt;musyrikin&lt;/i&gt;. Dan menjadi bagian dari kaum musyrikin sama saja dengan menjadi loyalis kepada syetan, fihak yang semestinya seorang beriman bermusuhan dengannya dan tidak berkompromi sedkitpun dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS Faathir ayat 6)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ&lt;/p&gt;&lt;p class="ArabCenter"&gt;حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;”Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah hizbusy-syaithan (pasukan/golongan/partai syetan). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbusy-syaithan itulah golongan yang merugi.” (QS Al-Mujaadilah ayat). (era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-3404403417221096233?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/3404403417221096233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=3404403417221096233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3404403417221096233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3404403417221096233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/09/kaum-loyalis-kepada-syetan.html' title='Kaum Loyalis Kepada Syetan'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pTXzmIeHUPc/SzYIW4EXrRI/AAAAAAAAAMA/z4pIa5LhnZY/s72-c/syetan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-3056627814584036800</id><published>2010-05-24T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T19:50:58.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Hadits Manzilah…</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S_pInAsiLYI/AAAAAAAAAPs/imKFdjBUYzw/s1600/syiah_asyura3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S_pInAsiLYI/AAAAAAAAAPs/imKFdjBUYzw/s320/syiah_asyura3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474768132061146498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang   dimaksud dengan hadits manzilah adalah sabda Rasulullah kepada Ali bin   Abi Thalib, &lt;em&gt;“Engkau di sisiku seperti halnya Harun di sisi Musa,   hanya saja tidak ada nabi setelahku!”&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hadits   ini terdapat dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, serta dalam   beberapa kitab hadits yang lain. Oleh penganut agama Syiah Rafidah,   hadits ini dijadikan salah satu hujjah untuk membuktikan bahwa Ali bin   Abi Thalib adalah pemegang hak khilafah setelah Rasulullah. Benarkah   demikian? Menurut para ulama hadits yang mengkaji hadits ini, hadits ini   statusnya shahih, sempurna secara sanad maupun matannya (Ini adalah   salah satu bukti keadilan ulama-ulama Ahlu Sunnah, mereka menulis dan   mesahihkan hadits ini karena konsisten dengan metode yang mereka gunakan   dalam mengkaji sebuah hadits, walaupun hadits itu berpeluang digunakan   oleh musuh-musuh Islam tuk menyerang Islam). Hadits ini diucapkan oleh   Rasulullah ketika beliau hendak meninggalkan Madinah tuk perang Tabuk   dan mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai pengganti sementaranya   (pemegang mandat) di Madinah. Hal seperti ini lazim dilakukan oleh   Rasulullah ketika akan meninggalkan Madinah untuk berbagai kepentingan.   Jadi Rasulullah menunujuk Ali sebagai pengganti sementara, bukan   khalifah setelah Rasulullah. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa hal yang harus   dicermati dalam hadits ini:&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;1.Samanya   kedudukan Ali bin Abi Thalib di sisi Nabi dengan kedudukan Harun di sisi   Musa dalam hal sebagai pengganti sementara saja, dan tidak bersifat   umum. Sebab jika dianggap umum, maka kita harus menganggap Ali sebagai   Nabi, sebagaimana Harun adalah seorang Nabi. Dan itu adalah sesuatu yang   tidak mungkin, karena Nabi menegaskan diujung hadit tersebut, “…,  hanya  saja tidak ada Nabi setelahku!”&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Zhahir hadits ini   menetapkan bahwa Ali adalah pengganti sementara Nabi selama beliau   berada di Tabuk, sebagaimana Harun menjadi pengganti sementara Musa   selama 40 hari ketika Musa hendak menghadap Allah. Musa berkata kepada   Harun, &lt;em&gt;“Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku.”&lt;/em&gt; (QS.   Al-A’raf: 142)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengapa   Rasulullah mengucapkan hadits itu? Kenapa Rasulullah tidak mengucapkan   itu ketika meminta sahabat lain yang menggantikannya? Karena  Rasulullah  hendak mengukuhkan hati Ali yang agak keberatan dengan  tugasnya itu. Ali  memandang, tugas itu merendahkan dirinya, karena ia  tidak diikutkan  dalam jihad bersama sahabat-sahabat Rasulullah yang  lain. Ia harus  tinggal di Madinah bersama wanita dan anak-anak, serta  orang-orang yang  mendapat izin untuk tidak ikut berjihad. Inilah ego  seorang perindu  syahid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apakah   dengan hadits ini, Ali menjadi lebih utama dari Abu Bakar dan Umar?   Hadits ini menunjukkan bahwa Ali adalah salah seorang sahabat Nabi yang   mulia, utama, dan agung. Tapi dalam kitab yang sama, dalam shahi  Bukhari  dan Shahih Muslim, terdapat sebuah hadits yang menceritakan  ketika  Rasulullah sedang berdiskusi dengan Abu Bakar dan Umar untuk  menyikapi  tawanan perang. Ketika Rasulullah meminta pendapat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Abu Bakar&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;   mengusulkan tuk membebaskan tawanan tersebut dengan meminta tebusan.   Sedangkan ketika Rasulullah meminta pendapat Umar, ia mengusulkan agar   tawanan-tawanan tersebut dihukum mati saja. Mendengar usul kedua   sahabatnya, Rasulullah bersabda, &lt;em&gt;“Akan kuceritakan dua orang yang   sepadan dengan kamu. Engkau wahai Abu Bakar, sama dengan Ibrahim ketika   ia berkata: Barangsiapa mengikutiku, ia termasuk golonganku. Barang   siapa durhaka kepadaku, sesungguhnya Tuhan Maha Pengampun dan Maha   Pengasih. (QS. Ibrahim: 36) Engkau juga seperti Isa ketika ia berkata:   Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hambaMu. Dan   jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya engkau Maha Mulia dan Maha   Bijaksana. (QS. Al-Mai’dah: 118) Adapun engkau wahai Umar, sama seperti   Nuh ketika ia berkata: Ya Tuhanku, janganlah engkau biarkan seorangpun   diantara orang kafir tinggal di atas bumi. (QS. Nuh: 26) Engkau juga   seperti Musa ketika ia berkata: Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda   mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman   sampai mereka melihat siksaan yang pedih. (QS. Yunus: 88)”&lt;/em&gt;    Perhatikan hadit tersebut, Abu Bakar As-Siddiq seperti Ibrahim dan Isa,   Umar bin Kahattab seperti Nuh dan Musa, lalu Ali seperti seperti Harun.   Silahkan berkesimpulan sendiri…:)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kedudukan Ali di Madinah sebagai pemimpin   betul-betul bersifat sementara. Terbukti, sekembalinya dari perang   Tabuk, Nabi telah memberikan tugas lain padanya, yakni bersama Abu Bakar   ia diutus untuk membatalkan beberapa perjanjian pada tahun ke-9   Hijriah. Setelah Ali dan Abu Bakar kembali dari tugasnya, ia kembali   diutus ke Yaman, sebagaimana beliau mengutus Mu’adz dan Abu Musa. Ali   beserta rombongannya, baru kembali dari Yaman ketika Rasulullah   mengadakan perjalan untuk ibadah Haji (Haji Wada’) pada tahun ke-10   Hijiriah. Ali menemui Rasulullah di Makkah, yang kemudian dalam perjalan   pulang diwarnai dengan peristiwa Ghaidir Kum. &lt;strong&gt;(Baca tulisan   berjudul: Fakta Ghaidir Kum… dalam blog ini!)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hadits ini hanya   diucapkan sekali oleh Rasulullah, hanya ketika menjelang peristiwa   Perang Tabuk, dan tidak pernah diulangi setelahnya. Banyak hadits yang   menceritakan tentang Rasulullah mengulang kata-kata tersebut, terutama   dalam “hadits-hadits persaudaraan”, tapi hadits-hadits tersebut lemah   dari segi sanad bahkan beberapa diantaranya &lt;em&gt;mursal&lt;/em&gt;, sehingga   para ulama hadits menghukuminya &lt;em&gt;dhaif&lt;/em&gt; bahkan &lt;em&gt;maudhu’&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;span style=""&gt;&lt;em&gt;Wallahu A’lam…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-3056627814584036800?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/3056627814584036800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=3056627814584036800&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3056627814584036800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3056627814584036800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/05/hadits-manzilah.html' title='Hadits Manzilah…'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S_pInAsiLYI/AAAAAAAAAPs/imKFdjBUYzw/s72-c/syiah_asyura3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5572526105154075818</id><published>2010-05-21T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T20:41:55.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Materialisme Versus Islam</title><content type='html'>&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh: Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu fitnah zaman modern dewasa ini ialah merebaknya ideologi &lt;i&gt;materialisme&lt;/i&gt;. Ideologi ini &lt;img alt="" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:kGqGP-TuGFvr4M:http://www.tenbiggestmyths.net/ideology/materialism/materialism.jpg" align="left" border="2" /&gt;berdasarkan gagasan bahwa materi, harta atau kekayaan merupakan tolok ukur mulia tidaknya seseorang. Semakin kaya seseorang berarti ia dipandang sebagai orang mulia dan semakin sedikit materi atau harta yang dimilikinya  berarti ia dipandang sebagai seorang yang hina dan tidak patut dihormati. Maka di dalam sebuah masyarakat yang telah diwarnai materialisme setiap anggota masyarakat akan berlomba mengumpulkan harta sebanyak mungkin dengan cara bagaimanapun, baik itu jalan halal, syubhat maupun haram.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam sebuah masyarakat berideologi materialisme semua orang manjadi sangat iri dan berambisi menjadi kaya setiap kali melihat ada orang berlimpah harta lewat di tengah kehidupan mereka. Persis sebagaimana masyarakat Mesir di zaman hidupnya seorang tokoh kaya-raya bernama Qarun digambarkan di dalam Al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".(QS Al-Qashshash ayat 79)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zaman kita dewasa inipun keadaannya sangat mirip dengan zaman Qarun tersebut. Berbagai &lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:SMerSvhHRAFeyM:http://www.masalatime.com/img/80031.jpg" align="left" border="2" /&gt;kemewahan tokoh kaya, selebritis, artis, olahragawan dan pejabat dipertontonkan di televisi dan media lainnya sehingga masyarakat berdecak kagum dan tentunya menjadi iri dan berambisi ingin menjadi hartawan seperti mereka pula. Sedemikian kuatnya ambisi tersebut terkadang muncullah berbagai kasus mengerikan di tengah masyarakat. Sebut saja munculnya perdagangan bayi, penjualan organ tubuh, pelacuran, korupsi, pencurian, perampokan dan pengkhianatan para pejuang yang semestinya berada di jalan Allah.  Semua dilakukan karena terbuai dengan mimpi ingin secara instan menjadi seorang yang kaya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bardasarkan hal ini pantaslah bilamana teladan kita Rasulullah Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; mengajarkan kita suatu prinsip penting dalam hal menghindari berkembangnya kemungkinan faham materialisme di tengah masyarakat. Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; justeru mengajarkan ummat Islam agar senantiasa rajin memandang kepada  kalangan yang kurang beruntung secara materi daripada diri kita sendiri. Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa syukur dan ridha atas pemberian Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Pandanglah orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah memandang orang yang di atas kalian. Maka yang demikian itu lebih layak untuk dilakukan agar kalian tidak menganggap remeh akan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (HR Muslim)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:oRGD84kHsbEbVM:http://a65.ac-images.myspacecdn.com/images01/103/l_edaf4d1fb0e9766590abf6942dc1fd28.png" align="left" border="2" /&gt;Betapa dalamnya pesan Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;di atas. Andaikan setiap kita berpegang teguh kepada prinsip di atas niscaya masyarakat akan terhindar dari ideologi materialisme. Tidak mungkin akan muncul suatu anggapan bahwa harta merupakan tolok ukur kemuliaan seseorang. Setiap orang akan senantiasa rajin mensyukuri segenap karunia Allah yang telah diterimanya. Islam mengajarkan bahwa tolok ukur kemuliaan sejati ialah taqwa seseorang kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”. (QS Al-Hujurat ayat 13)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Allah tidak pernah berfirman: &lt;i&gt;”Sesungguhnya orang&lt;/i&gt;&lt;i&gt; yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling berharta di antara kamu”.&lt;/i&gt; Tidak...! Allah jelas tegas menyatakan bahwa taqwa merupakan tolok ukur  sesungguhnya mulia-hinanya seseorang di mata Allah. Semakin bertaqwa seseorang berarti semakin mulia dirinya di sisi Allah. Dan sebaliknya semakin tidak bertaqwa seseorang berarti semakin hinalah dirinya di mata Allah Yang Maha Mulia. Dan perkara ini tidak berkaitan dengan banyak-sedikitnya harta yang dimiliki orang tersebut. Bisa jadi seseorang berharta sedikit atau banyak, asalkan ketqwaannya kepada Allah memang tinggi, berarti mulialah dirinya di sisi Allah. Sebaliknya, berapapun kekayaan atau kemisikinan seseorang, bilamana ketaqwaannya kepada Allah sangat tipis, apalagi tidak ada samasekali, berarti orang tersebut hina di dalam pandangan Allah. Taqwa merupakan timbangan sejati bernilai atau tidaknya seseorang dalam pandangan Allah yang Maha Tahu dan Maha Teliti PengetahuanNya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka hadits riwayat Imam Muslim di atas sudah semestinya menjadi pegangan seorang beriman. Hendaklah bila sudah menyangkut urusan harta dan kekayaan seorang muslim janganlah memandang silau kepada orang yang berada di atas dirinya. Tapi sepatutnya ia bersibuk memandang mereka yang lebih rendah daripada dirinya sehingga rasa syukur dan ridha akan pemberian Allah senantiasa terpelihara di dalam dirinya. Bila ia sibuk memandang kepada mereka yang lebih kaya daripada dirinya, niscaya yang muncul adalah keluhan dan ketidakpuasan akan pemberian Allah kepada dirinya. Maka di zaman Qarun hidup ada sebagian masyarakat Mesir yang tetap bersikap benar dalam memandang Qarun. Mereka inilah yang disebut Allah di dalam Al-Qur’an sebagai orang-orang yang berilmu dan mereka sangat faham akan hakekat kemuliaan dan kehinaan di dalam kehidupan fana ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلا يُلَقَّاهَا إِلا الصَّابِرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar".(QS Al-Qashshash ayat 80)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:s6Pswg2NmabKSM%3Ahttp://www.harunyahya.com/indo/anak/images_books/images_endolearn/11.jpg" align="left" border="2" /&gt;Orang-orang yang berilmu sangat sadar bahwa pahala dari Allah karena iman dan amal sholeh seseorang, jauh lebih utama dan berharga daripada sekedar harta dan kekayaan duniawi seperti yang dikumpulkan oleh seorang Qarun.  Itulah sebabnya tatkala pada akhirnya Allah mencabut hak kekayaan Qarun dengan mendatangkan bencana yang menghancurkan segenap kekayaan dan diri Qarun, barulah kaum awam yang jahil alias bodoh atau sempit wawasan itu memahami dan menyadari betapa bodohnya diri mereka karena tergiur menginginkan seperti yang dimiliki oleh Qarun.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ وَأَصْبَحَ الَّذِينَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالأمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu. berkata: "Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(QS Al-Qashshash ayat 81-82)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sosok Qarun dan siapapun yang memiliki mental dan sikap seperti dia, adalah sosok yang &lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Qk9wdefxftOqGM%3Ahttp://ep.yimg.com/ca/I/talkislam_2084_4236950480" align="left" border="2" /&gt;mengingkari nikmat Allah. Mereka menyangka bahwa kekayaan yang mereka kumpulkan merupakan hasil prestasi dirinya dan tidak ada kaitan dengan Allah yang Maha Menentukan pembagian rezeki manusia. Mereka tidak pernah besyukur kepada Allah akan rezeki yang diterima. Dan mereka tidak pernah memohon rezeki kepada Allah saat dirinya sedang mengalami kesulitan rezeki. Mereka hanya mengandalkan kemampuan dirinya sendiri dalam urusan materi. Mereka inilah kaum yang berideologi materialisme. Sungguh mateialisme tidak sama dengan Islam. Bersyukurlah kita orang beriman memiliki iman dan islam sebagai pegangan hidup. &lt;i&gt;Alhamdulillahi rabbil-’aalamiin.-  (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5572526105154075818?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5572526105154075818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5572526105154075818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5572526105154075818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5572526105154075818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/05/materialisme-versus-islam.html' title='Materialisme Versus Islam'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-4023451399304396666</id><published>2010-05-21T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T20:37:04.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>Empat Hal Menyebabkan Su’ul Khatimah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh: Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kitab Ensiklopedia Kiamat (aslinya: &lt;i&gt;al-Yaum al-Akhir:al-Qiyamah ash-Shughra wa ‘Alamat al-Qiyamah al-Kubra&lt;/i&gt;), Dr Umar Sulaiman al-Asyqar menulis pasal khusus berjudul “Hal-hal Yang Menyebabkan &lt;i&gt;Su’ul Khatimah&lt;/i&gt; (akhir kehidupan yang buruk)”. Di dalamnya beliau menyebutkan ada empat perkara yang dapat menyebabkan seseorang mengakhiri hidupnya dalam keadaan buruk sehingga menghantarkannya ke Neraka di kehidupan abadi negeri akhirat kelak. Namun sebelum kita uraikan keempat hal tersebut alangkah baiknya kita perhatikan hadits di bawah ini yang memuat salah satu rukun iman yang fundamental, yaitu iman akan taqdir Allah, baik itu taqdir yang terasa menyenangkan maupun yang terasa pahit.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada kami dan beliau adalah orang yang selalu benar dan dibenarkan:&lt;/em&gt; &lt;em&gt;“…Kemudian diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh kepadanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya. Maka demi Alloh yang tiada tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapka atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga dia masuk ke dalamnya.” (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Seorang yang beriman kepada taqdir yang ditetapkan oleh Allah pastilah sangat khawatir bilamana dirinya termasuk ke dalam golongan yang disabdakan Nabi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; di atas yaitu “… &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya.” &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sungguh merugilah orang yang ditaqdirkan Allah seperti itu. Namun tentunya melalui pelajaran ini Nabi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; bermaksud untuk menjelaskan adanya orang yang &lt;/em&gt;amalan baiknya selama ini sekedar yang tampak pada manusia. Sedangkan bisa jadi pada hakikatnya tersimpan dalam hatinya kejahatan yang kemudian muncul secara lahir pada akhir hayatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya golongan orang yang digambarkan Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; sebagai ”&lt;em&gt;dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga dia masuk ke dalamnya.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Tentunya ini adalah orang yang sangat beruntung dan disayang Allah &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ta’aala&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. Boleh jadi manusia memberi penilaian buruk karena perilakunya selama ini, namun sesungguhnya ia memiliki suatu kebaikan tertentu yang tersembunyi dari penglihatan orang lain sedangkan Allah memandang kebaikannya itu layak menjauhkan dirinya dari neraka dan menghantarkannya ke surga. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4mWszEpvWglfzM:http://images.mediasauna.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SVXVLgoKCroAAEkGWSk1/kematian.JPG%3Fet%3DGrogqgT%252C%252Cg4%252C7HmmdxMtYA%26nmid%3D0" alt="" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang pasti, beriman kepada taqdir akan menghasilkan rasa takut yang mendalam akan nasib akhir hidup dan menumbuhkan semangat yang tinggi untuk beramal dan istiqomah dalam ketaatan demi mengharap husnul khatimah. Beriman kepada taqdir bukanlah alasan untuk bermaksiat dan bermalas-malasan. Beriman kepada taqdir justru semakin membuat seseorang berusaha keras berbuat sebanyak mungkin ’amal sholeh dan ’amal ibadah sekaligus menjauhi segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan yang berpotensi menyebabkan terjadinya su’ul khatimah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shiddiq Hasan Khan mengatakan bahwa su’ul khatimah memiliki sebab-sebab yang harus diwaspadai oleh seorang mukmin. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;kerusakan dalam aqidah&lt;/strong&gt;, walau disertai zuhud dan kesholehan. Jika ia memiliki kerusakan dalam aqidah dan ia meyakininya sambil tidak menganggap itu salah, terkadang kekeliruan aqidahnya itu tersingkap pada saat sakratul maut. Bila ia wafat dalam keadaan ini sebelum ia menyadari dan kembali ke iman yang benar, maka ia mendapatkan su’ul khatimah dan wafat dalam keadaan tidak beriman. Setiap orang yang beraqidah secara keliru berada dalam bahaya besar dan zuhud serta kesholehannya akan sia-sia. Yang berguna adalah aqidah yang benar yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasul. Mereka terancam oleh ayat Allah berikut:&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;”Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al-Kahfi ayat 103-104)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;&lt;strong&gt;banyak melakukan maksiat&lt;/strong&gt;. Orang yang sering bermaksiat akan didominasi oleh memori tersebut saat kematian menjelang. Sebaliknya bila seseorang seumur hidupnya banyak melakukan ketaatan, maka memori tersebutlah yang menemaninya saat sakratul maut. Orang yang banyak dosanya sehingga melebihi ketatannya maka ini sangat berbahaya baginya. Dominasi maksiat akan terpateri di dalam hatinya dan membuatnya cenderung dan terikat pada maksiat, dan pada gilirannya menyebabkan su’ul khatimah. Adz-Dzahabi dalam kitabnya &lt;i&gt;al-Kaba’ir&lt;/i&gt; mengutip Mujahid: &lt;i&gt;Tidaklah seseorang mati kecuali ditampilkan kepadanya orang-orang yang biasa ia gauli. Seorang lelaki yang suka main catur sekarat, lalu dikatakan kepadanya: ”Ucapkanlah La ilaha illa Allah.” Ia menjawab: ”Skak!” kemudian ia mati. Jadi, yang mendominasi lidahnya adalah kebiasaan permainan dalam hidupnya. Sebagai ganti kalimat Tauhid, ia mengatakan skak. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;&lt;strong&gt;tidak istiqomah&lt;/strong&gt;. Sungguh, seorang yang istiqomah pada awalnya, lalu berubah dan menyimpang dari awalnya bisa menjadi penyebab ia mendapat su’ul khatimah, seperti iblis yang pada mulanya merupakan pemimpin dan guru malaikat serta malaikat yang paling gigih beribadah, tapi kemudian tatakala ia diperintah untuk sujud kepada Adam, ia membangkang dan menyombongkan diri, sehingga ia masuk golongan kafir. Demikian pula dengan ulama Bani Israil Bal’am yang digambarkan dalam ayat berikut:&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آَتَيْنَاهُ آَيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;”Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.” (QS Al-A’raaf ayat 175-177)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, &lt;strong&gt;iman yang lemah&lt;/strong&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Hal ini dapat melemahkan cinta kepada Allah dan menguatkan cinta dunia dalam hatinya. Bahkan lemahnya iman dapat mendominasi dirinya sehingga tidak tersisa dalam hatinya tempat untuk cinta kepada Allah kecuali sedikit bisikan jiwa, sehingga pengaruhnya tidak tampak dalam melawan jiwa dan menahan maksiat serta menganjurkan berbuat baik. Akibatnya ia terperosok ke dalam lembah nafsu syahwat dan perbuatan maksiat, sehingga noda hitam dosa menumpukdi dalam hati dan akhirnya memadamkan cahaya iman yang lemah dalam hati. Dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya. Kecintaannya pada dunia sangat kuat, sehingga ia tidak rela meninggalkannya dan tak kuasa berpisah dengannya. Pada saat yang sama timbul rasa khawatir dalam dirinya bahwa Allah murka dan tidak mencintainya. Cinta Allah yang sudah lemah itu berbalik menjadi benci. Akhirnya bila ia mati dalam kondisi iman seperti ini, maka ia mendapat su’ul khatimah dan sengsara selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, kami memohon kepadaMu husnul khatimah dan berlindung kepadaMu dari su’ul khatimah. Amin ya Rabb,- (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-4023451399304396666?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/4023451399304396666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=4023451399304396666&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/4023451399304396666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/4023451399304396666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/05/empat-hal-menyebabkan-suul-khatimah.html' title='Empat Hal Menyebabkan Su’ul Khatimah'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-8607539958918994754</id><published>2010-02-13T03:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T03:30:31.694-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Valentine, Lubang Biawak Di Bulan Februari</title><content type='html'>Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. &lt;p&gt;Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri yang Muslimnya paling banyak ini. Sebenarnya apa Valentine ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi). Dan kita sudah hafal pula bahwa Valentine adalah kebiasaan orang-orang non-Muslim.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pandangan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah dan Latar Belakang Valentine&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/0valentine1.jpg" alt="" width="360" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekadar mengingatkan saja jika Valentine itu budaya turun-termurun dari nenek moyang orang Barat. Pada awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Februari yang diberi nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan wanita dan perkawinan) serta Pan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka percayai. Setelah penyebaran agama Kristen, para pemuka gereja mencoba memberikan pengertian ajaran Kristen terhadap para pemuja berhala itu. Pada tahun 496 Masehi, Paus Gelasius (Pope Gelasius) mengganti peringatan Lupercalia itu menjadi Saint Valentine’s Day, yaitu Hari Kasih Sayang Untuk Orang-Orang Suci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sejarah perayaan Valentine, para ahli sejarah tidak setuju dengan adanya upaya untuk menghubungkan hal itu dengan St. Valentine, seorang pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 masehi, di bawah kekuasaan Kaisar Claudius II. St. Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-orang Romawi dan dimasukkan ke dalam penjara, karena dituduh membantu satu pihak untuk memusuhi dan menentang Kaisar. St. Valentine ini berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 masehi. Kemudian orang-orang Romawi memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit Palatine) dekat altar Juno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kaitannya dengan acara Valentine’s Day, banyak pula orang mengkaitkan dengan St. Valentine yang lain. St. Valentine ini adalah seorang bishop (pendeta) di Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun dikejar-kejar karena memengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam agama Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi. Sebelum kepalanya dipenggal, bishop itu mengirim surat kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. “Dari Valentinemu” demikian tulis Valentine pada akhir suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang. Nah, jelaskan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Valentine: Lubang Biawak Untuk Orang Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/0valentinecupid.jpg" alt="" width="360" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Kita sekarang melihat bahwa Valentine ini dijadikan begitu spesial oleh orang-orang di sekeliling kita. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda: "Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;em&gt;Notes:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Valentine selalu diidentikan dengan malaikat kecil bersayap yang membawa panah cinta. Malaikat itu bernama Cupid (berarti: The Desire). Konon, menurut kabar burung dari negeri dongeng, ia adalah putra Nimrod “the hunter” Dewa Matahari. Cupid disebut juga Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzalik!(Era Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-8607539958918994754?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/8607539958918994754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=8607539958918994754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8607539958918994754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8607539958918994754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/02/valentine-lubang-biawak-di-bulan.html' title='Valentine, Lubang Biawak Di Bulan Februari'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-1354499957970939956</id><published>2010-01-07T21:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:08:04.203-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Lelaki Tua Itu Merasa Terlahir Kembali Begitu Masuk Gaza</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S0bKSmWhRRI/AAAAAAAAAPk/27WLcM8Smhw/s1600-h/vivapalestine3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S0bKSmWhRRI/AAAAAAAAAPk/27WLcM8Smhw/s320/vivapalestine3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424245222095799570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Allah, yang telah memberi kesempatan yang saya harapkan terwujud sejak bertahun-tahun yang lalu. Saya merindukan Gaza dan warganya. Aku merasa telah lahir kembali begitu memasuki Jalur Gaza. Wangi jihad dan perlawanan keluar dari seluruh penjuru Jalur Gaza. Begitu saya tiba (di Jalur Gaza ) saya merasakan berada di benteng besar Islam."  &lt;p&gt;Dengan kata-kata tersebut beberapa anggota konvoi kemanusiaan "Lifeline 3" yang masuk Jalur Gaza pada hari Rabu (6/1) melalui gerbang penyeberanga Rafah, mengungkapkan kegembiraan mereka meskipun ada sakit dan penderitaan yang mereka rasakan setelah kedatangan konvoi mereka terlambat selama berminggu-minggu.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Seperti yang dialami Haji Ismail Nashwan. Anggota konvoi tua asal Yordania ini sudah berusia lebih dari 80 tahun. Lelaki tua ini menengok ke kiri dan ke kanan, seakan tidak percaya bahwa kedua kakinya telah menginjak tanah Gaza setelah menunggu lebih dari setengah abad lamanya untuk bisa masuk Gaza .&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah sujud syukur kepada Allah, Nashwan berkata, "Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Allah, yang telah memberi kesempatan yang saya harapkan terwujud sejak bertahun-tahun yang lalu. Saya merindukan Gaza dan warganya. Aku di sini untuk memberitahu mereka bahwa semua orang Yordania bersama mereka dan mendukung mereka. Rakyat Yordania akan melakukan yang terbaik untuk membebaskan blokade terhadap Gaza ."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menjelaskan, selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di Jalur Gaza siang dan malam, sementara hatinya terbakar rasa sakit menyaksikan kejahatan dan pembantaian yang dilakukan oleh mesin-mesin perang Zionis Israel .&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan kegembiraan yang membuncah, Nashwan melanjutkan penuturannya, "Saya merasa telah lahir kembali begitu memasuki Jalur Gaza. Ketika saya mencium wangi Gaza , saya merasakan hasrat yang menggelora tinggi memenuhi seluruh diri saya, sedang kegembiraan dan kebanggaan membanjiriku."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Benteng Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa meter dari tempat duduk Nashwan, sedang berdiri anggota konvoi lain bernama Otsman Oscan Tadtabelio. Lelaki asal Turki ini berusia lebih dari 70 tahun. Dia merenungi wajah-wajah warga Palestina dan senyum yang tak lepas dari raut mukanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan suara yang kuat dia menegaskan bahwa Palestina adalah bagian dari tanah airnya. "Setiap kali saya mendengar nama Gaza atau Palestina saya teringat kemuliaan Daulah Otsmaniyah dan Sultan Abdul Hamid yang menolak untuk menyerahkan setiap butir tanah Palestina," ungkapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia menambahkan, "Kami selalu mengikuti perang yang terjadi, sementara kesedihan dan rasa sakit menyayat hati kami. Kesedihan tergambar di wajah anak-anak kami dan cucu-cucu kami. Kami berharap bisa datang (ke Gaza ) untuk menyembuhkan luka mereka dan membiarkan mereka merasa bahwa kami bersama mereka serta tidak meninggalkan mereka."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lidahnya tidak berhenti memuji dan bersyukur kepada Allah kemudian mengatakan, "Begitu saya tiba (di Gaza), saya merasa berada di benteng besar Islam dan saya bersyukur sekali kepada Allah, karena Dia telah memberikan saya kesempatan untuk melihat warga Gaza yang selalu bersiapa dan teguh mempertahankan tanah mereka."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semerbak wangi Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nidzam Ramzi (48 tahun), lelaki asal Turki dan salah satu anggota rombongan konvoi kemanusiaan “Lifeline 3”, menyatakan keterkejutannya pada apa yang dilihatnya di Gaza . "Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Gaza . Saya berharap ini bukan yang terakhir. Aroma wangi jihad dan perlawanan semerbak keluar dari berbagai penjuru ( Gaza ),” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matanya terus memperhatikan lokasi di sekelilingnya seraya melanjutkan penuturannya, "Saya pikir Gaza adalah hanyalah sebuah desa kecil yang tidak memiliki fitur-fitur peradaban atau bangunan-bangunan tinggi. Namun saya saya dikejutkan oleh sepirit madani, peradaban dan system di dalamnya." Dia menambahkan, "Di sini ada sistem dan penataan yang telah banyak hilang dari kota-kota dan ibukota-ibukota Arab."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Akhirnya mimpi saya terealisasi. Kedua kaki saya menginjak tanah Gaza yang heroik. Kami telah berhasil mengatasi semua krisis dan kendala yang kami hadapi di sepanjang perjalanan (menuju Gaza ). Apara keamanan Mesir telah menyerang kami, menghina kami dan menghalangi sebagian besar truk dan bantuan kemanusiaan yang telah kami bawa untuk masuk ke Gaza sedang kami hanya bisa menonton. Kami telah bersabar menanggung semua kesulitan dan siap untuk menanggung beban dan kesulitan yang lebih banyak demi Gaza ," tambahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan dengan penuh semangat dia melanjutkan penuturannya, "Ketika saya kembali ke Turki, saya akan menjadi duta besar untuk Jalur Gaza di sana . Saya akan sampaikan kepada mereka wajah-wajah penderitaan dan semua kesulitan yang dialami (warga) Jalur Gaza. Saya akan menjelaskan pada mereka kondisi rumah-rumah (warga) Gaza yang hancur, keluarga-keluarga yang berduka, tenda-tenda penampungan yang didirikan di tanah Gaza sejak setahun yang lalu. Saya akan menceritakan kepada mereka tentang keteguhan, kemuliaan, kehangatan dan cinta warga Gaza kepada rakyat Turki.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia melanjutkan, "Saya tidak akan berhenti dan mencukupkan diri hanya dengan kunjungan singkat ini.. Namun saya akan datang lagi dan lagi dengan konvoi-konvoi baru dan bantuan-bantuan lebih banyak lagi. Saya akan datang ke sini bersama istri dan anak-anak saya. Saya akan mendorong rakyat Turki untuk menyiapkan konvoi-konvoi bantuan sampai kami bisa membebaskan blokade dari warga Gaza dan meringankan penderitaan mereka, walau hanya dengan sedikit (bantuan)."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Awal Pembebasan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan Dr. Mohammed Mushalaha, salah seorang pemimpin konvoi “lifeline 3”, menilai bahwa kunjungannya Gaza ini adalah awal kembalinya semua orang Palestina dan pembebasan tanah Palestina dari para perampas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia mengatakan, "Aku tidak bisa menggambarkan perasaan saya ketika saya memasuki kota ( Gaza ). Sejak 20 tahun saya tidak bisa memasuki bagian manapun dari negeri saya Palestina. Saya anggap ini adalah awal kembali yang nyata."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mushalaha menegaskan, “Konvoi kemanusiaan ini mampu menghadapi semua rintangan, melawan semua kesulitan dan mengatasi semua hal yang menghalangi kami untuk memberikan kontribusi menghancurkan blokade terhadap penduduk Gaza.” Dia menambahkan, "Konvoi ini telah mempu menyingkap semua konspirator dan mereka yang berpartisipasi dalam memblokade Gaza . Meskipun kami tahu besarnya tekanan yang akan dialami konvoi, namun kami tetap teguh bertekad untuk masuk Jalur Gaza, apa pun harganya."&lt;/p&gt;  Mushalaha mengungkapkan adanya persiapan konvoi keempat yang berisi dari berbagai kelompok usia antara 16-82 tahun, dari berbgai kebangsaan dan negara yang berbeda. Konvoi kemanusiaan “Lifeline 3” tiba di Jalur Gaza hari Rabu (6/1) melalui penyeberangan perbatasan Rafah, setelah melakukan perjalanan berdarah. Dalam konvoi ini ada sejumlah tokoh terkemuka, organisasi, anggota parlemen dan banyak aktivis solidaritas Turki, Arab dan asing. Konvoi ini membawa 250 truk muatan, kendaraan penumpang dan mobil-mobil ambulans yang membawa bantuan kemanusiaan, medis, dan makanan. (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-1354499957970939956?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/1354499957970939956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=1354499957970939956&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/1354499957970939956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/1354499957970939956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2010/01/lelaki-tua-itu-merasa-terlahir-kembali.html' title='Lelaki Tua Itu Merasa Terlahir Kembali Begitu Masuk Gaza'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/S0bKSmWhRRI/AAAAAAAAAPk/27WLcM8Smhw/s72-c/vivapalestine3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-752052494011988393</id><published>2009-12-30T04:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T04:20:01.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Fakta Ghoidir Khum…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SztFDA4xloI/AAAAAAAAAPc/BvSFnhSk2jY/s1600-h/ghadir_khum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 244px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SztFDA4xloI/AAAAAAAAAPc/BvSFnhSk2jY/s320/ghadir_khum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421002494550578818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Mungkin kita pernah mendengar hadits Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; yang berbunyi, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;“Barang siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpinnya. Ya Allah, dukunglah siapa saja yang mendukungnya dan musuhilah siapa saja yang memusuhinya.”&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; Hadits ini diucapkan Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; di sebuah tempat bernama Ghoidir Khum, sehingga hadits ini juga dikenal dengan nama Hadits Ghoidir Khum. Bagi agama Syiah Rafidah, hadits ini dianggap sebagai hadits Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; yang mengangkat Ali bin Abi Thalib &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;radiallahu ‘anhum&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; sebagai khalifah pengganti setelah Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Benarkah demikian? Mari membahasnya lebih lanjut…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hadit Ghoidir Khum mempunyai banyak jalur periwayatan dari kalangan sahabat, antara lain: Zaid bin Arqam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Buraidah bin Al-Hashib, Ali bin Abi Thalib, Abu Ayyub Al-Anshari, Albarra’ bin ‘Aazhib, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Abu Said Al-Khudri, dan Abu Hurairah &lt;i style=""&gt;ridwanullahi ‘alaihim jami’a&lt;/i&gt;. Dan para ulama hadits bersepakat untuk mengatakan bahwa hadit ini shahih. Disebagian kitab (terutama kitab-kitab Syiah Rafidah) hadits ini ditulis dengan tambahan, &lt;i style=""&gt;“Sesungguhnya ia adalah khalifahku setelah sepeninggalku nanti.”&lt;/i&gt; Setelah meneliti tambahan itu, ulama hadits bersepakat bahwa tambahan itu tidak shahih, dan tidak memiliki jalur periwayatan yang shahih pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudah menjadi kesepakatan dalam ilmu hadits, bahwa dalam menafsirkan sebuah hadits, hal yang tidak boleh luput dari perhatian adalah &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;SEBAB/LATAR BELAKANG KELUARNYA HADITS TERSEBUT&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;. Sekarang apa sebab/latar belakang keluarnya hadits Ghoidir Khum? Dalam berbagai kitab hadits, diceritakan peristiwa yang melatar belakangi keluarnya hadits ini…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada tahun 10 H, Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt; beserta para sahabat berangkat dari Madinah ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji, yang kemudian dikenal dengan nama Haji Wada’. Namun, seperti diketahui bahwa sebelumnya ada sekelompok sahabat yang Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt; utus ke Yaman untuk kepentingan dakwah. Maka kelompok sahabat ini juga bergerak menuju Mekkah untuk melaksanakan Haji bersama Rasulullah, dan kelompok sahabat ini dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu ‘anhum&lt;/i&gt; dan sebagai wakilnya adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sahabat Buraidah bin Al-Hashib &lt;i style=""&gt;radiallahu ‘anhum&lt;/i&gt;. Begitu rombongan sudah mendekati tempat Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt; berada, maka Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; meninggalkan rombongan tersebut untuk bertemu dan melaporkan keberadaan mereka kepada Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;. Sepeninggal Ali, Buraidah mebuat keputusan untuk membagi harta rampasan peran berupa pakaian kepada rombongan dengan maksud agar mereka kelihatan lebih rapi ketika memasuki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Mekkah dan bertemu dengan Rasulullah&lt;i style=""&gt; Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;. Namun begitu Ali kembali, beliau kaget dan marah melihat kejadian tersebut, dengan serta merta beliau memerintahkan untuk melepaskan pakaian-pakaian tersebut dan mengembalikan pada tempatnya semula, karena beliau berpendapat bahwa hanya Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;yang berhak membagi harta rampasan perang pada waktu itu. Tindakan Ali membuat rombongan kecewa, sehingga terjadi perselisihan pendapat antara mereka. Maka begitu rombongan sampai di tempat Rasulullah&lt;i style=""&gt; Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;, Buraidah segera menghadap ke Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;dan menceritakan peristiwa dan perselisihan pendapat tersebut. Mendengar laporan tersebut, Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;agak berubah wajahnya karena beliau tahu bahwa tindakan Ali adalah benar. Maka Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;bersabda kepada Buraidah, &lt;i style=""&gt;“Bukankah saya lebih utama untuk diikuti dan dicintai oleh mukminin daripada diri mereka sendiri?”&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;“Benar Ya Rasulullah.”&lt;/i&gt; Maka Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;melanjutkan sabdanya, &lt;i style=""&gt;“Barang siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpinnya.”&lt;/i&gt; Namun jauh dari perkiraan Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;, ternyata perselisihan itu bukan hanya antara Buraidah dan Ali, tapi semua rombongan dari Yaman, bahkan meluas pada orang-orang yang bukan merupakan rombongan dari Yaman tersebut. Bahkan sebagian dari mereka menjelek-jelekkan Ali dengan kata yang tidak baik, yang dapat menjatuhkan nama baik Ali bin Abi Thalib r&lt;i style=""&gt;adiallahu 'anhum&lt;/i&gt;. Maka untuk menenangkan suasana, setelah melaksanakan ibadah Haji, saat Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;dan rombongan kaum Muslimin sampai di sebuah tempat yang bernama Ghoidir Khum, Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt; berkhotbah di depan mereka mengenai perkara perselisihan tersebut. Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;juga mengulang kata-katanya yang diucapkan kepada Buraidah, &lt;i style=""&gt;“Barang siapa menganngap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpinnya.”&lt;/i&gt; Maka setelah itu, suasana kembali kondusif…&lt;/span&gt; Buraidah menjawab, &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikianlah latar belakang keluarnya Hadits Ghoidir Khum, dan dengan itu kita dapat mengetahui maksud hadits tersebut. Hadits tersebut memberikan pengertian kepada rombongan kaum Muslimin pada waktu itu, bahwa jika mereka masih menganggap Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;sebagai pemimpin mereka, maka mereka harus menerima Ali bin Abi Thali r&lt;i style=""&gt;adiallahu 'anhum&lt;/i&gt; sebagai pemimpin dalam rombongan Yaman, karena Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam &lt;/i&gt;sendiri yang telah menunjuk Ali sebagai pemimpin Rombongan tersebut. Dan dengan ini pula, kita dapat mengetahui bahwa hadits ini bukanlah penunjukan Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum &lt;/i&gt;sebagai Khalifah pengganti Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;seperti klaim kelompok Syiah Rafidah…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika kita memaksakan diri bahwa hadits ini adalah penunjukan Ali sebagai Khalifah setelah Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;, maka konsekwensi dari itu adalah kita telah menuduh Abu Bakar &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;, Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;, Utsman bin Affan &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;, bahkan Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; sendiri tidak menjalankan perintah Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;. Okelah, kita mungkin bisa mengatakan bahwa ketiga khalifah pertamalah yang bersalah karena mereka yang merebut kekhalifaan dari tangan Ali, tapi kita harus ingat bahwa Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; juga ikut membai’at ketiga khalifah tersebut. Sebagian orang mengatakan bahwa bai’at Ali kepada Abu Bakar hanyalah bentuk taqiyah (salah satu metode syiah rafidah untuk menyembunyikan keyakinannya) karena keterpaksaan (Walaupun sangat tidak masuk akal, kalu orang seberani Ali dikatakan takut dan bisa dipaksa, di lain waktu kita akan membahas masalah ini), tapi bagaimana dengan bai’at kepada Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;, bahkan dalam pengangkatan Utsman bin Affan &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sebagai khalifah, Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; adalah salah seorang peserta yang terlibat dalam muswarah penunjukan Utsman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Fakta lain yang menunjukkan bahwa Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt; tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah adalah peristiwa menjelang syahidnya Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; setelah dipukul dengan pedang oleh seseorang yang bernama Abdurrahman bin Muljam (Orang ini adalah pengikut Ibnu Saba’). Sebagaimana diceritakan dalam banyak kitab sejarah yang membahas masalah ini, beberapa orang datang menemui beliau dan meminta beliau untuk menunjuk Hasan bin Ali &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; putranya sebagai penggantinya, sebagaimana Abu Bakar &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt; menunjuk Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu 'anhum&lt;/i&gt;. Namun mendengar permintaan itu, Ali berkata, &lt;i style=""&gt;“Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian.”&lt;/i&gt; Ya, seperti Rasulullah &lt;i style=""&gt;Sallallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;, Ali tidak menunjuk seseorang sebagai penggantinya! &lt;i style=""&gt;Wallahu a’lam…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-752052494011988393?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/752052494011988393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=752052494011988393&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/752052494011988393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/752052494011988393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/12/fakta-ghoidir-khum.html' title='Fakta Ghoidir Khum…'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SztFDA4xloI/AAAAAAAAAPc/BvSFnhSk2jY/s72-c/ghadir_khum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6955931040295713248</id><published>2009-12-24T22:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T22:23:18.324-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Peristiwa Karbala, Antara Fakta dan Dusta!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SzRaMCd1XbI/AAAAAAAAAPM/489A7-CGZzc/s1600-h/karbala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SzRaMCd1XbI/AAAAAAAAAPM/489A7-CGZzc/s320/karbala.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419055414500482482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URGENSI SANAD&lt;br /&gt;Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah : "Ahlussunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat Radhiyallahu 'anhum. Dan mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat Radhiyallahu 'anhum (pertikaian atau peperangan) ada yang dusta dan ada juga yang ditambah, dikurangi dan dirubah dari aslinya (serta ada pula yang shahih-pen). Riwayat yang shahih. menyatakan, bahwa para Sahabat Radhiyallahu 'anhum ini ma'dzûrûn (orang-orang yang diberi udzur). Baik dikatakan karena mereka itu para mujtahid yang melakukan ijtihad dengan benar ataupun juga para mujtahid yang ijtihadnya keliru.”[1]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ahlussunah wal Jama'ah memposisikan riwayat-riwayat ini. Ketiga riwayat ini bertebaran dalam kitab-kitab tarikh (sejarah). Dan ini mencakup semua kejadian dalam sejarah Islam, termasuk kisah pembunuhan Husain bin Ali Radhiyallahu 'anhuma di Karbala. Sebagian besar riwayat tentang peristiwa menyedihkan ini adalah kebohongan belaka. Sebagian lagi dhaif dan ada juga yang shahih. Riwayat yang dinyatakan shahih oleh para ulama ahli hadits yang bersesuaian dengan kaidah ilmiah dalam ilmu hadits, inilah yang wajib dijadikan pedoman dalam mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dari sini, kita dapat memahami betapa sanad itu sangat penting untuk membungkam para pendusta dan membongkar niat busuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan, "Sanad itu senjata kaum muslimin, jika dia tidak memiliki senjata lalu apa yang dia pergunakan dalam berperang" Perkataan ini diriwayatkan oleh al-Hâkim dalam kitab al-Madkhal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdullah bin Mubârak rahimahullah mengatakan, "Sanad ini termasuk bagian dari agama. kalau tidak ada isnad, maka siapapun bisa berbicara semaunya." Perkataan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqaddimah kitab Shahih beliau rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, Imam Muslim raimahullah juga membawakan perkataan Ibnu Sîrin, "Dahulu, mereka tidak pernah bertanya tentang sanad. Ketika fitnah mulai banyak, mereka mengatakan, "Sebutkanlah nama orang-orangmu yang meriwayatkannya" !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRONOLOGI TERBUNUHNYA HUSAIN RADHIYALLAHU 'ANHUMA&lt;br /&gt;Berkait dengan peristiwa Karbala, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, "Orang-orang yang meriwayatkan pertikaian Husain Radhiyallahu 'anhu telah memberikan tambahan dusta yang sangat banyak, sebagaimana juga mereka telah membubuhkan dusta pada peristiwa pembunuhan terhadap 'Utsman Radhiyallahu 'anhu, sebagaimana mereka juga memberikan tambahan cerita (dusta) pada peristiwa-peristiwa yang ingin mereka besar-besarkan, seperti dalam riwayat mengenai peperangan, kemenangan dan lain sebagainya. Para penulis tentang berita pembunuhan Husain Radhiyallahu 'anhu, ada diantara mereka yang merupakan ahli ilmu (ulama) seperti al-Baghawi rahimahullah dan Ibnu Abi Dun-ya dan lain sebagainya. Namun demikian, diantara riwayat yang mereka bawakan ada yang terputus sanadnya. Sedangkan yang membawakan cerita tentang peristiwa ini dengan tanpa sanad, kedustaannya sangat banyak"[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, dalam pembahasan tentang peristiwa ini perlu diperhatikan sanadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIWAYAT SHAHIH TENTANG PERISTIWA KARBALA&lt;br /&gt;Riwayat yang paling shahih ini dibawakan oleh Imam al-Bukhâri, no, 3748 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنِي حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ بِرَأْسِ الْحُسَيْنِ فَجُعِلَ فِي طَسْتٍ فَجَعَلَ يَنْكُتُ وَقَالَ فِي حُسْنِهِ شَيْئًا فَقَالَ أَنَسٌ كَانَ أَشْبَهَهُمْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ مَخْضُوبًا بِالْوَسْمَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku diberitahu oleh Muhammad bin Husain bin Ibrâhîm, dia mengatakan : aku diberitahu oleh Husain bin Muhammad, kami diberitahu oleh Jarîr dari Muhammad dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu, dia mengatakan : Kepala Husain dibawa dan didatangkan kepada 'Ubaidullah bin Ziyâd[3]. Kepala itu ditaruh di bejana. Lalu 'Ubaidullah bin Ziyâd menusuk-nusuk (dengan pedangnya) seraya berkomentar sedikit tentang ketampanan Husain. Anas Radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Diantara Ahlul bait, Husain adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." Saat itu, Husain Radhiyallahu 'anhu disemir rambutnya dengan wasmah (tumbuhan, sejenis pacar yang condong ke warna hitam)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya, Husain bin Ali Radhiyallahu 'anhuma tinggal di Mekah bersama beberapa Shahabat, seperti Ibnu 'Abbâs dan Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma. Ketika Muawiyah Radhiyallahu 'anhu meninggal dunia pada tahun 60 H, anak beliau Yazîd bin Muâwiyah menggantikannya sebagai imam kaum muslimin atau khalifah. Saat itu, penduduk Irak yang didominasi oleh pengikut 'Ali Radhiyallahu 'anhu menulis surat kepada Husain Radhiyallahu 'anhuma meminta beliau Radhiyallahu 'anhuma pindah ke Irak. Mereka berjanji akan membai'at Husain Radhiyallahu 'anhuma sebagai khalifah karena mereka tidak menginginkan Yazîd bin Muâwiyah menduduki jabatan Khalifah. Tidak cukup dengan surat, mereka terkadang mendatangi Husain Radhiyallahu 'anhuma di Mekah mengajak beliau Radhiyallahu 'anhu berangkat ke Kufah dan berjanji akan menyediakan pasukan. Para Sahabat seperti Ibnu Abbâs Radhiyallahu 'anhuma kerap kali menasehati Husain Radhiyallahu 'anhuma agar tidak memenuhi keinginan mereka, karena ayah Husain Radhiyallahu 'anhuma, Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, dibunuh di Kufah dan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu khawatir mereka membunuh Husain juga disana. Husain Radhiyallahu 'anhuma mengatakan, "Saya sudah melakukan istikharah dan akan berangkat kesana".&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Sebagian riwayat menyatakan bahwa beliau Radhiyallahu 'anhuma mengambil keputusan ini karena belum mendengar kabar tentang sepupunya Muslim bin 'Aqil yang telah dibunuh di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berangkatlah Husain Radhiyallahu 'anhuma  bersama keluarga menuju Kufah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di pihak yang lain, 'Ubaidullah bi n Ziyâd diutus oleh Yazid bin Muawiyah untuk mengatasi pergolakan di Irak. Akhirnya, 'Ubaidullah dengan pasukannya berhadapan dengan Husain Radhiyallahu 'anhuma bersama keluarganya yang sedang dalam perjalanan menuju Irak. Pergolakan ini sendiri dipicu oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan Husain Radhiyallahu 'anhuma. Dua pasukan yang sangat tidak imbang ini bertemu, sementara orang-orang Irak yang membujuk Husain Radhiyallahu 'anhuma, dan berjanji akan membantu dan menyiapkan pasukan justru melarikan diri meninggalkan Husain c dan keluarganya berhadapan dengan pasukan Ubaidullah. Sampai akhirnya, terbunuhlah Husain Radhiyallahu 'anhuma sebagai orang yang terzhalimi dan sebagai syahid. Kepalanya dipenggal lalu dibawa kehadapan 'Ubaidullah bin Ziyâd dan kepala itu diletakkan di bejana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu 'Ubaidullah yang durhaka[4] ini kemudian menusuk-nusuk hidung, mulut dan gigi Husain, padahal di situ ada Anas bin Mâlik, Zaid bin Arqam dan Abu Barzah al-Aslami Radhiyallahu 'anhum. Anas Radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Singkirkan pedangmu dari mulut itu, karena aku pernah melihat mulut Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencium mulut itu!" Mendengarnya, orang durhaka ini mengatakan, "Seandainya saya tidak melihatmu sudah tua renta yang akalnya sudah sudah rusak, maka pasti kepalamu saya penggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat at- Tirmidzi dan Ibnu Hibbân dari Hafshah binti Sirîn dari Anas Radhiyallahu 'anhu dinyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَجَعَلَ يَقُوْلُ بِقَضِيْبٍ لَهُ فِي أَنْفِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu 'Ubaidullah mulai menusukkan pedangnya ke hidung Husain Radhiyallahu 'anhu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat ath-Thabrâni rahimahullah dari hadits Zaid bin Arqam Radhiyallahu 'anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَجَعَلَ قَضِيْبًا فِي يَدِهِ فِي عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ فَقُلْتُ ارْفَعْ قَضِيْبَكَ فَقَدْ رَأَيْتُ فَمَّ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَوْضِعِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu dia mulai menusukkan pedang yang di tangannya ke mata dan hidung Husain Radhiyallahu 'anhu. Aku (Zaid bin Arqam) mengatakan, "Angkat pedangmu, sungguh aku pernah melihat mulut Rasulullah (mencium) tempat itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demkian juga riwayat yang disampaikan lewat jalur Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَلْثِمُ حَيْثُ تَضَعُ قَضِيْبَكَ , قَالَ : " فَانْقَبَضَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Anas bin Malik) mengatakan kepadanya, "Sungguh aku telah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencium tempat dimana engkau menaruh pedangmu itu." Lalu Ubaidullah mengangkat pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kejadiannya, setelah Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh, kepala beliau Radhiyallahu 'anha dipenggal dan ditaruh di bejana. Dan mata, hidung dan gigi beliau Radhiyallahu 'anhu ditusuk-tusuk dengan pedang. Para Sahabat Radhiyallahu anhum yang menyaksikan hal ini meminta kepada 'Ubaidullah orang durhaka ini, agar menyingkirkan pedang itu, karena mulut Rasulullah pernah menempel tempat itu. Alangkah tinggi rasa hormat mereka kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan alangkah sedih hati mereka menyaksikan cucu Rasulullah Shallallahu 'aiahi wa sallam, orang kesayangan beliau n dihinakan di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kita mengetahui betapa banyak riwayat palsu tentang peristiwa ini yang menyatakan bahwa kepala Husain Radhiyallahu 'anhuma diarak sampai diletakkan di depan Yazid rahimahullah. Para wanita dari keluarga Husain Radhiyallahu 'anhuma dikelilingkan ke seluruh negeri dengan kendaaraan tanpa pelana, ditawan dan dirampas. Semua ini merupakan kepalsuan yang dibuat Rafidhah (Syiah). Karena Yazid t saat itu sedang berada di Syam, sementara kejadian memilukan ini berlangsung di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Taimiyyah rahimahullah mengatakan, "Dalam riwayat dengan sanad yang majhul dinyatakan bahwa peristiwa penusukan ini terjadi di hadapan Yazid, kepala Husain Radhiyallahu 'anhuma dibawa kehadapannya dan dialah yang menusuk-nusuknya gigi Husain Radhiyallahu 'anhuma. Disamping dalam cerita (dusta) ini terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa cerita ini bohong, maka (untuk diketahui juga-red) para Sahabat yang menyaksikan peristiwa penusukan ini tidak berada di Syam, akan tetapi di negeri Irak. Justru sebaliknya, riwayat yang dibawakan oleh beberapa orang menyebutkan bahwa Yazid tidak memerintahkan 'Ubaidullah untuk membunuh Husain."[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yazid rahimahullah sangat menyesalkan terjadinya peristiwa menyedihkan itu. Karena Mu'awiyah berpesan agar berbuat baik kepada kerabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka, saat mendengar kabar bahwa Husain dibunuh, mereka sekeluarga menangis dan melaknat 'Ubaidullah. Hanya saja dia tidak menghukum dan mengqisas 'Ubaidullah, sebagai wujud pembelaan terhadap Husain secara tegas.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang benar, Husain Radhiyallahu 'anhuma dibunuh dan kepalanya dipotong, tapi cerita tentang kepalanya diarak, wanita-wanita dinaikkan kendaraan tanpa pelana dan dirampas, semuanya dhaif (lemah). Alangkah banyak riwayat dhaif serta dusta seputar kejadian menyedihkan ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian juga, kisah pertumpahan darah yang terjadi di Karbala ditulis dan diberi tambahan-tambahan dusta. Tambahan-tambahan dusta ini bertujuan untuk menimbulkan dan memunculkan fitnah perpecahan di tengah kaum muslimin. Sebagian dari kisah-kisah dusta itu bisa kita dapatkan dalam kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Minhâjus Sunnah IV/517 dan 554, 556 :&lt;br /&gt;- Ketika Hari pembunuhan terhadap Husain, langit menurunkan hujan darah lalu menempel di pakaian dan tidak pernah hilang dan langit nampak berwarna merah yang tidak pernah terlihat sebelum itu.&lt;br /&gt;- Tidak diangkat sebuah batu melainkan di bawahnya terdapat darah penyembelihan Husain Radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;-  Kemudian mereka juga menisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebuah perkataan yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَؤُلَاءِ وَدِيْعَتِيْ عِنْدَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini adalah titipanku pada kalian, kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah:"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan" [asy Syûrâ/42:23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini dibantah oleh para ulama diantaranya Ibnu Taimiyyah rahimahullah dengan mengatakan, "Apa masuk di akal, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menitipkan kepada makhluk padahal Allah Azza wa Jalla tempat penitip yang terbaik. Sedangkan ayat di atas yang mereka anggap diturunkan Allah Azza wa Jalla berkenaan dengan peristiwa pembunuhan Husain Radhiyallahu 'anhuma, maka ini juga merupakan satu bentuk kebohongan. Karena ayat ini terdapat dalam surat as-Syûrâ dan surat ini Makkiyah. Allah Azza wa Jalla menurunkan surat ini sebelum Ali Radhiyallahu 'anhu dan Fathimah Radhiyallahu anha menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUSAIN RADHIYALLAHU 'ANHUMA TERBUNUH SEBAGAI ORANG YANG TERZHALIMI DAN MATI SYAHID&lt;br /&gt;Ini merupakan keyakinan Ahlussunnah. Pendapat ini berada diantara dua pendapat yang saling berlawanan. Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, "Tidak disangsikan lagi bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan syahid. Pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma merupakan tindakan maksiat kepada Allah Azza wa Jalla dan rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam dari para pelaku pembunuhan dan orang-orang yang membantu pembunuhan ini. Di sisi lain, merupakan musibah yang menimpa kaum muslimin, keluarga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang lainnya. Husain Radhiyallahu 'anhuma berhak mendapatkan gelar syahid, kedudukan dan derajat ditinggikan".[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, di halaman yang sama, Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma tidak lebih besar daripada pembunuhan terhadap para rasul. Allah Azza wa Jalla telah memberitahukan bahwa bani Israil telah membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Pembunuhan terhadap para nabi itu lebih besar dosanya dan merupakan musibah yang lebih dahsyat. Begitu pula pembunuhan terhadap 'Ali Radhiyallahu 'anhu (bapak Husain Radhiyallahu 'anhuma) lebih besar dosa dan musibahnya, termasuk pembunuhan terhadap 'Utsman juga Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bantahan telak bagi kaum Syi'ah yang meratapi kematian Husain Radhiyallahu 'anhuma, namun, tidak meratapi kematian para nabi . Padahal pembunuhan yang dilakukan oleh bani Israil terhadap para nabi tanpa alasan yang benar lebih besar dosa dan musibahnya. Ini juga menunjukkan bahwa mereka bersikap ghuluw (melampau batas) kepada Husain Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;Sikap ghuluw ini mendorong mereka membuat berbagai hadits palsu. Misalnya, riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan, pembunuh Husain Radhiyallahu 'anhu akan berada di tabut (peti yang terbuat dari api), dia mendapatkan siksa setengah siksa penghuni neraka, kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai dari api neraka, ditelungkupkan sampai masuk ke dasar neraka dan dalam keadaan berbau busuk, penduduk neraka berlindung dari bau busuk yang keluar dari orang tersebut dan dia kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah rahimahullah mengomentari riwayat ini dengan mengatakan, "Hadits ini termasuk di antara riwayat yang berasal dari para pendusta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYIKAPI PERISTIWA KARBALA&lt;br /&gt;Menyikapi peristiwa wafatnya Husain Radhiyallahu 'anhuma, umat manusia terbagi menjadi tiga golongan. Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, "Dalam menyikapi peristiwa pembunuhan Husain Radhiyallahu 'anhuma, manusia terbagi menjadi tiga : dua golongan yang ekstrim dan satu berada di tengah-tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Pertama : Mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma itu merupakan tindakan benar. Karena Husain Radhiyallahu 'anhuma ingin memecah belah kaum muslimin. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ جَاءَكُمْ وَأَمْرُكُمْ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيْدُ أَنْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ada orang yang mendatangi kalian dalam keadaan urusan kalian berada dalam satu pemimpin lalu pendatang hendak memecah belah jama'ah kalian, maka bunuhlah dia" [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama ini mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma datang saat urusan kaum muslimin berada di bawah satu pemimpin (yaitu Yazid bin Muawiyah) dan Husain Radhiyallahu 'anhuma hendak memecah belah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma merupakan orang pertama yang memberontak kepada penguasa.. Kelompok ini melampaui batas, sampai berani menghinakan Husain Radhiyallahu 'anhuma. Inilah kelompok 'Ubaidullah bin Ziyâd, Hajjâj bin Yusûf dan lain-lain. Sedangkan Yazid bin Muâwiyah rahimahullah tidak seperti itu. Meskipun tidak menghukum 'Ubaidullah, namun ia tidak menghendaki pembunuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Kedua : Mereka mengatakan Husain Radhiyallahu 'anhu adalah imam yang wajib ditaati; tidak boleh menjalankan suatu perintah kecuali dengan perintahnya; tidak boleh melakukan shalat jama'ah kecuali di belakangnya atau orang yang ditunjuknya, baik shalat lima waktu ataupun shalat Jum'at dan tidak boleh berjihad melawan musuh kecuali dengan idzinnya dan lain sebagainya. [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama dan kedua ini berkumpul di Irak. Hajjâj bin Yûsuf adalah pemimpin golongan pertama. Ia sangat benci kepada Husain Radhiyallahu 'anhuma dan merupakan sosok yang zhalim. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi 'Ubaid yang mengaku mendapat wahyu dan sangat fanatik dengan Husain Radhiyallahu 'anuhma. Orang inilah yang memerintahkan pasukannya agar menyerang dan membunuh 'Ubaidullah bin Ziyad dan memenggal kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Ketiga : Yaitu Ahlussunnah wal Jama'ah yang tidak sejalan dengan pendapat golongan pertama, juga tidak dengan pendapat golongan kedua. Mereka mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid. Inilah keyakinan Ahlussunnah wal Jama'ah, yang selalu berada di tengah antara dua kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlussunnah mengatakan Husain Radhiyallahu 'anhuma bukanlah pemberontak. Sebab, kedatangannya ke Irak bukan untuk memberontak. Seandainya mau memberontak, beliau Radhiyallahu 'anhuma bisa mengerahkan penduduk Mekah dan sekitarnya yang sangat menghormati dan menghargai beliau Radhiyallahu 'anhuma. Karena, saat beliau Radhiyallahu 'anhuma di Mekah, kewibaannya mengalahkan wibawa para Sahabat lain yang masih hidup pada masa itu di Mekkah. Beliau Radhiyallahu 'anhuma seorang alim dan ahli ibadah. Para Sahabat sangat mencintai dan menghormatinya. Karena beliaulah Ahli Bait yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Husain Radhiyallahu 'anhuma sama sekali bukan pemberontak. Oleh karena itu, ketika dalam perjalanannya menuju Irak dan mendengar sepupunya Muslim bin 'Aqîl dibunuh di Irak, beliau Radhiyallahu 'anhuma berniat untuk kembali ke Mekkah. Akan tetapi, beliau Radhiyallahu 'anhuma ditahan dan dipaksa oleh penduduk Irak untuk berhadapan dengan pasukan 'Ubaidullah bin Ziyâd. Akhirnya, beliau Radhiyallahu 'anhuma tewas terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETAN MENYEBARKAN BID'AH&lt;br /&gt;Syaikhul Islam mengatakan[10], "Dengan sebab kematian Husain Radhiyallahu 'anhuma, setan memunculkan dua bid'ah di tengah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Bid'ah kesedihan dan ratapan para hari Asyûra (di negeri kita ini, acara bid'ah ini sudah mulai diadakan-pen) seperi menampar-nampar, berteriak, merobek-robek, sampai-sampai mencaci maki dan melaknat generasi Salaf, memasukkan orang-orang yang tidak berdosa ke dalam golongan orang yang berdosa. (Para Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar dimasukkan, padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki andil dosa sedikit pun. Pihak yang berdosa adalah yang terlibat langsung kala itu). Mereka sampai mereka berani mencaci Sâbiqûnal awwalûn. Kemudian riwayat-riwayat tentang Husain Radhiyallahu 'anhuma dibacakan yang kebanyakan merupakan kebohongan. Karena tujuan mereka adalah membuka pintu fitnah (perpecahan) di tengah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Syaikhul Islam rahimahullah juga mengatakan , "Di Kufah, saat itu terdapat kaum yang senantiasa membela Husain Radhiyallahu 'anhuma yang dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi 'Ubaid al-Kadzdzâb (karena dia mengaku mendapatkan wahyu-pen). Di Kufah juga terdapat satu kaum yang membenci 'Ali dan keturunan beliau Radhiyallahu 'anhum. Di antara kelompok ini adalah Hajjâj bin Yûsuf ats-Tsaqafi. Dalam sebuah hadits shahîh dijelaskan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيَكُوْنُ فِي ثَقِيْفٍ كَذَّابٌ وَمُبِيْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan ada di suku Tsaqif seorang pendusta dan perusak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Syi'ah yang bernama Mukhtâr bin Abi 'Ubaid itulah sang pendusta . Sedangkan sang perusak adalah al-Hajjaj. Yang pertama membuat bid'ah kesedihan, sementara yang kedua membuat bid'ah kesenangan. Kelompok kedua ini pun meriwayatkan hadits yang menyatakan bahwa barangsiapa melebihkan nafkah keluarganya pada hari 'Asyûra, maka Allah Azza wa Jalla melonggarkan rezekinya selama setahun itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga hadits, "barangsiapa memakai celak pada hari 'Asyûra, maka tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Bida'ah yang kedua adalah bid'ah kesenangan pada hari Asyura : Karena itu, para khatib yang sering membawakan riwayat ini - karena ketidaktahuannya tentang ilmu riwayat atau sejarah - , sebenarnya secara tidak langsung, masuk ke dalam kelompok al-Hajjâj, kelompok yang sangat membenci Husain Radhiyallahu 'anhuma. Padahal wajib bagi kita meyakini bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid. Dan wajib bagi kita mencintai Sahabat yang mulia ini dengan tanpa melampaui batas dan tanpa mengurangi haknya, tidak mengatakan Husain c seorang imam yang ma'sum (terbebas dari semua kesalahan), tidak pula mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain c itu adalah tindakan yang benar. Pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma adalah tindakan maksiat kepada Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas mengenai beberapa permasalahan yang berhubungan dengan peristiwa pembunuhan Husain Radhiyallahu 'anhuma. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar menghindarkan kita semua dari berbagai fitnah yang disebarkan oleh setan dan para tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Syarhu al'Aqidah al-Wâsithiyyah Syaikh Sholeh al-Fauzan hal.198,&lt;br /&gt;[2]. Minhâjus Sunnah (IV/556)&lt;br /&gt;[3]. Komandan pasukan yang memerangi Husain, pada tahun 60-61 H di Irak di sebuah daerah yang bernama Karbala&lt;br /&gt;[4]. Ia disebut orang durhaka, karena dia tidak diperintah untuk membunuh Husain Radhiyallahu 'anhuma, namun melakukannya.&lt;br /&gt;[5]. Minhâjus Sunnah (IV/557)&lt;br /&gt;[6]. Lihat Minhâjus Sunnah (V/557-558)&lt;br /&gt;[7]. Minhâjus Sunnah (IV/550)&lt;br /&gt;[8]. HR. Muslim, kitabul Imârah&lt;br /&gt;[9]. Minhâjus Sunnah (IV/553)&lt;br /&gt;[10]. IV/554&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6955931040295713248?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6955931040295713248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6955931040295713248&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6955931040295713248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6955931040295713248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/12/peristiwa-karbala-dalam-pandangan.html' title='Peristiwa Karbala, Antara Fakta dan Dusta!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SzRaMCd1XbI/AAAAAAAAAPM/489A7-CGZzc/s72-c/karbala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-8074836119119333624</id><published>2009-11-29T17:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T18:04:44.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Betul Traore, Tato Tidak Boleh Dalam Islam!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxMmNB16DRI/AAAAAAAAAPE/ZBW4dfBQ7qU/s1600/0armandtraore_792159.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxMmNB16DRI/AAAAAAAAAPE/ZBW4dfBQ7qU/s320/0armandtraore_792159.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409709582676790546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama Armand Traore mungkin tidak setenar Nicolas Anelka atau Robin van Persie dalam jagat sepakbola dunia. Tapi bersama dengan kedua orang itu, Arman Traore adalah seorang pesepak bola Muslim di Liga Primer Inggris.  &lt;p&gt;Ada sesuatu yang lain sekarang dalam cara berpikir gelandang klub Arsenal yang mulai sering dimainkan oleh pelatih Arsene Wenger. Ia akan menghapus seluruh tato di tubuhnya. Alasannya, karena Islam—sebagai agamanya—telah melarang tato di sekujur tubuhnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;"Saya akan menjalani operasi pada akhir musim untuk menghilangkan tato," katanya kepada Arsenal Matchday.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya berencana untuk melakukannya di musim panas. Mereka (para dokter) akan menempatkan saya di bawah anestesi dan kemudian melakukan itu semua, dan ketika saya terbangun semuanya akan lenyap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Perlu sedikit waktu pemulihan jadi saya akan melakukannya pada akhir musim sepak bola."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Traore, 20, merasa bahwa memiliki tato dalah kesalahan besar, dan ia menyesal untuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau saya telah menjalani agama saya dengan benar sebelum saya memiliki tato, saya tidak akan pernah memiliki tato," jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya pikir itu salah satu kesalahan terbesar dalam hidup saya, tapi saya akan mencoba memperbaikinya.&lt;/p&gt; "Saya telah mendapatkan manfaat agama saya secara pribadi dan dalam karir saya. Saya selalu menjadi seorang muslim tetapi saya tidak benar-benar berlatih untuk itu, saya hanya berkata kepada orang-orang ‘saya seorang Muslim '. Ini merupakan perkembangan secara bertahap. " Betul, Armand. Tato memang dilarang dalam Islam. (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-8074836119119333624?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/8074836119119333624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=8074836119119333624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8074836119119333624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8074836119119333624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/betul-traore-tato-tidak-boleh-dalam.html' title='Betul Traore, Tato Tidak Boleh Dalam Islam!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxMmNB16DRI/AAAAAAAAAPE/ZBW4dfBQ7qU/s72-c/0armandtraore_792159.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5890312376818213274</id><published>2009-11-27T21:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T21:19:43.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Bukan Sekedar Ibnu Saba’!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxCymjGmyDI/AAAAAAAAAO8/7LD-9TGyYiE/s1600/syiah_asyura3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxCymjGmyDI/AAAAAAAAAO8/7LD-9TGyYiE/s320/syiah_asyura3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409019527799687218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika berbicara tentang sejarah munculnya syiah, kebanyakan orang berkonsentrasi pada sejarah seseorang yang bernama Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’ (Selanjutnya kita tulis Ibnu Saba’), seorang yahudi yang berpura-pura masuk Islam untuk merusak Islam dari dalam. Akan tetapi, rasanya terlalu berlebihan jika seorang Ibnu Saba’ dijadikan faktor tunggal munculnya “para penyempal aqidah” ini. Beberapa ahli sejarah menemukan fakta, bahwa faktor Ibnu Saba’ juga didukung oleh faktor lain. Faktor lain yang dimaksud adalah faktor Imperium &lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt; -sekarang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran-&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, yang ditaklukkan oleh kaum muslimin dibawah pimpinan Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejarah telah menuliskan, bahwa dari dahulu kala sebelum masa kenabian selalu terjadi persaingan antara bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan bangsa Arab, baik dari segi kebudayaan maupun dari segi kepercayaan agama. Persaingan ini sering berujung pada peperangan yang berakhir pada kemenangan bangsa Persia &lt;i style=""&gt;(Syiah, Imam Mahdi dan Duruz: Sejarah dan Fakta oleh Abd al-Mun’im al-Nimr -edisi terjemahan oleh Ali Mustafa Ya’qub-; Qisthi Press,Jakarta 2003, hal. 26 dan seterusnya)&lt;/i&gt;. Namun zaman kegemilangan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt; berakhir di era kekhalifaan Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt;, dimana Kerajaan Sasanid &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berhasil diruntuhkan oleh kaum muslimin, dan pemerintahannya pun diganti dengan pemerintahan Islam. Hal tersebut menjadi tragedi yang sangat menyakitkan bagi bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebagian dari mereka memeluk Islam dengan ikhlas, tapi sebagian lagi –pada umumnya- memeluk Islam dengan pura-pura dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam &lt;i style=""&gt;(Syiah, Imam Mahdi dan Duruz: Sejarah dan Fakta oleh Abd al-Mun’im al-Nimr -edisi terjemahan oleh Ali Mustafa Ya’qub-; Qisthi Press,Jakarta 2003, hal. 31 dan seterusnya)&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu, mereka berusaha melakukan berbagai upaya untuk menghancurkan Islam. Kejayaan pertama gerakan munafiqin ini adalah ketika mereka berhasil melancarkan operasi pembunuhan terhadap Umar bin Khattab &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt;, kemudian dilanjutkan dengan bantuan Ibnu Saba’, mereka menaburkan benih-benih kedengkian yang akhirnya berujung pada terbunuhnya Utsman bin Affan &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt;. Pasca terbunuhnya Utsman bin Affan &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt;, kaum muslimin sepakat membaiat Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt; sebagai khalifah. Namun ketika itu, terjadi perbedaan pendapat diantara para sahabat perihal pembunuh Utsman. Ali bin Abi Thalib &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt; beserta beberapa sahabat lain berpendirian untuk menunda hukuman kepada pembunuh Utsman karena negara sedang dalam keadaan kacau dan tidak terkendali, sedangkan Muawiyyah dan beberapa sahabat lain (termasuk &lt;i style=""&gt;ummul mukminin&lt;/i&gt; Aisyah &lt;i style=""&gt;radiallahu anha&lt;/i&gt;) berpendapat agar hukuman terhadap pembunuh Utsman segera dijalankan, dan justru itulah yang akan menenangkan suasana dan kembali mempersatukan kaum muslimin. Keadaan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan menyebarkan isu bahwa kedua kelompok telah bersiap-siap untuk saling serang, sehingga akhirnya terjadilah perang Siffin dan perang Jamal &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;(Kisah-kisah sejarah dalam peristiwa-peristiwa di atas banyak yang tidak benar sekalipun yang tertulis dalam rujukan formal seperti silabus sejarah persekolahan dan buku-buku di pasaran. Kisah di atas sebenarnya patut diterima berdasarkan manhaj Ahl al-Hadis -metode kajian sanad- dan bukannya manhaj Ahl al-Tarikh –metode meriwayatkan semua cerita-. Oleh itu disarankan beberapa rujukan berikut sebagai sumber sahih dalam menilai peristiwa-peristiwa di atas:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;1. Abu Bakar Ibn alArabi [543H]; dalam “alAwasim min al-Qawasim fi Tahqiq Mawaqif al-Shahabah ba’da Wafat al-Nabi” dengan tahqiq Muhib al-Din al-Khatib [1389H] -Dar al-Jail, Beirut -1994- dan telah diterjemahkan dengan lengkap oleh Abu Mazaya &amp;amp; Ali Mahfuz dengan judul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Benteng-Benteng Penahan Kehancuran: Satu Upaya dalam Membela Para Sahabat Nabi s.a.w” -Darul Iman, Sri Gombak 2002-.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;2. Muhammad bin Yahya al-Andalusi [741H] dalam “al-Tamhid wa al-Bayan fi Maqatil al-Syahid Utsman bin Affan” dengan tahqiq Karam Hilmi Farhat Ahmad -Dar al-Arabiyyah, Kaherah 2002-. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;3. Muhammad Amahzun dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Tahqiq Mawaqif al-Shahabah fi al-Fitnah min Riwayat al-Imam al-Tabari wa al-Muhadditsin”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-Dar al-Thayyibah, Riyadh 1999- dan telah diterjemahkan secara ringkas oleh Rosihan Anwar dengan judul “ Meluruskan Sejarah Islam, Studi Kritis Peristiwa Tahkim” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-Pustaka Setia, Bandung 1999-.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;4. Muhammad Asri Zainul Abidin dalam “Pertelingkahan &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; Sahabat Nabi (s.a.w): Antara Ketulenan Fakta dan Pembohongan Sejarah, Edisi Kedua” -Pustaka Yamien, Gombak 2003-.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;5. Ibrahim Ali Sya’wat dalam “Kesalahan-Kesalahan Terhadap Fakta-Fakta Sejarah yang Perlu Diperbetulkan Semula” -edisi terjemahan oleh Basri bin Ibrahim; Jahabersa, Johor Bahru 2003-)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah peristiwa perang Siffin dan perang Jamal, fitna berlanjut pada terbunuhnya Husain bin Ali &lt;i style=""&gt;radiallahu anhum&lt;/i&gt; di tangan pasukan Yazid bin Muawiyyah di Karbala. Berpuas hati dengan semua yang terjadi, mereka kemudian mengangkat Ali bin Husain sebagai khalifah. Pertanyaan yang muncul kemudian, kenapa mesti Ali bin Husain? Mengapa bukan yang lain? Mengapa bukan keturunan Hasan? Oleh para penganut syiah, biasanya menjawab bahwa nama Ali bin Husain-lah yang disebut dalam nash hadits. Padahal, jika kita meneliti hadits-hadits mereka, tidak ada satu sanadpun yang sampai pada Rasulullah saw. Jawaban yang paling masuk akal adalah karena Ali bin Husain berasal dari isteri Husain yang bernama Syahr Banu, seorang putri keturunan Raja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;i style=""&gt;(Mamduh Farhan al-Buhairi al-Syiah Minhum Alaihim, hal. 124. Perkawinan ini diakui oleh sumber Syiah sendiri, antaranya rujuk buku 14 Manusia Suci oleh Dewan Ulama Organisasi Dakwah Islam, Teheran, edisi terjemahan oleh Yudi Nur Rahman; Pustaka Hidayah, Bandung 2000, hal. 117).&lt;/i&gt; Itulah sebabnya, keturunan dari isteri Husain dan Hasan yang lain tidak mereka masukkan ke dalam lingkaran ahlul bait yang ma’shum karena tidak memiliki darah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, dan Husain mereka masukkan sekedar pembenaran untuk mereka &lt;i style=""&gt;(Untuk mengetahui silsilah keturunan Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husain, lihat buku Ibnu Umar yang berjudul “Hukum Ulama Islam Terhadap Shiah: Dahulu dan Sekarang” -Virtue Publications, Kuala Lumpur 1987-, hal. 13)&lt;/i&gt;Ringkasnya, kita semua mengetahui bahawa banyak umat Islam sekarang yang memiliki silsilah ahlul bait yang berpangkal kepada Hasan dan Husain. Akan tetapi hanya satu dari silsilah ini yang diambil oleh Syiah untuk dinobatkan sebagai Imam, yaitu silsilah yang memiliki darah kesultanan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; saja. Hal tersebut akan semakin jelas, jika kita mengetahui bahwa sifat-sifat yang dilekatkan syiah pada para imamnya, sama dengan sifat-sifat yang dilekatkan bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada rajanya. Seperti sifat suci (ma’shum) dan kekuasaan dalam menentukan syariat agama, termasuk konsep pewarisan kekuasaan &lt;i style=""&gt;(Silahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rujuk: 1. Muhammad al-Bandadi “al-Tasyaiyubaina Mafhum al-Aimmah wa al-Mafhum al-Farisi” -Dar ‘Ammar, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Amman&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; 1988-.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2. Muhammad Amahzun “ Tahqiq Mawaqif al-Shahabah fi al-Fitan, jld.2”, hal. 267. Edisi terjemahan, lihat hal. 81-82.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3. Muhammad Abu Zahrah “ Tarikh al-Mazahib al-Islamiyyah -Dar al-Fikir al-Arabi, Kaherah tp. thn.), hal. 35. Bahagian pertama buku ini telah diterjemahkan oleh Abd Rahman Dahlan &amp;amp; Ahmad Qarib dengan judul “Aliran Politik dan Akidah dalam Islam” -Logos, Jakarta 1996-, lihat hal. 38-39. 4. “Syiah Rafidhah Imamiyah Ja'fariyah Saba'iyah” http://www.syiah.net Powered by: Joomla! Generated: 9 November 2009, 06:084. 5. Ehsan Yarshater (editor) “ The &lt;st1:city st="on"&gt;Cambridge&lt;/st1:city&gt; History of &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;” -&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Cambridge&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Univ.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Press 1983-,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jld 3: The Seleucid, Parthian and Sasanid Periods).&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, berkat ilmu dan hidayah yang Allah karuniakan pada Ali bin Husain dan keturunannya, mereka semua menolak pengangkatan diri mereka sebagai imam. Mereka berkeyakinan, bahwa imam yang ma’shum dan imam sebagai penentu syariat agama bertentangan dengan ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Mereka sangat menghormati Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan sebagai tiga khalifah pertama yang memiliki keutamaan dan kemuliaan masing-masing. Namun orang-orang Syiah menolak keyakinan Ali bin Husain dan keturunannya ini, dan untuk melanggengkan aqidah mereka, mereka melakukan banyak kedustaan yang disandarkan pada Ali bin Husain dan keturunannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ali bin Husain, berkata tentang orang-orang yang mengaku mengikutinya, “Sesungguhnya mereka menangisi kematian kami, padahal siapakah yang membunuhi kami, kalau bukan mereka?” &lt;i style=""&gt;(Al Mufid, dalam kitab Al-Irsyad, hal. 241).&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masalah kemudian muncul ketika keturunan Ali bin Husain terhenti pada Al-Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ja’far al-Askari, karena beliau tidak memiliki anak. Untuk mengatasi masalah ini, mereka kemudian menciptakan kebohongan lagi bahwa beliau memilik seorang anak yang sekarang bersembunyi dalam sebuah gua, dan kelak akan muncul sebagai Imam Mahdi di akhir zaman (mengkonpromikan dengan aqidah Ahlu Sunnah). Kebohongan inilah yang kemudian dikenal dengan konsep Imam yang Gaib &lt;i style=""&gt;(Ibrahim Amini “al-Imam al-Mahdi: The Just Leader of Humanity” –Ansariyan Publication, Tehran 1997-).&lt;/i&gt; Sayang, tidak semua dari mereka bisa menerima teori ini sehingga setelah wafatnya Al-Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ja’far al-Askari mereka terpecah menjadi 14 hingga 20 golongan &lt;i style=""&gt;(Moojan Momen dalam bukunya “ An Introduction to Shi’i Islam” -Yale Univ. Press,1985-, hal. 59)&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, sangat jelas bagi kita bahwa sejara munculnya syiah tidak bisa kita lepaskan dari peranan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt; yang sekarang kita kenal dengan nama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tidaklah terlalu mengherankan jika &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sekarang menjadi pusat dakwah, kajian, dan penyebaran agama ini. Kebanyakan tokoh-tokoh syiah juga berasal dari negeri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kondisi Mutakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt; sekarang berkembang dengan nana &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, di bawah pimpinan Ahmadinejad. Di media-media, Ahmadinejad aktif menyuarakan pembebasan Palestina. Bahkan ia membuat semua orang tercengang dengan ucapannya untuk mengahapus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dari Peta Dunia. Harus kita akui, inilah sifat yang tepat untuk seorang pemimpin Islam! Sikap Ahmadinejad ini, memberi angin syurga bagi para da’i Syiah. Mereka mengkampanyekan bahwa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt; dengan syiah-nya lah yang terus menerus memperjuangkan pembebasan Palestina dari cengkraman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Amerika Serikat. Mereka semakin sumringah melihat sikap Kerajaan Arab Saudi yang justru kooperatif dengan Amerika Serikat. Mereka lalu mengkampanyekan, bahwa Arab Saudi dengan Ahlu Sunnah-nya tidak berbuat apa-apa untuk memperjuangkan Palestina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sangat disayangkan, Ahmadinejad hanya berkoar-koar diberbagai forum dan media, namun kita tidak pernah mendengar ada kesatuan mujahid dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; atau satu milisi Syiah yang berjuang di tanah Palestina. Hizbullah dengan berbagai rudalnya yang katanya dapat meluluh lantakkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; juga hanya berdiam diri di Libanon, malahan diberbagai media tersiar kabar bahwa mereka justru sedang meneror penduduk-penduk yang ada di Pegunungan Libanon yang mayoritas Ahlu Sunnah. Berita lain yang tidak kalah mencengankan adalah munculnya pemberontakan di Yaman yang di motori oleh kelompok-kelompok Syiah. Inikah bentuk perlawanan kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Amerika Serikat?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal yang lucu, ketika membicarakan perjuangan Ahlu Sunnah para da’i Syiah selalu menunjuk Arab Saudi dengan Raja Suud, seakan-akan hanya Arab Saudi Negara yang berpenduduk mayoritas Ahlu Sunnah. Tapi mereka menutup mata dan telinga dari fakta yang menyatakan bahwa faksi-faksi mujahid yang berjuang di tanah Palestina, Afghanistan, Checnya, Moro, Pattani, dan medan-medan jihad lainnya mayoritas berasal dari Arab Saudi, Mesir, Yaman, Sudan, bahkan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Ahlu Sunnah. Mereka juga tidak melihat bagaimana &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Kuwait&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berpenduduk mayoritas Syiah, pemerintahnya juga bersifat kooperatif dengan Amerika Serikat. &lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Peristiwa perang Irak juga sangat menarik untuk kita cermati. Ketika Amerika Serikat dengan sekutunya menyerang Irak, yang melakukan perlawan adalah milisi-milisi Ahlu Sunnah, terus bagaimana dengan orang-orang Syiah yang katanya mayoritas di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;? Mereka justru menyambut kedatangan tentara sekutu bak pahlawan. Namun setelah Saddam Husein terguling, dan mereka menguasai pemerintahan, mereka baru melakukan penolakan terhadap keberadaan tentara sekutu di Irak. Pertanyaannya, dari dulu kemana saja sih bung? Saya hanya ingin mengatakan, bahwa kebenaran dari sebuah faham &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;sangat tidak benar sekali&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, jika dilihat dari sebuah negara atau pemerintahan Negara tersebut. Tapi, mempelajari sejarah memberi pencerahan kepada kita, bahwa hal seperti itu sangatlah tidak mengherankan dilakukan oleh orang-orang Syiah, karena agama mereka, selain berasal dari jasa Ibnu Saba’ juga digerakkan oleh fanatisme kebangsaan (nasionalisme, yang merupakan berhala baru!).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5890312376818213274?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5890312376818213274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5890312376818213274&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5890312376818213274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5890312376818213274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/bukan-sekedar-ibnu-saba.html' title='Bukan Sekedar Ibnu Saba’!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SxCymjGmyDI/AAAAAAAAAO8/7LD-9TGyYiE/s72-c/syiah_asyura3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-3740347892492137169</id><published>2009-11-15T19:30:00.001-08:00</published><updated>2009-11-24T20:05:14.306-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Para Profesor Norwegia: Tutup Universitas Israel!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SwDKXHnrUbI/AAAAAAAAAO0/-IMOxpWy1Po/s1600/norway-flag_a20536.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SwDKXHnrUbI/AAAAAAAAAO0/-IMOxpWy1Po/s320/norway-flag_a20536.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404542051375862194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan dari Negara Arab. Atau dari negeri Muslim lainnya. Tapi gelombang penolakan terhadap Israel justru lebih banyak muncul dari Negara-negara yang mayoritas sama sekali bukan Muslim. Setelah Brazil, Spanyol, dan Turki, sekarang muncul dari Norwegia.  &lt;p&gt;Kemarin Selasa (3/11), sekelompok profesor di Norwegia menyerukan memboikot terhadap akademisi Israel karena diskriminasi "sistematis" terhadap mahasiswa Palestina. Para profesor ini juga menyatakan bahwa akademisi Israel sudah mengubah sejarah untuk mengembangkan ideologi Zionis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Universitas Sains dan Teknologi (NTNU) "sistematis", di mana para profesor ini bekerja, melakukan aksi boikot terhadap Israel setelah menerima usulan dari 30 para profesor yang mengatakan tujuan mereka adalah menempatkan "tekanan" pada Israel untuk mengakhiri penajajahan tanah Palestina. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;"Kami, yang telah menandatangani surat ini, yakin bahwa sudah waktunya lembaga-lembaga akademis memberikan kontribusi terhadap tekanan internasional terhadap Israel sehingga perundingan antara Israel, pihak berwenang Palestina yang terpilih secara demokratis dan masyarakat internasional dapat dimulai," begitu isi petisi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelompok professor ini juga menyebutkan bahwa universitas dan institusi pendidikan tinggi Israel memainkan "peran penting dalam kebijakan penindasan" dan berkata "sejarawan dan arkeolog menduduki posisi penting dalam perkembangan ideologi Zionis dan penolakan terhadap sejarah Palestina dan identitasnya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contohnya adalah serangan ke Gaza yang menimbulkan " penderitaan besar manusia." Surat itu juga mengecam lembaga Israel yang diskriminasi terhadap staf dan mahasiswa Palestina. Para professor ini mengatakan Israel tidak menghargai "cita-cita universitas dan kebebasan akademik." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelompok ini menyerukan untuk "menutup pendidikan, penelitian, dan lembaga-lembaga kebudayaan dari negara Israel dan wakil-wakil mereka, tanpa memandang agama atau kebangsaan" dan mengatakan mereka berharap itu akan terus "sampai dikeluarkan jaminan bahwa pendudukan tanah Palestina akan dihentikan. "&lt;/p&gt; Dewan direksi di NTNU, universitas terbesar kedua di Norwegia yang terletak di kota barat Trondheim, telah setuju untuk mempertimbangkan gerakan ini. Anne Katherine Dahl, seorang penasehat presiden dari NTNU, mengatakan, "Dari NTNU tidak akan ada komentar lebih lanjut sampai dewan menyimpulkan pada 12 November nanti.". Dewan terdiri dari 11 anggota: empat wakil dari negara, empat dari staf universitas, dua perwakilan mahasiswa dan satu dari staf sementara. Nah, negeri Muslim, mengapa masih diam saja? (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-3740347892492137169?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/3740347892492137169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=3740347892492137169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3740347892492137169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/3740347892492137169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/para-profesor-norwegia-tutup.html' title='Para Profesor Norwegia: Tutup Universitas Israel!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SwDKXHnrUbI/AAAAAAAAAO0/-IMOxpWy1Po/s72-c/norway-flag_a20536.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7784294299210515766</id><published>2009-11-12T21:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T21:28:58.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh-koe...'/><title type='text'>26 Tahun, Refleksi Perjalanan Hidupku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvzuS9iYAuI/AAAAAAAAAOs/Zsx2xSM1XKg/s1600-h/9630_1107455016935_1543593749_30261865_8139181_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvzuS9iYAuI/AAAAAAAAAOs/Zsx2xSM1XKg/s320/9630_1107455016935_1543593749_30261865_8139181_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403455662461551330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak terasa, mungkin itu kata yang paling tepat untuk usiaku yang genap 26 tahun menurut perhitungan masehi. Rasanya, baru kemarin ayahku mengantarku ke sebuah SD di sebuah desa di Kab. Pinrang untuk medaftarkanku agar bisa mendapatkan pendidikan dasar. Rasanya, baru kemarin aku bersenda gurau dengan teman-teman SMP-ku, mendiskusikan kerajinan dari sabuk kelapa sebagai tugas prakarya kami. Rasanya, baru kemarin aku dihukum menghitung panjang lapangan basket dengan batang korek api oleh seniorku ketika mengikuti orientasi siswa baru di SMA. Rasanya, baru kemarin juga aku berpusing ria mengutak-atik rumus kalkulus di semester pertama kuliahku. Semua, rasanya baru kemarin!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi itulah waktu, ia berlalu tanpa terasa. Kita diam, bergerak, tidur, berdiri, duduk, sang waktu tidak pernah berhenti menunggu kita sedetikpun, ia akan tetap berlalu tanpa pernah peduli pada apapun yang kita lakukan. Maka, merugilah orang-orang yang mengabaikannya...&lt;br /&gt;Kini, di suatu hari yang Allah telah takdirkan...Tanggal kelahiranku berulang untuk ke-26 kalinya, sebuah angka yang pasti akan dihizab oleh-Nya kelak di akhirat. Maka, haruskah aku bahagiah dengan itu? Apakah aku harus berpesta dengan meniup lilin yang tertancap di atas kue tar? "Hizablah dirimu, sebelum engkau dihizab," demikian pesan Umar bin khattab radiallahu 'anhu.&lt;br /&gt;Setelah shalat jum'at, aku bersimpuh. Merenungi umur yang mana yang bisa kubanggakan di hadapan-Nya? Amalan apa yang pantas aku sebut, untuk mengaku sebagai ummat Rasul-Nya? Ya Allah, hanya Rahmat dan Ampunan-Mu yang bisa menyelamatkanku...&lt;br /&gt;Sungguh, hari ini terbayang berjuta maksiat yang telah kulakukan, terkenang kembali wajah orang-orang yang telah terzalimi. Maksiat yang akan menghimpit kelak di alam kubur, dan orang-orang yang akan menuntut qisas kelak di yaumil mizan... Astagfirullah...&lt;br /&gt;Ya Allah, aku bersyukur akan umur yang telah Engkau karuniakan kepadaku, dan aku berharap keistiqamahan dalam hidayah-Mu....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7784294299210515766?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7784294299210515766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7784294299210515766&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7784294299210515766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7784294299210515766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/26-tahun-refleksi-perjalanan-hidupku.html' title='26 Tahun, Refleksi Perjalanan Hidupku...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvzuS9iYAuI/AAAAAAAAAOs/Zsx2xSM1XKg/s72-c/9630_1107455016935_1543593749_30261865_8139181_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7507789663954643377</id><published>2009-11-11T00:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T03:02:43.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan Syiah...'/><title type='text'>Antara Syiah dan Rafidhah...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvvV9F9EVjI/AAAAAAAAAOk/-_PXEbhk1AA/s1600-h/syiah_asyura3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvvV9F9EVjI/AAAAAAAAAOk/-_PXEbhk1AA/s320/syiah_asyura3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403147423508092466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada hakikatnya, ada perbedaan yang sangat mendasar antara Syiah dan Rafidhah. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahuinya, sehingga mereka gampang terpedaya oleh tipu daya kaum Rafidhah. Yang lebih gawat lagi, banyak penganut Rafidhah yang mengaku sebagai Syiah karena ketidak tahuan mereka akan hakikat Syiah dan Rafidhah...&lt;br /&gt;Para ulama Ahlu Sunnah Wal-jama'ah (selanjutnya disebut sunni), sedari awal telah membedakan dengan jelas definisi Syiah dan Rafidhah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara etimologis (bahasa), Syiah berarti sikap menganut tau mendukung. Jika disebut Syiah al-rijal berarti penganut atau pendukung seseorang. Sedangkan Rafidhah, berarti sempalan atau salah satu golongan dari Syiah. Secara Istilah dan syariat, Syiah berarti sikap mencintai Ali bin Abi Thalib dan memandangnya lebih utama dari sahabat lain, kecuali Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab, termasuk dalam golongan ini adalah para sahabat yang mendukung Ali bin Abi Thalib dalam perang Jamal dan perang Shiffin. Sedangkan Rafidhah berarti sikap mencintai Ali bin Abi Thalib, dan menganggapnya lebih utama dibanding Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Sikap paling ekstrim dari penganut Rafidhah adalah rasa benci kepada Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab, atau malah memaki dan melaknat mereka. Jadi jelas, ada perbedaan mendasar antara Syiah dan Rafidhah.&lt;br /&gt;Dalam Minhaj al-Sunnah, juz 1 halaman 8, mengemukakan sejarah munculnya Rafidhah. Berawal dari tampilnya Zaid bin Ali bin Husain ke gelanggang politik pada tahun 122 Hijriah, di masa akhir kekhalifaan Hisyam bin Abdul Malik. Ketika itu, Zaid ditanya pendapatnya tentang Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Zaid menjawabnya dengan menyatakan simpatinya kepada kedua kahlifah pertama itu, dan Zaid mendo'akan keduanya. Namun, sekelompok pengikutnya tidak menyetujui ucapannya, dan memilih meninggalkan Zaid. Zaid kemudian berkata kepada mereka, "Apakah kalian menyempal dariku?" Sejak mereka menyempal dari Zaid itulah, mereka kemudian disebut sebagai Rafidhah. Adapun kaum Syiah yang tetap setia pada Zaid, kemudian disebut Zaidiyah (Yang mendukung Zaid).&lt;br /&gt;Orang-orang Syiah yang hidup se-zaman dengan Ali bin Abi Thalib, tidak pernah berselisih tentang keutamaan Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab di atas Ali bin Abi Thalib, mereka hanya berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib lebih utama atas Utsman bin Affan dan sahabat lainnya.&lt;br /&gt;Abul Qasim al-Balhi menceritakan, seseorang bertanya kepada Syarik bin Abdillah, "Siapa yang lebih utama antara Abu Bakar dan Ali?" Syarik bin Abdillah dengan tegas menjawab "Abu Bakar!" Ketika ditanya, mengapa ia berkata seperti itu, padahal ia memproklamirkan diri sebagai seorang Syiah, Syarik bin abdillah justru menegaskan bahwa yang tidak berkata demikian, bukanlah seorang Syiah! "Demi Allah, Ali bin Abi Thalib verkata di atas mimbar: Ingatlah, sesungguhnya ummat Islam yang terbaik setelah Rasulullah adalah Abu Bakar, kemudian Umar!" Lalu Syarik bin Abdillah bertanya balik, "Lalu kenapa anda menolak pernyataan Ali ini? Bagaimana bisa anda mendustakan Ali? Sungguh, Ali bukanlah seorang pendusta dan pembohong!"&lt;br /&gt;Menurut al-Mas'udi dalam Muruj adz-Dzahab 3/220, Zaid bin Ali pernah pernah berkata kepada para pengikutnya yang menuntutnya untuk berlepas diri dari Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Kata Zaid, "Abu Bakar dan Umar itu pemimpin kakekku, maka aku tidak bisa melupakan mereka." Mendengar itu, orang-orang itupun bubar dan mejadi Rafidhah.&lt;br /&gt;Jadi, sangat jelas bahwa ada perbedaan mendasar antara Syiah dan Rafidhah.&lt;br /&gt;Sebagian orang sangat kaget ketika mendengar bahwa Imam Bukhari mengambil beberapa hadits dari perawi Syiah, padahal itu adalah sesuatu yang lumrah, tapi Imam Bukhari tidak pernah mengambil hadits dari perawi Rafidhah! Perlu diketahui, kaum Syiah tidak memaksakan fahamnya kepada orang lain, dan tidak membenci orang yang berbeda pemahaman dengannya. Berbeda dengan kaum Rafidhah, yang selalu mempromosikan agamanya, dan membenci orang-orang yang berbeda pemahaman dengannya.&lt;br /&gt;Namun, akhir-akhir ini, orang-orang yang muncul sebagai Syiah sebenarnya adalah Rafidhah. Biasanya mereka menyebut diri mereka dengan istilah Syiah Itsna Asyariyyah (Syiah 12 Imam).&lt;br /&gt;Maka, dari sini setiap kita menyebut Syiah dalam tulisan-tulisan berukutnya (Insya Allah, setelah ini, akan banyak tulisan saya yang membahas tentang Rafidhah (Syiah Itsna Asyariyyah), maka yang dimaksud adalah Rafidhah atau Syiah Itsna Asyariyyah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7507789663954643377?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7507789663954643377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7507789663954643377&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7507789663954643377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7507789663954643377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/antara-syiah-dan-rafidhah.html' title='Antara Syiah dan Rafidhah...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SvvV9F9EVjI/AAAAAAAAAOk/-_PXEbhk1AA/s72-c/syiah_asyura3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-5409042857121285207</id><published>2009-11-10T04:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T04:46:38.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>Belajar Sabar dari Seorang Pepeng</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dengan tetap memancarkan senyumannya yang khas, pria paruh baya itu masih terbaring di tempat tidur. Di tempat itulah seorang Pepeng yang punya nama asli Ferrasta Soebardi menekuri anugerah hidup yang begitu mahal. "Allah memang Maha Sayang!" ucapnya tetap bersemangat.&lt;/p&gt;&lt;span class="intro2"&gt;&lt;/span&gt;            &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/pepeng.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em; width: 661px; height: 414px;" alt="" /&gt;Lebih dari dua tahun, mantan juara lawak mahasiswa tahun 78 ini terjebak dalam tempat tidur dan kursi roda. Sejak Juli 2005, Pepeng Allah uji dengan penyakit langka. Namanya masih asing di telinga orang kebanyakan, multiple sclerosis.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Penyakit ini menyerang susunan saraf pusat yang memunculkan terjadinya proses inflamasi dan demyelinisasi. Akibatnya, terjadi kerusakan saraf motorik, sensorik, dan otonom. Dari situlah, pria kelahiran Sumenep Madura, 23 September 1954 ini mengalami kelumpuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awalnya, Pepeng dan keluarga tidak tahu jenis penyakit yang menyerangnya. Selama kurang lebih 5 bulan, Pepeng dan keluarga diombang-ambing dengan kebingungan dan ketidakpastian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah datang ke Prof. Dr. Jusuf Misbach di RSCM, Pepeng diperiksa lebih rinci. Ada pemeriksaan tambahan yang tidak dilakukan dokter-dokter sebelumnya. Seperti, MRI, EMG, pemeriksaan cairan otak, serta pengambilan sumsung tulang belakang. Hasil pemeriksaan dikirim ke Ameriksa Serikat untuk diteliti lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 5 November 2005, Prof. Misbach melaporkan hasil laboratorium dari AS kepada Pepeng. Dari situlah pria yang pernah menjadi caleg Partai Keadilan Sejahtera untuk daerah pemilihan Sumenep Madura pemilu 2004 ini tahu kalau penyakitnya bernama multiple sclerosis. Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Kalau pun ada, hanya memperpanjang jarak kambuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak itu, hari-hari panjang dilalui Pepeng penuh keprihatinan. Ia mencoba untuk tetap tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah yang tentu menyimpan hikmah di balik beratnya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suasana hidup yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan umumnya, ayah 4 anak ini mencoba memaknai hidup dengan lebih dalam. Ia rangkai garis demi garis peristiwa yang pernah ia alami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut penuturan Pepeng kepada Eramuslim.&lt;br /&gt;Sebelum saya sakit, saya selalu road show. Aspek yang saya fokuskan adalah dalam rangka jihad i'lami, sharing informasi tapi lebih ke multmedianya. Pada tanggal 29 Mei 2007, resmi berdiri Islamic Broadcasting Forum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari aspek ide, sudah bagus. Mungkin peralatan yang masih perlu peningkatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya dan isteri sudah janji. Kalau sudah enakan, mau buka lagi seperti di daerah Wanayasa Purwakarta. Melalui desa binaan itu, saya berencana mau dibuatkan radio. Subhanallah, tuh radio efektifnya bukan main dari sisi dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak sekali hikmah yang ana bisa dapat selama ana sakit. Yang bener-bener sekarang saya paham, bahwa kata adalah fakta. Bukan pembentuk fakta. Kalau kecerdasan interpersonal saya, jadi saya mengoreksi diri saya, mengenali diri saya, mencari kata yang pas untuk diri saya itu salah. Berarti semua respon saya salah. Artinya, bahwa semua akhlak saya tidak sesuai dengan apa yang diajarkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, sekarang saya ngertiii sekali, kenapa Rasulullah menganjurkan kita untuk bicara sesuai dengan bahasa kaum. Wah, ini dalem banget buat saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kan sedang mempersiapkan diri untuk menyelesaikan S3. Tapi, belum dapet-dapet. Karena, memang di Indonesia belum ada institusi kuliah jarak jauh, kecuali UT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya merenung, apa sih yang membentuk dunia ini. Setelah saya cari, ya kata. Hatta, Allah dengan firman-Nya yang absolut, mutlak benar, tidak spekulatif, tidak asumtif; itu semua kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu semua yang akhirnya membuat saya jauuuh lebih dekat kepada keluarga saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya minta maaf ke isteri saya. Ternyata selama ini, saya nggak pantes menjadi suami. Dari semua buku yang saya baca, Rasulullah belum pernah membuat susah isterinya. Rasulullah selalu menghandle dirinya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belakangan ini, bahkan dalam mengartikan sakit saya, dalam kalimat pun itu sangat penting bagi diri saya. Misalkan kalau saya katakan, ini adalah musibah. Kayaknya, kita terlalu kecil sampai dikasih musibah sama Allah. Wallahu a'lam, apa saya salah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi menurut apa yang saya pahami, bahwa Allah tidak menghinakan orang sakit. Justru, Allah memberikan previlej untuk orang sakit dengan selalu dekat dengan yang sakit. Dari situ, ketakutan saya jadi hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu luka saya membesar, saya berduaan dengan isteri saya sudah kayak profesor. Apa yang mesti saya lakukan? Kalau toh kita ke dokter, ya aspek ekonomi lah. Yang kedua, mereka akan bolongin lagi. Dan saya sudah ngalamin dibolongi sampai 18 senti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penyakit yang menjangkit di tubuh Pepeng, akhir-akhir ini memunculkan luka di bagian belakang tubuh. Luka itu terus membesar dan mengeras. Karena itu, salah satu pengobatannya adalah dengan mencongkel luka itu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus saya bilang, apa saya nyerah aja ya. Nah, ini yang salah. Waktu disiapin pisau yang akan nyayat saya, isteri seperti ingin bilang, saya takut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata, dialog kami itu salah. Kita tidak saling mendukung. Nggak mungkin saya akan maksa dia. Kedua, kalau fear factor dia masih ada, sedangkan saya sudah hilang, saya harus ngajak dia. "Ya udahlah. Pokoknya kalau ada apa-apa, kamu nggak takut kan. Coba cek, congkel."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangin, Allahu Akbar. Isteri saya ini baja banget. Anak-anak hampir nggak percaya kalau saya diurus oleh isteri yang sopan banget. Semuanya dia urus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Selama sakit, Pepeng tidak bisa menggerakkan tubuhnya kecuali bagian pusat ke atas. Karena itu, ia hanya terbaring di tempat tidur. Selama itu pulalah, semua keperluan ditangani isteri beliau. Mulai dari ganti pakaian, selimut, hingga bersih-bersih diri.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kan nggak bisa ngurus buang air besar dan kecil sendiri. Semua diurusin isteri saya. Subhanallah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu luka saya dicabut isteri saya, saya lagi tidur. Saya tanya, kenapa saya nggak dibangunin. Dia bilang, nggak. Aku takut nanti kamu panik. Saya bilang, apa iya saya kelihatan panik? Dia bilang, ya nggak lah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu kalau saya dapat komentar dari isteri saya tentang sakit saya, saya langsung down. Nyungsep. Makanya, saya mohon pada Allah, supaya diberi kecerdasan interpersonal. Ya Allah, kenalkan saya pada diri saya, supaya aku bisa mengenal takdirMu dari sudut pandang yang bagus sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, dengan berkata-kata dengan Allah, selalu muncul kekuatan pada diri saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, walaupun saya merasakan sesuatu yang nggak enak pada diri saya, saya selalu mengucapkan, terima kasih ya Allah. Karena saya tahu itu semua merupakan proses menuju kesembuhan diri saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya yakin, dari semua ilmu yang saya pelajari, kalau ada rasa sakit yang berhenti, itu artinya ada perbaikan. Apalagi kalau sakit itu membaik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari semua itu, saya selalu mengeluarkan statemen kepada Allah. Saat itu juga, ruhani saya jadi sehat. Dan kalau ruhani sehat, insya Allah, urusan jasmani jadi terasa kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, di antara hikmah yang bisa saya petik, kata-kata itu luar biasa. Hati-hati sekali dengan kata-kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan ketika saya ngomong sama anak-anak saya, rangkaian kata-kata itu tidak harus keluar. Semua linguistik yang ada di tubuh kita program perilakunya itu ada dalam kata-kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. pernah melarang sahabat memarahi orang yang kencing di sebarang tempat. Soalnya, kencing itu bisa dibersihin. Tapi, hati itu sulit dibersihin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika bicara dengan anak-anak, Rasulullah selalu menyamakan tingginya dengan anak-anak. Jadi, mata dengan mata. Tidak ada superior dan imperior.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau seorang anak yang sampai mendongak ketika berkomunikasi dengan orang tua, sebenarnya secara psikologis komunikasinya itu tidak jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya perhatiin, apa yang terjadi di lingkungan kita itu pun karena ketidakbenaran susunan kata-kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita mesti punya kecerdasan untuk mengapresiasi apa pun yang ada pada diri kita saat ini. Ternyata, memang ada kecerdasan baru dalam dunia psikologi. Yaitu, kecerdasan mengapresiasi apa pun yang ada dalam diri kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecerdasan inilah yang menjadikan seseorang tidak pernah mengenal putus asa dalam hidup. Dari situ, saya simpulkan bahwa saya tidak sedang sick. Saya hanya pain.&lt;/p&gt; Silakan Allah kasih apa saja buat diri saya. Dan saya akan berusaha untuk selalu bersyukur.(Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-5409042857121285207?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/5409042857121285207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=5409042857121285207&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5409042857121285207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/5409042857121285207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/belajar-sabar-dari-seorang-pepeng.html' title='Belajar Sabar dari Seorang Pepeng'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7387814684822767954</id><published>2009-11-09T21:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:57:54.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah...'/><title type='text'>Menikmati Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mengaku menikmati menjadi pendeta. Sayang, dari lubuk hatinya paling dalam, tak pernah merasakan kebahagiaan. Atas izin Allah, kebahagiaan itu ia temukan dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/idris_tawfiq.gif" mce_src="/images/foto/idris_tawfiq.gif" width="283" align="right" height="263" /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Suatu hari ketika Idris Tawfiq sedang memberikan kuliah di Konsulat Inggris di Kairo, ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak menyesali masa lalunya; tentang hal-hal yang dilakukannya sebagai seorang penganut ajaran Kristiani dan kehidupannya di Vatikan selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menikmati saat menjadi pendeta, menolong orang selama beberapa tahun. Namun jauh di dalam hati saya tidak bahagia, saya merasa ada sesuatu yang salah. Untungnya, dengan izin Allah, beberapa peristiwa dan kebetulan terjadi dalam hidup yang membawa saya kepada Islam," katanya kepada para hadirin yang memenuhi ruang pertemuan di Konsulat Inggris.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq kemudian memutuskan berheni menjadi pendeta di Vatikan. Ia lalu melakukan petualangan ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dulu mengira Mesir itu sebuah negeri yang banyak piramidnya, unta, pasir, dan pohon palem. Saya menyewa pesawat untuk pergi ke Hurghada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terkejut karena keadaan di sana sama seperti pantai-pantai  Eropa, saya lantas segera mencari bis menuju ke Kairo, di mana saya mendapatkan pengalaman yang mengesankan seumur hidup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu pertama kali saya berkenalan dengan Muslim dan Islam. Saya memperhatikan orang Mesir begitu ramah, baik, tapi juga sangat kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti halnya semua orang Inggris, pengetahuan saya tentang Muslim hingga saat  itu tidak melebihi dari apa yang saya dengar di TV tentang bom bunuh diri dan pasukan perlawanan, yang memberikan kesan bahwa Islam adalah agama yang sering membuat masalah. Namun, ketika mengunjungi Kairo, saya menemukan betapa indahnya agama Islam ini. Orang-orang yang sangat sederhana yang berjualan di pinggir jalan, akan segera meninggalkan dagangan mereka begitu mendengar suara panggilan untuk shalat. Mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap keberadaan dan takdir Allah. Mereka puasa, shalat, membantu orang miskin, dan bercita-cita untuk pergi ke Makkah dengan harapan bisa mendapatkan surga di akhirat nanti," cerita Tawfiq tentang pengalamannya di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq melanjutkan dengan cerita sekembalinya dari Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya kembali dari sana, saya melanjutkan pekerjaan sebagai guru agama. Mata pelajaran yang wajib dalam pendidikan di Inggris hanyalah kajian tentang agama. Saya mengajarkan tentang agama Kristen, Yahudi, Budha, dan lainnnya. Sehingga setiap hari saya harus selalu membaca tentang agama-agama itu, agar bisa menyampaikan pelajaran kepada murid-murid, yang kebanyakan adalah pengungsi Muslim. Dengan kata lain, memberikan mata pelajaran tentang Islam, mengajarkan saya banyak hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muridnya secara tidak langsung lebih mengenalkan dirinya dengan kehidupan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seperti kebanyakan remaja yang membuat ulah, murid-murid itu merupakan contoh yang baik seperti apa Muslim itu. Mereka sopan dan baik, sehingga persahabatan terbangun di antara kami, dan mereka meminta izin apakah dapat menggunakan ruang kelas saya untuk shalat selama bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beruntungnya, kelas saya adalah satu-satunya ruangan yang berkarpet. Jadilah saya terbiasa duduk di belakang, melihat mereka shalat selama satu bulan. Saya mencoba menyemangati dengan ikut berpuasa selama bulan Ramadhan bersama mereka, meskipun ketika itu saya belum menjadi seorang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu hari ketika saya membaca terjemahan Al-Qur'an di dalam kelas, saya sampai pada ayat: &lt;i&gt;'Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) itu yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) ....'. &lt;/i&gt;Tanpa saya sadari air mata pun mengalir. Saya berusaha keras untuk menyembunyikannya dari murid-murid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terjadi peristiwa serangan 11 September 2001. Tawfiq pun mengalami titik balik dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari berikutnya, saya terpuruk dan melihat bagaimana orang-orang merasa ketakutan. Saya juga takut hal yang sama terjadi di Inggris. Saat itu orang-orang Barat mulai menakuti agama ini dengan menyalahkannya sebagai teroris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanapun, pengalaman saya bergaul dengan Muslim memberikan pandangan yang lain. Saya mulai berpikir, 'Mengapa Islam? Mengapa kita menyalahkan Islam sebagai agama atas tindakan teror yang kebetulan dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Sementara tidak ada orang yang menyalahkan agama Kristen sebagai teroris ketika umat Kristen melakukan hal yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu hari saya pergi ke masjid terbesar di London untuk mendengarkan lebih banyak tentang agama ini. Sesampainya di Masjid London Central (ICC), di sana ada Yusuf Islam. Mantan penyanyi pop itu duduk dalam sebuah lingkaran, berbicara kepada orang-orang mengenai Islam. Setelah beberapa saat saya bertanya kepadanya, 'Apa sebenarnya yang Anda lakukan jika ingin menjadi seorang Muslim?'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia menjawab bahwa seorang Muslim harus percaya kepada Tuhan yang Esa, shalat lima kali sehari, dan berpuasa di bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyelanya dengan mengatakan bahwa saya percaya semua hal itu dan bahkan saya telah ikut berpuasa di bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas ia bertanya, 'Apa yang Anda tunggu? Apa yang membuatmu tertahan?'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bilang kepadanya, 'Tidak, saya tidak bermaksud untuk pindah agama'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu terdengar panggilan untuk shalat dikumandangkan, semua orang lantas bergegas dan membentuk barisan untuk shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya duduk di belakang, menangis dan menangis. Kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri, 'Siapa yang coba saya bohongi?’"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah mereka selesai shalat, saya segera menghampiri Yususf Islam, memintanya untuk mengajarkan kalimat yang harus saya ucapkan untuk pindah agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah ia jelaskan makna kalimat itu dalam bahasa Inggris kepada saya, kemudian saya mengucapkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab, “Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah," cerita Tawfiq mengenai keislamannya, seraya berusaha menahan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kehidupan Tawfiq berubah arah. Ia tinggal di Mesir dan menulis sebuah buku tentang dasar-dasar pemahaman tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat bukunya &lt;i&gt;Gardens of Delight: A Simple Introduction to Islam&lt;/i&gt;, ia ingin menjelaskan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama teror dan bukan agama yang berisi kebencian. Hal yang selama ini belum ada orang yang berusaha menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka saya putuskan untuk menulis buku itu, untuk menyampaikan kepada non-Muslim mengenai prinsip dasar Islam. Saya berusaha memberitahukan kepada orang, betapa indahnya Islam dan bahwa Islam memiliki harta kekayaan yang begitu mengagumkan. Bahwa hal terpenting menjadi seorang Muslim adalah saling mencintai. Nabi berkata, 'Bahkan sebuah senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq juga menulis buku tentang Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam, yang menurutnya agak berbeda dengan buku-buku mengenai beliau pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tawfiq, "cara terbaik dan tercepat" untuk mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya kepada dunia adalah dengan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan nyata. (Hidayatullah.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7387814684822767954?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7387814684822767954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7387814684822767954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7387814684822767954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7387814684822767954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/menikmati-menjadi-muslim.html' title='Menikmati Menjadi Muslim'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6547761561683881677</id><published>2009-11-08T18:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T19:33:16.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh-koe...'/><title type='text'>Sekeping "Surga" di Kebun Kopi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SveLhCAlQVI/AAAAAAAAAOU/-laVNPyzbnk/s1600-h/KK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SveLhCAlQVI/AAAAAAAAAOU/-laVNPyzbnk/s320/KK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401939677645455698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada sebuah daerah yang terletak di antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Orang-orang menamakannya Kebun Kopi, tapi jangan salah, karena di sana tidak ada perkebunan kopi. Entah bagaimana asal muasal nama itu, munkin dulunya daerah itu adalah areal perkebunan kopi. Ah, itu bukan sesuatu yang penting...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, yang menarik dari Kebun Kopi adalah pemandangan alam yang disajikannya. Indah, mempesona mata, ditambah segarnya udara pegunungan yang membuat betah berlama-lama menikmatinya. Udaranya dingin, tidak kalah dengan Malino (Sebuah objek wisata di SulawesiSelatan), sayangnya pemerintah setempat belum melihat potensi daerah Kebun Kopi sebagai objek wisata. Padahal, kalau dikelola dengan baik, daerah ini bisa saja bersaing dengan daerah Puncak di Bogor. Bahkan daerah ini punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh Malino dan Puncak, sebagian daerah Kebun Kopi masuk dalam areal hutan lindung dengan berbagai jenis flora dan fauna yang khas, seperti kayu eboni (kayu hitam), kayu kuning, monyet, dan burung Rangkong Sulawesi (penduduk setempat menyebutnya Burung Allo) yang berbulu indah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SveMCRIMBmI/AAAAAAAAAOc/fys9178tu4k/s1600-h/hornbill.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SveMCRIMBmI/AAAAAAAAAOc/fys9178tu4k/s320/hornbill.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401940248639571554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak kalah menariknya adalah perkebunan para petani sayur yang berbentuk senkedang di lereng-lereng pebukitan, ini bisa menjadi agro wisata. Para petani menanam berbagai sayur dan buah-buahan yang mungkin tidak akan tumbuh di tempat lain, seperti wortel, kol, sawi, buncis, alpukat, dan banyak lainnya. Jadi, jangan heran kalau anda lewat, anda akan melihat banyak kios petani yang menjual sayur dan buah-buahan segar hasil kebun mereka. Eh, kalau kita beruntung, kita bisa menemukan penjaja madu lebah hutan asli, yang lansung diperas dari sarangnya....!&lt;br /&gt;Kalau anda berada di sana pada waktu pagi, maka anda dapat merasakan segarnya embun pagi pegunungan yang menyegarkan. Kalau sore hari, daerah ini diselimuti kabut tipis yang memberi nuansa indah tersendiri... Tidak salah, kalau daerah ini disebut "Sekeping Surga"!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6547761561683881677?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6547761561683881677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6547761561683881677&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6547761561683881677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6547761561683881677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/11/sekeping-surga-di-kebun-kopi.html' title='Sekeping &quot;Surga&quot; di Kebun Kopi...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SveLhCAlQVI/AAAAAAAAAOU/-laVNPyzbnk/s72-c/KK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7578606950624055041</id><published>2009-10-30T00:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T00:06:20.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Mufti Pegunungan LEBANON: HEZBULLAH Sama Bahayanya Dengan ISRAEL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuqQNrCZeVI/AAAAAAAAAOM/bdEs5vHNQ0E/s1600-h/225px-map_of_lebanon.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuqQNrCZeVI/AAAAAAAAAOM/bdEs5vHNQ0E/s320/225px-map_of_lebanon.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398285667922442578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Lebanon &lt;/strong&gt;- Perang yang berkecamuk baru-baru ini di Lebanon sungguh sangat mengkhawatirkan. Itu mengingatkan perang saudara di sana yang dulu pernah terjadi selama bertahun-tahun. Bedanya, bila dulu terjadi antara Muslim dan Kristen Lebanon, tetapi kini terjadi antara Syi’ah yang diwakili HEZBULLAH dan Pemerintah Lebanon, yang didukung kaum SUNNI dan Kristen. &lt;p&gt;Hal inilah yang diungkapakn Syaikh Mohammed Ali Gouzou, mufti Pegunungan Lebanon (PL). Ia menegaskan, dengan ditingkatkannya serangan oleh Hezbullah di Beirut tidak lain hanya ingin menghinakan kaum SUNNI Lebanon. Ia menyatakan dengan keras, IRAN berada di balik semua apa yang terjadi di Lebanon saat ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p&gt;Dalam keterangan persnya kepada surat kabar ‘El Watan,’ yang terbit di Kuwait, Syaikh Gouzou mengatakan, “Kengototan HEZBULLAH dalam sikap kriminalnya bertujuan untuk meletakkan tangannya atas bumi Beirut dan memaksakan persyaratannya atas pemerintah Lebanon yang sah.” Ia menilai, ancaman-ancaman yang dilontarkan Hezbullah terhadap media massa ‘Kelompok Masa Depan,’ merupakan teror resmi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, HEZBULLAH telah menyatakan perang membabi buta terhadap Beirut dan perkampungan yang dihuni kaum Sunni hanya karena masalah sepele, yaitu masalah adanya jaringan telepon yang mereka kelola dinyatakan ilegal oleh pemerintah. Ia menyiratkan, “Seharusnya pihak Hezbullah berdialog dengan pemerintah Lebanon dalam masalah ini ketimbang kita menemukan bergugurannya korban tewas setiap hari, seakan-akan kami adalah musuh, bukan ISRAEL.!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;IRAN Di Balik Apa Yang Terjadi Di LEBANON&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mufti PL itu menegaskan, Hasan Nasrullah, sekjen HEZBULLAH telah berubah, dari memerangi ISRAEL kini beralih membunuhi orang-orang tak berdosa dan menimbulkan isu sektarian. Ia menyatakan dengan tegas, Iran berada di balik apa yang terjadi di Lebanon, di mana senjata milik Hezbullah berikut harta bendanya berasal dari IRAN.!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gouzou mengeritik duta besar IRAN di Lebanon karena berbicara seakan-akan merupakan salah satu pihak yang berseteru di Lebanon. Dalam waktu yang sama, ia juga mengecam permusuhan HEZBULLAH terhadap mantan presiden Lebanon yang tewas, Rafiq El Harieri yang telah membangun Lebanon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyiratkan, Rafiq El Harieri telah memberikan bantuan yang berlimpah kepada Syi’ah, menanggung pendidikan anak-anak serta merawat korban luka dan tewas mereka. Ia bertanya-tanya, “Kenapa bandara dihentikan aktifitasnya dan perusahaan penerbangan dilarang beroperasi.?” “Kenapa permusuhan ini beralih ke Saad El Harieri (putra Rafiq El Harieri-red) setelah ayahandanya wafat.?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Gouzou menyatakan rasa sedihnya karena warga Lebanon kini tidak dapat lagi berjalan dengan aman di jalan raya dan merasakan kematian menunggu mereka di setiap tempat.&lt;br /&gt;Ia juga menegaskan, HEZBULLAH telah menyingkap wajah terorisnya yang sangat fanatik dan keras kepala. Ia menyiratkan, HEZBULLAH ingin menghinakan kaum SUNNI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Gouzou juga mengingatkan umat Islam di seluruh dunia agar tidak tertipu dengan slogan-slogan ‘palsu’ HEZBULLAH.! Ia menjelaskan, HEZBULLAH bersembunyi di balik slogan perjuangan agar dapat menyusup ke jalan-jalan yang dihuni komunitas Muslim Sunni, lalu menimbulkan fitnah di setiap tempat di negeri itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mufti PL itu menyudahi dengan menegaskan, HEZBULLAH amat berbahaya bagi semua orang, bukan hanya Lebanon. Karena itu, bahaya ini harus dihadapi bersama-sama, sebab bahaya yang ditimbulkannya itu tidak kurang dari bahaya yang ditimbulkan ISRAEL.!!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7578606950624055041?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7578606950624055041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7578606950624055041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7578606950624055041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7578606950624055041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/mufti-pegunungan-lebanon-hezbullah-sama.html' title='Mufti Pegunungan LEBANON: HEZBULLAH Sama Bahayanya Dengan ISRAEL'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuqQNrCZeVI/AAAAAAAAAOM/bdEs5vHNQ0E/s72-c/225px-map_of_lebanon.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-90793024720043726</id><published>2009-10-29T22:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T22:22:59.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Aleg Australia Gentar Melihat Pertumbuhan Komunitas Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Sup3uKJzSbI/AAAAAAAAAOE/A8zYA7QBjzQ/s1600-h/ausi%285%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Sup3uKJzSbI/AAAAAAAAAOE/A8zYA7QBjzQ/s320/ausi%285%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398258738240113074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Komunitas Muslim mengalami pertumbuhan yang cepat di negara-negara non-Muslim dan membuat gentar mereka yang anti-Islam dan Muslim. Kelompok-kelompok anti-Muslim di Inggris sudah mulai menunjukkan kekhawatirannya melihat makin bertambahnya populasi Muslim di negeri itu dengan melakukan aksi-aksi protes. Di Australia, seorang anggota legislatif dari kelompok Liberal dan pernah menjadi menteri, mulai mempermasalahkan makin bertambahnya populasi Muslim di Negeri Kanguru itu. &lt;p&gt;Kevin Andrews, nama anggota legislatif itu menyerukan untuk menggelar debate tentang pesatnya pertumbuhan komunitas Muslim di Australia. "Memiliki satu etnis atau satu kelompok tertentu yang terkonstrasi di sebuah wilayah dalam jangka waktu yang lama, bukan hal yang baik," ujar Andrews dalam siaran di Radio Macquarie&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Pernyataan Andrews membuat pemerintah dan kelompok oposisi di Australia bereaksi keras. Mereka menilai Andrews telah melontarkan pernyataan bernuansa rasis. Menteri Urusan Imigrasi, Chris Evans menegaskanbahwa pemerintahan Rudd (Kevin Rudd, PM Australia-red) tidak sejalan dengan pemikiran Andrews dan tidak akan terlibat dalam debat yang diusulkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sebagai mantan menteri urusan imigrasi, Andrews seharusnya tahu bahwa program imigrasi di Australia tidak diskriminatif berdasarkan agama maupun ras," tukas Evans.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara, pimpinan Green-kelompok oposisi di Australia-Bob Brown menilai Andrews tidak patut mengeluarkan pernyataan semacam itu. Partai Liberal sendiri, partai tempat Andrews bernaung, menolak dihubung-hubungkan dengan pernyataan anti-Muslim Andrew.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pendekatan koalisi tidak memandang orang dari warna kulit, latar belakang etnis, tapi lebih fokus pada apa yang telah mereka kontribusikan," tukas Greg Hunt, tokoh Partai Liberal.&lt;/p&gt; Komunitas Muslim di Australia sudah melewati perjalanan panjang sejarah negeri itu. Komunitas Muslim sudah bermukim di Australi sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Sekarang, Islam menjadi agama kedua terbesar di Australia setelah Kristen dan penduduk Muslim di Australia meliputi 1,5 persen dari 20 juta total jumlah penduduk negei itu. (Era Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-90793024720043726?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/90793024720043726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=90793024720043726&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/90793024720043726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/90793024720043726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/aleg-australia-gentar-melihat.html' title='Aleg Australia Gentar Melihat Pertumbuhan Komunitas Muslim'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Sup3uKJzSbI/AAAAAAAAAOE/A8zYA7QBjzQ/s72-c/ausi%285%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-7783708369624516446</id><published>2009-10-28T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T02:57:33.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Berhala Modern Itu Bernama Nasionalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SugVaPtYNOI/AAAAAAAAAN8/MdSNLWFxd4A/s1600-h/hormatbenderahe9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SugVaPtYNOI/AAAAAAAAAN8/MdSNLWFxd4A/s320/hormatbenderahe9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397587694041183458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah ayat di dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa suatu masyarakat sengaja menjadikan &lt;em&gt;”berhala”&lt;/em&gt; tertentu sebagai perekat hubungan antara satu individu dengan individu lainnya. Sedemikian rupa ”berhala” itu diagungkan sehingga para anggota masyarakat yang ”menyembahnya” merasakan tumbuhnya semacam ”kasih-sayang” di antara mereka satu sama lain.Suatu bentuk kasih-sayang yang bersifat artifisial dan temporer. Ia bukan kasih-sayang yang sejati apalagi abadi. Gambaran mengenai berhala pencipta kasih-sayang palsu ini dijelaskan berkenaan dengan kisah Nabiyullah Ibrahim &lt;i&gt;’alaihis-salam&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Dan berkata Ibrahim ’alaihis-salam: "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.” (QS Al-Ankabut ayat 25)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:b8l6kLI3IJqG9M:http://www.eborg3.com/Graphics/Bible/66-Revelation/Rev21/Idol%2520Worship.jpg" align="left" border="2" /&gt;"Berhala-berhala" di zaman dahulu adalah berupa patung-patung yang disembah dan dijadikan sebab bersatunya mereka yang sama2 menyembah berhala patung itu padahal berhala itu merupakan produk bikinan manusia. Di zaman modern sekarang "berhala" bisa berupa aneka isme/ ideologi/ falsafah/ jalan hidup/ way of life/ sistem hidup/ pandangan hidup produk bikinan manusia.Manusia  di zaman skrg  juga "menyembah" berhala-berhala modern tersebut dan mereka menjadikannya sebagai "pemersatu" di antara aneka individu dan kelompok di dalam masyarakat. Berhala modern itu menciptakan semacam persatuan dan kasih-sayang yang berlaku sebatas  kehidupan mereka di dunia saja. Berhala modern itu bisa memiliki nama yang beraneka-ragam. Tapi apapun namanya, satu hal yang pasti bahwa ia semua merupakan produk fikiran terbatas manusia. Ia bisa bernama Komunisme, Sosialisme, Kapitalisme, Liberalisme, Nasionalisme atau apapun selain itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Semenjak runtuhnya tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara ummat Islam 85 tahun yang lalu bangsa-bangsa Muslim di segenap penjuru dunia mulai menjalani kehidupan sosialberlandaskan sebuah faham yang sesungguhnya asing bagi mereka. Faham itu bernama &lt;img alt="" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:wPYmp2z4ojUpnM:http://biotis.co.id/felix/wp-content/uploads/2009/01/world_8201.png" align="left" border="2" /&gt;Nasionalisme. Ketika &lt;i&gt;Khilafah Islamiyyah&lt;/i&gt; masih tegak dan menaungi kehidupan sosial ummat, mereka menghayati bahwa hanya aqidah Islam &lt;i&gt;Laa ilaha illa Allah&lt;/i&gt; sajalah yang mempersatukan mereka satu sama lain. Hanya aqidah inilah yang menyebabkan meleburnya sahabat Abu Bakar yang Arab dengan Salman yang berasal dari Persia dengan Bilal yang orang Ethiopia dengan Shuhaib yang berasal dari bangsa Romawi.  Mereka menjalin &lt;i&gt;al-ukhuwwah wal mahabbah&lt;/i&gt; (persaudaraan dan kasih sayang) yang menembus batas-batas suku, bangsa, warna kulit, asal tanah-air dan bahasa. Dan yang lebih penting lagi bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang mereka jalin menembus batas dimensi waktu sehingga tidak hanya berlaku selagi mereka masih di dunia semata, melainkan jauh sampai kehidupan di akhirat kelak. &lt;i&gt;Mengapa?&lt;/i&gt; Karena ikatan mereka berlandaskan perlombaan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hidup lagi Maha Abadi.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf ayat 67)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Orang-orang beriman tidak ingin menjalin pertemanan yang sebatas akrab di dunia namun di akhirat kemudian menjadi musuh satu sama lain. Oleh karenanya, mereka tidak akan pernah mau mengorbankan aqidahnya yang mereka yakini akan menimbulkan kasih-sayang hakiki dan abadi. Sesaatpun mereka tidak akan mau menggadaikan aqidahnya dengan faham atau ideologi selainnya. Sebab aqidah Islam merupakan pemersatu yang datang dan dijamin oleh Penciptanya pasti akan mewujudkan kehidupan berjamaah sejati dan tidak bakal mengantarkan kepada perpecahan dan bercerai-berainya jamaah tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dalam jamaah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran ayat 103)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sewaktu ummat Islam hidup di bawah naungan Syariat Allah dalam tatanan Khilafah Islamiyyah mereka tidak mengenal bentuk ikatan kehidupan sosial selain Al-Islam. Mereka tidak pernah membangga-banggakan perbedaan suku dan bangsa satu sama lain. Betapapun realitas suku dan &lt;img alt="" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:5o6OrdmcR9r3ZM:http://i239.photobucket.com/albums/ff94/mikamargaret/BDR1.jpg" align="left" border="2" /&gt;bangsa memang tetap wujud, tetapi ia tidak pernah mengalahkan kuatnya ikatan aqidah di dalam masyarakat. Sedangkan setelah masing-masing negeri kaum muslimin mengikuti jejak langkah Republik Turki Modern Sekuler, maka mulailah mereka mengekor kepada dunia barat yang hidup dengan membanggakan Nasionalisme masing-masing bangsa. Padahal bangsa-bangsa Barat tidak pernah benar-benar berhasil membangun soliditas sosial melalui &lt;i&gt;man-made ideology&lt;/i&gt; tersebut. Akhirnya bangsa-bangsa Muslim mulai sibuk mencari-cari identitas Nasionalisme-nya masing-masing. Mulailah orang Indonesia lebih bangga dengan ke-Indonesiaannya daripada ke-Islamannya. Bangsa Mesir bangga dengan ke-Mesirannya. Bangsa Saudi bangga dengan ke-Saudiannya. Bangsa Turki bangga dengan ke-Turkiannya. Lalu perlahan tapi pasti kebanggaan akan Islam sebagai perekat hakiki dan abadi kian tahun kian meluntur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sehingga di dalam kitab Fi Zhilalil Qur’an Asy-Syahid Sayyid Qutb &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menulis komentar mengenai surah Al-Ankabut ayat 25 di atas sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ia (Ibrahim) ’alaihis-salam berkata kepada mereka (kaumnya), “Kalian menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan selain Allah, yang kalian lakukan bukan karena kalian mempercayai dan meyakini berhaknya berhala-berhala itu untuk disembah. Namun, itu kalian lakukan karena basa-basi kalian satu sama lain, dan karena keinginan untuk menjaga hubungan baik kalian satu sama lain, untuk menyembah berhala ini. Sehingga, seorang teman tak ingin meninggalkan sesembahan temannya (ketika kebenaran tampak baginya) semata karena untuk menjaga hubungan baik di antara mereka, dengan mengorbankan kebenaran dan akidah!”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Hal ini terjadi di tengah masyarakat yang tak menjadikan akidah dengan serius. Sehingga, mereka saling berusaha menyenangkan temannya dengan mengorbankan akidahnya, dan melihat masalah akidah itu sebagai sesuatu yang lebih rendah dibandingkan jika ia harus kehilangan teman! Ini adalah keseriusan yang benar-benar serius. Keseriusan yang tak menerima peremehan, santai, atau basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kemudian Ibrahim’alaihis-salam menyingkapkan kepada mereka lembaran mereka di akhirat. Hubungan sesama teman yang mereka amat takut jika terganggu karena akidah, dan yang membuat mereka terpaksa menyembah berhala karena untuk menjaga hubungan itu, ternyata di akhirat menjadi permusuhan, saling kecam, dan perpecahan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”...Kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain)....”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Hari ketika para pengikut mengingkari orang-orang yang diikutinya, orang-orang yang dibeking mengkafirkan orang-orang yang membekingnya, setiap kelompok menuduh temannya sebagai pihak yang menyesatkannya, dan setiap orang yang sesat melaknat teman yang menyesatkannya!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kemudian kekafiran dan saling melaknat itu tak bermanfaat sama sekali, serta tak dapat menghalangi azab bagi siapapun.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”...Dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Mereka (kaumnya Nabi Ibrahim ’alaihis-salam) pernah menggunakan api untuk membakar Ibrahim ’alaihis-salam, tapi Allah kemudian membela dan menyelamatkan Ibrahim ’alaihis-salam dari api itu. Sementara mereka tak ada yang dapat menolong mereka dan tak ada keselamatan bagi mereka!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saudaraku, marilah kita tinggalkan segala bentuk “berhala modern” yang sadar ataupun tidak selama ini kita “sembah”. Kita jadikan faham selain Islam sebagai sebuah perekat antara satu sama lain, padahal persatuan dan kasih-sayang yang dihasilkannya hanya bersifat fatamorgana.  Marilah hanya AL-ISLAM  yang kita jadikan "faktor pemersatu" yang pasti terjamin akan mempersatukan kita di dunia dan di akhirat.  Al-Islam bukan produk manusia melainkan produk Allah Yg Maha Tahu dan Maha Sempurna pengetahuannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sedemikian hebatnya pengaruh Nasionalisme sehingga sebagian orang yang mengaku berjuang untuk kepentingan ummat-pun takluk di bawah ideologi buatan manusia yang satu ini. Betapa &lt;img alt="" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:SE1H6HgGSho8uM:http://www.duaberita.com/main/images/stories/demokrat.gif" align="left" border="2" /&gt;ironisnya perjuangan para politisi Islam tatkala mereka rela untuk menunjukkan &lt;i&gt;inkonsistensi-&lt;/i&gt;nya di hadapan seluruh ummat demi meraih penerimaan dari fihak lain yang jelas-jelas mengusung Nasionalisme. Seolah kelompok yang mengusung ideologi Islam harus siap mengorbankan apapun demi mendapatkan keridhaan kelompok yang mengusung Nasionalisme. Seolah memelihara persatuan dan soliditas berlandaskan Nasionalisme jauh lebih penting dan utama daripada mewujudkan &lt;i&gt;al-ukhuwwah wal mahabbah&lt;/i&gt; (persaudaraan dan kasih sayang) berlandaskan aqidah Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sedemikian dalamnya faham Nasionalisme telah merasuk ke dalam hati sebagian orang yang &lt;img alt="" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:3Mv0G5hHTV38yM:http://matanews.com/wp-content/uploads/pks-ppp-pan-590x252.jpg" align="left" border="2" /&gt;mengaku memperjuangkan aspirasi politik Islam sehingga rela mengatakan bahwa &lt;i&gt;”Isyu penegakkan Syariat Islam merupakan isyu yang sudah usang dan tidak relevan.”&lt;/i&gt; Tidakkah para politisi ini menyadari bahwa ucapan mereka seperti ini bisa menyebabkan rontoknya eksistensi Syahadatain di dalam dirinya? Dengan kata lain ucapannya telah mengundang virus ke-&lt;i&gt;murtad&lt;/i&gt;-an kepada si pengucapnya. &lt;i&gt;Wa na’udzubillahi min dzaalika&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:CyGUJOHTiT_26M:http://www.ala7ebah.com/upload/uploaded/7562_1162075427.jpg" align="left" border="2" /&gt;Sebagian orang berdalih bahwa jika kita mengusung syiar ”Penegakkan Syariat Islam”  lalu  bagaimana dengan nasib orang-orang di luar Islam? Saudaraku, disinilah tugas kita orang-orang beriman untuk mempromosikan Islam sebagai "faktor pemersatu" yg bersifat &lt;i&gt;Rahmatan lil 'aalamiin&lt;/i&gt;. Tidakkah terasa aneh bila "mereka" bisa dan boleh dibiarkan mendikte aneka isme/ ideologi/ falsafah/ jalan hidup/ way of life/ sistem hidup/ pandangan hidup produk bikinan manusia kepada kita umat Islam, sedangkan kita umat Islam tidak mampu –bahkan kadang tidak mau- mempromosikan (baca: berda'wah) menyebarluaskan ajaran Allah kepada "mereka"? &lt;i&gt;Wallahua'lam&lt;/i&gt;.-&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Dan Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". (QS Ali Imran ayat 73)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tulisan Ust. Ihsan Tandjung di Era Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-7783708369624516446?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/7783708369624516446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=7783708369624516446&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7783708369624516446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/7783708369624516446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/berhala-modern-itu-bernama-nasionalisme.html' title='Berhala Modern Itu Bernama Nasionalisme'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SugVaPtYNOI/AAAAAAAAAN8/MdSNLWFxd4A/s72-c/hormatbenderahe9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6169933105528921578</id><published>2009-10-25T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T20:25:29.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Hujjah lucu, pendukung visualisasi Nabi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuUU0DZtqAI/AAAAAAAAAN0/UgUY4_amI80/s1600-h/lilin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuUU0DZtqAI/AAAAAAAAAN0/UgUY4_amI80/s320/lilin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396742612972316674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Munculnya pin dengan gambar yang diklaim sebagai wajah Rasulullah di Makassar, membuat gempar ummat Islam se-Indonesia. Bagaimana tidak, memvisualisasikan Rasulullah dalam bentuk apapun, adalah sesuatu yang TIDAK BOLEH dalam Islam. Tapi, dibalik kegelisahan ummat, muncul orang-orang yang justru mendukung visualisasi ini, pada umumnya mereka adalah orang yang mengaku-ngaku sebagai pencinta Ahlul Bait (Syiah) yang tergabung dalam berbagai organisasi. Pada dasarnya, visualisasi yang diklaim sebagai wajah Rasulullah itu bukan sesuatu yang baru, visualisasi itu banyak muncul di Internet, dan bila kita teliti melihat siapa yang memuatnya, maka kita akan tahu dari golongan mana dia..., namun bagi mereka, kampanye visualisasi itu mungkin tidak begitu berhasil, sehingga dengan sedikit spekulasi mereka berani "berkampanye" lewat pin. Sayang, justru hal tersebut mendapat penentangan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya membaca sebuah tulisan di sebuah blog yang dibuat oleh seorang mahasiswa Iran asal Indonesia, tentang alasan bolehnya memvisualisasikan wajah Rasulullah, tapi sungguh, saya tertawa sendiri di depan monitor komputer, karena lucunya alasan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau penulisan sejarah dibenarkan, mengapa menggambarnya disalahkan, sementara hakekatnya sama. Gambar dan tulisan adalah goresan-goresan tinta di atas kanvas. Ketika sahabat meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad saww memiliki bibir yang sempurna, tidak tebal dan tidak tipis itu adalah penilaian salah seorang sahabat, yang bisa jadi berbeda dengan sahabat yang lain. Begitupun jika digambar berdasarkan deskripsi itu. Menolak visualisasi wajah Nabi, sama halnya kita menolak riwayat-riwayat yang mendeskripsikan keindahan wajah Nabi lewat kata-kata. Apa bedanya hidung mancung dengan kata-kata, dengan hidung mancung dalam bentuk gambar? Bukankah itu sama-sama upaya pendekatan agar sebuah wajah bisa sedikit dibayangkan?."&lt;/span&gt; Sebenarnya, tidak perlu berfikir terlalu jauh untuk bisa menjawab bahwa deskripsi wajah nabi dengan kata-kata seperti yang banyak dilakukan para Sahabat Rasulullah tentu saja sangat berbeda dengan visualisasi wajah nabi dengan lukisan. Mari sedikit beranalogi, ketika Buku Harry Potter pertama diterbitkan, semua pembacanya punya bayangan masing-masing tentang sosok Harry Potter yang dideskripsikan JK. Rowling dalam bukunya itu. Tapi keadaan berubah setelah Harry Potter dibuat dalam bentuk film, sekarang jika kita menunjukkan foto Daniel Radcliffe dan bertanya apakah ini Harry Potter? maka umumnya akan menjawab iya, padahal sebelum filmnya beredar, tidak ada yang menyamakan antara Harry Potter dan Daniel Radcliffe, bahkan JK. Rowling sendiri mengakui, bahwa ketika menulis Harry Potter, ia tidak pernah membayangkan bahwa Harry Potter aka seganteng itu.&lt;/span&gt; Ya, seseorang yang mendeskripsikan bisa berbeda pandangan dengan orang lain yang memvisualisasikan, walaupun yang memvisualisasikan berdalih bahwa visualisasinya berdasarkan pada deskripsi orang tersebut. Jadi, bagaimana bisa dikatakan sama antara deskripsi dengan kata-kata dan visualisasi dengan gambar? lucu kan? Ha...ha...&lt;br /&gt;Teman ini juga menulis bahwa,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "pemerintah dan Ulama Iran hanya sekedar menghimbau untuk tidak meyakini secara mutlak bahwa itu benar gambar wajah Rasulullah saww, tidak ada larangan apalagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ancaman hukuman bagi yang menyimpan dan memilikinya."&lt;/span&gt; Saya heran pada ulama Iran, kenapa tidak melarang? Bukankah mencegah lebih utama, ketimbang "mengobati" setelah penyakitnya muncul? Dan terbukti, sebagian rakyat Iran meyakini bahwa itu adalah sketsa wajah Rasulullah, seperti yang diakui sendiri oleh penulis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Meskipun pada dasarnya masyarakat Iran sendiri sudah kehilangan sejarah mengenai asal-usul gambar tersebut, tetap saja diantara mereka ada yang mengklaim bahwa wajah tersebut benar-benar sketsa wajah Nabi..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas juga memunculkan tanda tanya besar, masyarakat syiah yang katanya ilmiah, begitu mudahnya mempercayai sesuatu yang fundamental dalam agama hanya berdasarkan pada praduga, sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya. Mungkin semua doktrin yang mereka fahami awalnya hanyalah praduga yang tidak jelas asal-usulnya. Hem...&lt;br /&gt;Oh, iya. Dalam tulisannya yang lain, ia berpendapat bahwa banyak tradisi Syiah yang bersesuaian dengan tradisi Islam di Indonesia. Sayangnya, tradisi memvisualisasikan wajah Nabi tidak bersesuaian dengan Islam di Indonesia....&lt;br /&gt;Cinta memang kadang menngelikan, dan kadang-kadang menggilakan!&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6169933105528921578?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6169933105528921578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6169933105528921578&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6169933105528921578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6169933105528921578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/hujjah-lucu-pendukung-visualisasi-nabi.html' title='Hujjah lucu, pendukung visualisasi Nabi...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuUU0DZtqAI/AAAAAAAAAN0/UgUY4_amI80/s72-c/lilin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-8971578240450492174</id><published>2009-10-25T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T18:46:08.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Perlawanan Sastra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuT-vNs5RcI/AAAAAAAAANs/Z20065ZZpCM/s1600-h/taufikismailpuisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 254px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuT-vNs5RcI/AAAAAAAAANs/Z20065ZZpCM/s320/taufikismailpuisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396718340581967298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pidato Kebudayaan Taufik Ismail di IPB&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik kedaratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik, diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan rekening reformasi ternyata mahal sekali.&lt;br /&gt;Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan kapital raksasa mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.&lt;br /&gt;Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?&lt;br /&gt;PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.&lt;br /&gt;KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.&lt;br /&gt;KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial —- ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya. “Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas, kurang pergaulan dan memalukan.” Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.&lt;br /&gt;KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten.&lt;br /&gt;Pornografi gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan “gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua telapak tangan.”&lt;br /&gt;Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia berkata: “Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab selangkang) itu,&lt;br /&gt;bahkan lebih-lebih lagi pada banyak bagian dari bangsa.&lt;br /&gt;KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas. Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang. Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.&lt;br /&gt;KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta - 20 juta keping setahun. Harga yang dulu Rp 30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp 3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid laki-laki yang kumpul dua sore seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.&lt;br /&gt;KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.&lt;br /&gt;KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.&lt;br /&gt;KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak 15 trilyun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit akibatnya 30 trilyun rupiah.&lt;br /&gt;Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan. Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.&lt;br /&gt;KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.&lt;br /&gt;KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi berfungsi.&lt;br /&gt;KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘ Praktisi aborsi gelap menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.&lt;br /&gt;Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya.&lt;br /&gt;Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.&lt;br /&gt;Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.&lt;br /&gt;Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnaka n adalah perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita sendiri.&lt;br /&gt;Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.&lt;br /&gt;Menguji Rasa Malu Diri Sendiri&lt;br /&gt;Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, “Kalau cerpen saya itu dianggap pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu belum sempat membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai pornografi. Begini. Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.&lt;br /&gt;Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik, maka karya saya itu pornografis.&lt;br /&gt;Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa.&lt;br /&gt;Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal. Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.&lt;br /&gt;Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri. Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?&lt;br /&gt;Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirak an-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca akan terangsang.&lt;br /&gt;Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.&lt;br /&gt;Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.&lt;br /&gt;Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.&lt;br /&gt;Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis&lt;br /&gt;Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke sini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di atas tadi, dengan segala rentetan&lt;br /&gt;kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya?&lt;br /&gt;Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu,&lt;br /&gt;beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar- pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya Rp 30.000 sekeping, kini Rp 3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif serba-boleh- apa-saja- genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak bangsa.&lt;br /&gt;Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang&lt;br /&gt;Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman. Begitu saja.&lt;br /&gt;Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana hubungan ituberlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya.&lt;br /&gt;Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci adanya.&lt;br /&gt;Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena (herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.&lt;br /&gt;Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan.&lt;br /&gt;Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan.&lt;br /&gt;Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati menyebutnya “vagina yang haus sperma”. Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.&lt;br /&gt;Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari. Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan&lt;br /&gt;Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.&lt;br /&gt;Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya. Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan yang bablas itu.&lt;br /&gt;Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau.&lt;br /&gt;Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat heran. Sungguh memuakkan.&lt;br /&gt;Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my body. I’ll do whatever I like with my body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini.” Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan koran-koran.&lt;br /&gt;Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari Amerika Utara itu.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet- dikorupsi dengan entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan matahari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-8971578240450492174?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/8971578240450492174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=8971578240450492174&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8971578240450492174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/8971578240450492174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/perlawanan-sastra.html' title='Perlawanan Sastra'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuT-vNs5RcI/AAAAAAAAANs/Z20065ZZpCM/s72-c/taufikismailpuisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-543939330206412516</id><published>2009-10-23T19:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T20:24:19.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Media Isreal Publish Kondisi Ariel Sharon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuJy1o01M7I/AAAAAAAAANk/bkm1OLslFrE/s1600-h/sharon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuJy1o01M7I/AAAAAAAAANk/bkm1OLslFrE/s320/sharon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396001569360917426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah sumber terpercaya dari salah satu media elektronik memberitakan kondisi terakhir Sang Penjagal muslim Palestina, Ariel Sharon. Koran terbitan Israel, "Hume Israel" mengutip informasi ini dari salah satu majalah elektronik harian terkemuka di negerinya. Media ini mempublish kondisi kesehatan mantan PM. Israel, Ariel Sharon yang kini masih menderita stroke dan terbaring koma di rumah sakit selama lebih dari empat tahun. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sharon yang saat ini usianya menginjak 81 tahun dirawat di RS. Syaiba tak jauh dari kota Tel Aviv. Ia dikabarkan terbaring dalam keadaan kedua mata terus terbuka, para perawat yang menjaganya kemudian menempatkan Sharon di depan televisi yang menayangkan film-film panorama alam, aneka hewan dan terkhusus hewan ternak sapi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hubungan Sharon dan Sapi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majalah ini kemudian menuliskan bahwa keluarga Sharon masih intens menjenguk dan berinteraksi dengan dirinya, ini mengisyaratkan bahwa Sharon masih hidup. Salah satu dari anggota keluarganya kerap membacakan koran harian disampingnya dan mengabarkan perkembangan ternak sapi yang ia miliki di daerah Selatan Israel. Disamping itu ia juga dibacakan beberapa buku dan diperdengarkan musik-musik klasik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diceritakan pula, sejak Sharon terkena stroke pada bulan Juli 2006 lalu, ada seorang laki-laki khusus yang ditugaskan mencukur jenggotnya, untuk meminta itu, Sharon sering memberikan isyarat dengan menggerak-gerakkan jari jempol. Dokter-dokter yang merawat Sharon membenarkan hal itu dan memberikan keterangan, kendati Sharon dengan kondisinya yang tergeletak di atas ranjang rumah sakit bertahun-tahun, kemungkinan besar dirinya masih hidup karena denyut jantung dan tekanan darahnya hingga kini masih berjalan normal. Sama seperti kondisi awal kali pertama dirinya masuk rumah sakit pada empat tahun lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ditanya lebih lanjut sampai kapan kondisi Sharon akan terus menerus seperti ini, Solomo Segev, dokter senior yang merawatnya mengatakan, "Kalau diprediksi dari usia rata-rata di keluarga Sharon, ibu dan neneknya mati di atas usia 90 tahun". Solomo pun kemudian memperkirakan Sharon akan tetap dengan kondisinya seperti ini hingga lewat usianya di atas 90 tahun.&lt;/p&gt; Majalah elektronik itu kemudian menutup beritanya dengan sebuah pertanyaan, apakah Sharon akan sembuh dari komanya? Dokter yang merawatnya kemudian menjawab, “Sharon bukan manusia biasa, ada pasien lain yang berada dalam kondisi koma lebih lama dari Sharon, namun pasien-pasien itu masih dalam usia muda, dengan kata lain, pasien seumuran Sharon biasanya tak bertahan lama, apalagi bisa bertahan hingga empat tahun, kalau itu terjadi, tentu ini diluar kewajaran.”(Era Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-543939330206412516?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/543939330206412516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=543939330206412516&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/543939330206412516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/543939330206412516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/media-isreal-publish-kondisi-ariel.html' title='Media Isreal Publish Kondisi Ariel Sharon'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/SuJy1o01M7I/AAAAAAAAANk/bkm1OLslFrE/s72-c/sharon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-751223035826428769</id><published>2009-10-17T20:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T20:49:37.227-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorot...'/><title type='text'>Bom bunuh diri adalah jihad?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqPSV3H68I/AAAAAAAAANU/LxB48Ulk4EI/s1600-h/bom.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 281px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqPSV3H68I/AAAAAAAAANU/LxB48Ulk4EI/s320/bom.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393781048998357954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, anggota Hai’ah Kibarul Ulama (Majlis Ulama Besar Saudi Arabia) menegaskan bahwa orang-orang yang menyerukan jihad fi sabilillah dengan cara membunuh diri-diri mereka adalah pelaku bunuh diri (bukan jihad) dan mujahid fi sabilis-syaithan (di jalan syaithan).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan bahwa orang-orang yang terjatuh ke dalam fitnah ini tidak bertanya kepada ulama dan tidak belajar kepada mereka melainkan mereka memisahkan diri dari ummat Islam dan berafiliasi kepada pihak-pihak yang mereka adalah thaghut-thaghut dari bangsa manusia yang mencuci otak mereka sehingga tampil dalam bentuk yang berbeda, mengkafirkan kaum muslimin, membunuhi mereka, menghancurkan gedung-gedung, meledakkan dan membunuh anak-anak, orang-orang tua, laki-laki, perempuan, orang Islam, kafir mu’ahad, ahlu dzimmah dan kafir musta’man disebabkan pemikiran sesat ini. Dan ini akibat yang dirasakan oleh orang-orang yang condong kepada pelaku kejahatan dan da’i-da’i yang diceritakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketika beliau ditanya tentang fitnah-fitnah akhir zaman, beliau berkata, “(mereka) da’i-da’i kepada pint-pintu jahannam siapasaja yang mengikuti mereka akan dilemparkan ke dalamnya (jahannam).”&lt;br /&gt;Dan inilah realitanya sekarang, benarlah sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ketika mereka condong kepada da’i-da’i sesat, jadilah mereka dilemparkan ke dalam jahannam. Dan semua pihak geram terhadap mereka dan membenci perbuatan mereka sampai orang-orang kafir, apalagi kaum muslimin, tidak seorangpun senang dengan apa yang mereka buat kecuali orang-orang yang sepaham dengan mereka dan seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menjelaskan bahwa fitnah ini amatlah besar, wajib bagi seorang muslim untuk memiliki bashirah terhadapnya dan tidak tergesa-gesa dan bertanya kepada ulama dan meminta kepada Allah keselamatan dan jangan gampang mempercayai seseorang sebelum mengerti betul hakikat dia yang sesungguhnya dan seberapa jauh keistiqamahan dia di atas al-hak, meskipun menampakkan kebaikan atau rajin ibadah dan memiliki pembelaan terhadap Islam.&lt;br /&gt;Adapun orang yang menampakkan kebaikan dan kebenaran tapi tidak diketahui hakikat sesungguhnya, kita tidak tergesa-gesa memvonisnya sekaligus jangan langsung mempercayainya, sampai kita kenal hakikat sebenarnya, adabnya, kehidupannya. Karena tidaklah terjadi bencana ini melainkan bersumber dari sikap husnuz-zan tanpa landasan ilmu dan tanpa bertanya kepada ulama dan ahlinya. Dari sinilah terjadi bencana-bencana ini sumbernya adalah ketergesa-gesaan dan kebodohan serta hasil dari bergaul dengan orang-orang jahat dan sembarangan mempercayai mereka serta menjauh dari kaum muslimin dan ulama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah menjauh dari belajar melalui sekolah-sekolah dan dari para ulama sehingga terjatuh ke jurang-jurang sebagaimana mereka menjauh dari keluarga dan rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;Maka yang wajib bagi pemuda-pemuda Islam adalah mengambil pelajaran dari kejadian ini karena orang yang bahagia adalah yang mengambil pelajaran dari peristiwa yang menimpa orang lain. Sebagaimana wajib bagi kita mengambil dari kejadian ini ibrah bagi kita dan tetap bergabung dengan jamaah kaum muslimin dan pemimpin mereka dan tidak nyempal dari mereka kepada kelompok-kelompok yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;sumber: Harian Al-‘Ukkadz &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-751223035826428769?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/751223035826428769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=751223035826428769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/751223035826428769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/751223035826428769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/bom-bunuh-diri-adalah-jihad.html' title='Bom bunuh diri adalah jihad?'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqPSV3H68I/AAAAAAAAANU/LxB48Ulk4EI/s72-c/bom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-9021492379389315903</id><published>2009-10-17T20:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T20:22:15.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Ayat Rokok Hilang, Modus Baru Kejahatan Konstitusi!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqJSfcRU5I/AAAAAAAAANM/WaPfMzafpIM/s1600-h/55088_gedung_dpr_mpr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqJSfcRU5I/AAAAAAAAANM/WaPfMzafpIM/s320/55088_gedung_dpr_mpr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393774454500316050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta—Penghilangan ayat tentang tembakau pada RUU Kesehatan dinilai sebagai modus baru dalam kejahatan konstitusi. Hal ini diungkapkan oleh Indonesian Parliamentary Center (IPC). Terlepas dari faktor teknis atau pun ketidaksengajaan penghilangan ayat tersebut, kasus ini harus diusut tuntas karena hilangnya satu ayat dalam UU yang akan disahkan ini berdampak besar bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2 Pasal 113 UU ini seharusnya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/atau masyarakat sekelilingnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya ayat ini diketahui oleh Mensesneg, Hatta Rajasa, saat melakukan pengecekan detail sebelum proses pengesahan. Dokumen RUU Kesehatan diterima Setneg pada 28 September 2009. Pansus RUU Kesehatan ini merupakan bagian tanggung jawab Komisi IX dan RUU tersebut telah disahkan pada rapat paripurna DPR pada 14 September 2009. Untuk mengesahkan RUU ini menjadi UU Kesehatan dan diundangkan di Lembar Negara, Setneg akan menyerahkan dokumen RUU, yang sudah bersampul dengan logo presiden, untuk diperiksa dan diparaf per halaman oleh Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Mensesneg. Kemudian, RUU ini ditandatangani oleh Presiden dan diundangkan dalam Lembaran Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, Ketua Komisi IX DPR periode 2004-2009, Ribka Tjiptaning (F-PDIP) membantah adanya kesengajaan dalam menghilangkan ayat (2) pasal 113 tentang tembakau sebagai zat adiktif tersebut. Ribka mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan pendapat di antara para anggota Komisi IX dalam pembahasan RUU ini. Anggota komisi yang berasal dari F-PDIP keberatan dengan ayat tersebut karena dapat merugikan konstituennya yang berbasis petani dan buruh. Sebagian anggota lain menyetujui ayat tersebut dengan alasan kesehatan. Namun, pada akhirnya, rapat memutuskan untuk tetap mencantumkan ayat tersebut dengan alasan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun beberapa pihak mengatakan hal ini sebagai kesalahan teknis, namun jika ‘korupsi’ ayat dalam RUU tersebut terjadi, dampaknya terhadap masyarakat akan sangat luas. Konsekuensi pencantuman ayat tersebut adalah ketegasan pemerintah dalam mengendalikan produk terkait tembakau, mulai dari iklan, kadar nikotin dan tar, ruang-ruang khusus penggunaan produk tembakau, hingga batasan usia pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas saja, RUU ini rentan dengan campur tangan kepentingan pemilik modal, rumah sakit swasta, pabrik rokok, pabrik farmasi, dan pabrik jamu. Bukan tidak mungkin ‘kesalahan teknis’ ini juga hasil rekayasa pihak-pihak yang tidak ingin RUU ini merugikan mereka. Padahal sudah jelas, penghilangan ayat dalam UU hanya boleh dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi dan penghilangan ayat ini termasuk tindak pidana. Pelakunya dapat dikenakan pasal pemalsuan, penggelapan dan penipuan. (Era Muslim)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-9021492379389315903?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/9021492379389315903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=9021492379389315903&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/9021492379389315903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/9021492379389315903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/ayat-rokok-hilang-modus-baru-kejahatan.html' title='Ayat Rokok Hilang, Modus Baru Kejahatan Konstitusi!'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StqJSfcRU5I/AAAAAAAAANM/WaPfMzafpIM/s72-c/55088_gedung_dpr_mpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-6070994510523022486</id><published>2009-10-17T18:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T18:20:10.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi...'/><title type='text'>Matematika Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Stpr6qxRZeI/AAAAAAAAAMU/HiMlqdmrxo4/s1600-h/matematika.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Stpr6qxRZeI/AAAAAAAAAMU/HiMlqdmrxo4/s320/matematika.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393742159387125218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harapan, melaju bersama modulus waktu&lt;br /&gt;Merentang cinta ke limit yang terbatas&lt;br /&gt;Sebentar, terintegral ke puncak kurva impian&lt;br /&gt;Namun, realita mendiferensialkannya ke titik minimum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semestanya tidak kosong,&lt;br /&gt;Tapi banyak himpunan dalam relasi rasa&lt;br /&gt;Menghadirkan aksioma-aksioma alam&lt;br /&gt;Dalam cita rasa prima jagat raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikala korelasi dan regresi buntu&lt;br /&gt;Mengeja data abstrak yang tak terdefinisi&lt;br /&gt;Dalam deret yang tak terhingga&lt;br /&gt;Hingga geometri menvisualkannya dalam ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aproksimasi,...&lt;br /&gt;Di pecahan malam-malam-Nya&lt;br /&gt;Sepi dalam rotasi mahluk&lt;br /&gt;Memetakan zikir tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mizan, membandingkan...&lt;br /&gt;Untuk sebuah sigma yang menentukan&lt;br /&gt;Dalam keindahan surga,...&lt;br /&gt;Atau dualnya, neraka yang ngeri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-6070994510523022486?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/6070994510523022486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=6070994510523022486&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6070994510523022486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/6070994510523022486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/matematika-kehidupan.html' title='Matematika Kehidupan'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/Stpr6qxRZeI/AAAAAAAAAMU/HiMlqdmrxo4/s72-c/matematika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-4964708428608949515</id><published>2009-10-13T02:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T02:04:32.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lintas Islam...'/><title type='text'>Intifadah: Bukan Hanya Perjuangan Palestina</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StRKYRajvXI/AAAAAAAAAME/afWjxBAazTE/s1600-h/intifadah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StRKYRajvXI/AAAAAAAAAME/afWjxBAazTE/s320/intifadah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392016434721439090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama beberapa hari kemarin, sepertinya para pemimpin Palestina akan segera melepaskan intifadhah ketiga. Kondisi Al-Quds, jika tidak hendak dikatakan berada dalam situasi siaga tiga, maka sudah “cukup” genting. Al-Quds dikepung dimana-mana dan Israel disinyalir akan segera menduduki Yerusalem Timur. Kondisi yang membuat rakyat Palestina mungkin harus segera turun lagi ke jalan, dalam satu hati dan gerakan: intifadhah.Sebenarnya apa intifadhah ini? Apa artinya bagi orang Palestina dan umat Islam sedunia?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Intifadhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 9 Desember 1987 menjadi hari yang tak terlupakan di bumi Palestina. Hari itu, meletuslah sebuah perang perlawanan terhadap Zionis Israel. Semua yang ada di Palestina merapatkan barisan, menjadi satu shaff, tua muda, laki-laki dan sebagian perempuan. Media menyebut waktu itu sebagai “Pertempuran terdahsyat sejak proklamasi negara Zionis Israel tahun 1948.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intifadhah sendiri dalam bahasa Arab berarti “bangun mendadak dari tidur atau dari keadaan tak sadar”. Hebatnya, pada Intifadhah yang pertama kali meletus, Palestina berperang tanpa persenjataan dan tanpa dibantu negara-negara Arab tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya senjata yang kemudian menjadi legenda dan terkenal bahkan sampai kini, juga dijadikan sebagai salah satu ikon perlawanan Palestina terhadap penjajah Yahudi, adalah batu. Tidak heran jika anak-anak Palestina kemudian selama bertahun-tahun sampai kini dikenal dengan sebutan “Children of Stone” atau anak-anak batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum meletus Intifadhah pertama, sebuah truk militer Israel masuk ke wilayah pengungsi Palestina di Jabalya, di Gaza. Seperti layaknya semua hal yang berbau Israel, truk ini masuk tanpa tujuan yang jelas, kecuali menyerang orang Palestina. Empat orang terbunuh. Bersamaan dengan itu, Yahudi pun bersikeras merebut Masjidil Aqsa atau Yerusalem Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebiadaban Israel yang sudah mengakumulasi, semua orang Palestina berdiri saat itu. Ada momen yang membuat mereka harus segera menyelesaikan urusannya dengan Israel yang tak punya rasa kemanusiaan. Pada 9 Desember, pagi yang sepi dan dingin, kemudian berubah menjadi teriakan takbir di seantero Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gaza, Israel memperparah keadaan, karena di tanggal 18 Desember, serdadu-serdadunya membunuh 2 orang dan melukai 20 orang Muslim yang baru selesai shalat Jumat. Para serdadu itu kemudian melanjutkan keganasannya dengan menyerbu Rumah Sakit Syifa, memukuli para doktor dan perawat dan menyeret orang-orang Palestina yang dirawat karena terluka dalam insiden shalat Jumat. Beberapa stasiun televisi menyiarkan gambar tetnara Israel bersenjata berat memukuli dan membunuhi warga Palestina. Dunia internasional mengecam tindakan kejam Israel, namun tidak ada yang berbuat kongkret dalam menyikapi negara Zionis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Januari 1988 Menhan Rabin mengumumkan kebijakan baru yang dinamai “Tulang-tulang Patah”. Yitzhak Shamir, perdana menteri Israel waktu itu, menyatakan, “Tugas kita sekarang adalah untuk membangun lagi dinding ketakutan antara orang-orang Palestina dan militer Israel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu tiga hari sesudah pengumuman itu, 197 warga Palestina dirawat di beberapa rumah sakit karena mengalami patah tulang yang parah. Kelompok-kelompok HAM Palestina melaporkan, sejak dimulainya Intifadhah sampai akhir tahun 1993, para serdadu Israel dan pemukim Yahudi telah membunuh rakyat Palestina sebanyak 1.283 orang. Diperkirakan 130.472 mengalami luka-luka, 481 orang diusir, 22.088 dipenjara tanpa pengadilan, 2.533 rumah dihancurkan atau diambil alih, serta 184,257 batang pohon di kebun-kebun rakyat Palestina ditebang oleh serdadu Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intifadhah Pertama dianggap selesai pada 13 September 1993, ketika Perjanjian Oslo ditandantangani dalam sebuah upacara meriah di pekarangan selatan Gedung Putih. PM Israel Yitzhak Rabin dan Ketua PLO (Palestine Liberation Organisation) Yasser Arafat bersalaman disaksikan Presiden AS Bill Clinton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap tiga tahun, Perjanjian itu sudah dianggap mati, ditandai kebijakan agresif perdana menteri Israel yang waktu itu terpilih, Benyamin Netanyahu. Ketika Perdana Menteri Ariel Sharon, menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsa tahun 2000, dunia menyaksikan Intifadhah Kedua meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Hanya Persoalan Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, apa yang terjadi di Palestina sekarang bukan hanya persoalan bangsa Palestina belaka. Jika berhubungan dengan Islam, maka jelas umat sudah seharusnya memperhatikan apa yang ada di sana. Al-Quds adalah rumah bagi Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslimin dan bangunan paling suci ketiga setelah Ka'bah di Makkah dan Mesjid Nabi Muhammad di Madinah, Arab Saudi. Maknanya telah diperkuat oleh kejadian Al Isra'a dan Al Mi'raj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lebih luas lagi, jika menyangkut isyu HAM, maka dunia internasional sudah seharusnya melihat dengan mata bersih: bahwa penjajahan di atas dunia ini masih berlaku, yaitu Israel terhadap Palestina. Bukti apa lagi yang kurang? Sekarang, Palestina hanya tinggal mempunyai semangat dan batu untuk melawan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, sekarang apakah Intifadhah ketiga akan segera hidup? Rakyat Palestina sudah terlalu lama menderita dalam penjajahan, sementara dunia Islam dan negara-negara Arab bungkam seribu bahasa. (Era Muslim)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-4964708428608949515?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/4964708428608949515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=4964708428608949515&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/4964708428608949515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/4964708428608949515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/intifadah-bukan-hanya-perjuangan.html' title='Intifadah: Bukan Hanya Perjuangan Palestina'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StRKYRajvXI/AAAAAAAAAME/afWjxBAazTE/s72-c/intifadah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3735624211179143938.post-339689559568981680</id><published>2009-10-13T01:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T02:06:31.518-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi...'/><title type='text'>Misteri Keindahan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StWN2OQEJtI/AAAAAAAAAMM/HHCyMrCPpYU/s1600-h/3164_1006334975944_1752020270_6959_7113820_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StWN2OQEJtI/AAAAAAAAAMM/HHCyMrCPpYU/s320/3164_1006334975944_1752020270_6959_7113820_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392372091523966674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam pandanganmu yang tunduk...&lt;br /&gt;Tersimpan sejuta keindahan...&lt;br /&gt;Keindahan Bidadari Surga...&lt;br /&gt;Rahasia Allah untuk hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam senyummu yang terjaga...&lt;br /&gt;Tersimpan sejuta kehangatan...&lt;br /&gt;Kehangatan mentari pagi...&lt;br /&gt;Rahmat Allah untuk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suaramu yang merdu...&lt;br /&gt;Senandung suci mengalung...&lt;br /&gt;Mengalung lembut menyadarkan...&lt;br /&gt;Bintang dalam gelap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bermimpi,...&lt;br /&gt;Suatu saat kau menggenggam tanganku...&lt;br /&gt;Mengecup keningku dan berkata,...&lt;br /&gt;Ayo ke Surga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3735624211179143938-339689559568981680?l=suluhperadaban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/feeds/339689559568981680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3735624211179143938&amp;postID=339689559568981680&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/339689559568981680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3735624211179143938/posts/default/339689559568981680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suluhperadaban.blogspot.com/2009/10/misteri-keindahan.html' title='Misteri Keindahan...'/><author><name>Anwar Abbas...</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10660215984080563412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StpwawBo91I/AAAAAAAAAMc/n8BuyKnO-sE/S220/IMG0164A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MSQP53wx6YI/StWN2OQEJtI/AAAAAAAAAMM/HHCyMrCPpYU/s72-c/3164_1006334975944_1752020270_6959_7113820_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
